Tag Archives: pendidikan

Video Mesum Itu Menyesatkan

19 Nov

 

SERANG – Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dindikbudpora) Kota Serang Ahmad Zubaidillah menyayangkan ada video mesum di internet yang membawa-bawa nama sekolah SMA 17 Serang.

“Sangat saya sesalkan. Tentu saja itu sangat menyesatkan,” kata Zubaidillah, Selasa (18/11), saat mengomentari beredarnya video mesum di internet seperti yang diberitakan  sebelumnya.  

Ia pun mengimbau kepada para pengelola warung internet (warnet) agar memantau anak-anak sekolah yang bermain internet saat jam sekolah. “Kalau perlu ditegur dan dilarang,” tegas Zubaidillah.

Katanya, penggunaan internet yang tak diarahkan mempunyai kecenderungan negatif. “Saya harap, pelajar-pelajar di Kota Serang menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan dalam membangun negeri ini,” urai Zubaidillah.

Feri (35), pemilik Rizka Net Ciceri, Kota Serang, mengungkapkan, sering mengontrol situs-situs yang dibuka para pelanggannya. “Saya suka keliling-keliling memastikan kalau anak sekolah tak ada yang buka video-video seperti itu,” tegasnya. Ia juga sering menemukan anak sekolah yang membuka situs porno. “Langsung saya tegur dan saya larang,” pungkas lelaki berkulit putih.

Ramanda Tambu (21), warga Serang, mengaku, belum tahu tentang video tersebut. “Masa sih orang Serang?,” ungkapnya saat ditemui di salah satu warnet di Kota Serang, Selasa (18/11). Ia mengaku, tak terlalu gemar meng-up date video-video porno seperti itu. (mg-inna)

Iklan

SMA 17 Serang Digoncang Isu Video Porno

18 Nov

*Sejumlah Guru dan Siswa Tak Mengenali Pelaku

SERANG – Warga Kota Serang yang suka berinternet kini digegerkan dengan beredarnya sebuah video adegan mesum. Video ini sudah beredar luas lewat internet dengan nama file SMA 17 Serang.

Gambar pelaku dalam adegan tersebut sengaja difoto pakai kamera digital untuk diperlihatkan (dikonfirmasikan) ke pihak SMA YP 17 Serang, namun sejumlah siswa dan guru tidak mengenalinya.

Informasi tentang adanya video porno ini diperoleh Radar Banten pada Minggu (16/11) dari sejumlah warga yang kedapatan sedang mengunduh (download) video itu di salah satu warung internet (warnet) di Kota Serang. Video berdurasi lebih dari 3 menit ini beredar luas di situs-situs tempat penyimpanan data, seperti rapidshare, filestube, dan rapidlibrary. Video ini gampang didapat dengan menggunakan mesin pencari (search engine).

File video ini terdiri dari berbagai ekstension, di antaranya 3gp, wmv, dan rar. Hasil penelusuran di situs penyimpan data file, diduga file video porno ini sudah beredar luas sejak pertengahan tahun ini. Hal ini setidaknya terlihat dari tanggal penyebaran video di situs yang tercatat pada 22-05-2008.

Dalam video yang diduga dibuat melalui kamera telepon genggam ini tampak seorang perempuan berambut sebahu sedang bersebadan dengan seorang pria yang tak tampak wajahnya di layar. Video diduga dibuat di sebuah hotel.

Saat Radar Banten mendatangi SMA 17 Serang, sejumlah guru merasa kaget dengan kabar adanya video mesum yang beredar dengan menggunakan file nama sekolahnya. Pihak sekolah yang lokasinya dekat dengan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang, ini membantah video mesum yang yang beredar di internet saat ini dilakukan oleh anak didiknya.

“Perempuan dalam video ini terlihat dewasa, saya yakin itu bukan anak kami. Saya juga belum pernah melihat wajah perempuan itu di sekolah,” ungkap Wakil Kepala SMA YP 17 Bidang Kurikulum Martajaya kepada Radar Banten, Senin (17/11).

Ia juga memanggil sebagian guru untuk mengenalinya. Namun dari lima guru yang dimintai keterangan, semuanya mengaku tak mengenali sosok perempuan berkulit putih yang ada di video itu.

Untuk lebih meyakinkan kalau perempuan yang ada di video itu bukanlah siswi SMA 17 Serang, Radar Banten menanyakan kepada perwakilan siswa dari tiap kelas. “Semuanya ada 7 kelas. Dua kelas untuk masing-masing kelas 1 dan 2, dan 3 kelas untuk kelas 3,” ungkap Martajaya.

Martajaya mengaku, bila sosok yang ada dalam video itu siswanya, maka akan memberikan sanksi. “Kalau memang itu anak kami, tentu akan kami keluarkan. Tapi hingga kini, kita belum tahu identitasnya. Saya memang belum pernah lihat. Saya rasa alumni juga tak ada,” tutur Martajaya.

Begitu pula dari sekitar 10 siswi yang dipanggil untuk mengenalinya, semuanya tak kenal. Namun ada dua siswi yang mengaku pernah melihat wajah perempuan itu. Sayangnya, kedua siswi tersebut tak ingat pernah bertemu di mana. “Mungkin pernah papasan  (bertemu muka-red) di jalan teh,” ungkap salah satu siswi itu.

Radar Banten juga sempat menanyakan identitas perempuan itu kepada sejumlah pelajar di depan sekolah. Serupa dengan 10 siswi tadi, semua siswa yang sedang nongkrong itu mengaku tak mengenal perempuan dalam video itu yang didokumentasikan kamera digital. (qizink/mg-inna)

 

Catatan :

Sekolah di Serang Belum Download BSE

6 Agu

 Sekolah-sekolah di Kota Serang belum sepenuhnya menerapkan program Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diterapkan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Hanya sebagian kecil sekolah yang telah mengunduh (download) buku gratis tersebut lewat internet. “Kita sudah mensosialisasikan ke sekolah. Tapi belum semuanya bisa menerapkan,” terang Akhmad Zubaidillah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Serang, Selasa (5/8).

Baca lebih lanjut

Pembelian Buku Paket Sekolah Dikeluhkan

24 Jul

 

Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah orangtua  mengeluhkan biaya pembelian buku untuk anaknya. Selain harus membeli buku di sekolah dengan harga lebih mahal, orangtua juga ada yang diduga diarahkan untuk membeli buku pada salah satu toko yang ditunjuk sekolah.

Nur (bukan nama sebenarnya), walimurid siswa baru di SDN 2 Serang menceritakan, diminta sekolah untuk membeli buku paket di toko Tisera yang ada di Mal Serang. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 350 ribu untuk 10 jenis buku. Namun dia tidak menuruti permintaan sekolah tersebut. Nur memilih membeli buku serupa di salah satu toko buku di kawasan Ciceri dengan harga Rp 218.500 untuk 9 jenis buku. “Setelah didiskon menjadi Rp 185.300. Namun sayangnya, di toko buku yang ada di Ciceri tak ada buku Bahasa Inggris,” ujarnya. Baca lebih lanjut

Daya Tampung SMA Negeri Hanya 65%

5 Jul

Sejumlah sekolah SMA Negeri di Kota Serang belum bisa menampung seluruh calon siswa baru pada tahun ajaran 2008/2009. Dengan 5 SMAN dan satu SMAN persiapan, para pendaftar yang bisa ditampung baru sekitar 65,16 persen.

Baca lebih lanjut

Pendidikan yang Tak Gratis

2 Jul

Masa penerimaan siswa baru (PSB) telah tiba. Pada masa seperti ini, orangtua siswa dibuat deg-degan dengan biaya pendidikan yang mahal, seolah berkejaran dengan harga sembako yang sedang menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski para pejabat telah menggembor-gemborkan pendidikan gratis atau pendidikan murah, realita di lapangan berbeda jauh. Pendidikan ternyata tak gratis. Biaya sekolah tetap melangit. Bahkan biaya PSB di beberapa sekolah negeri ada yang melebihi biaya di sekolah swasta. Padahal sekolah negeri sudah mendapatkan banyak suntikan dana dari pemerintah (baca: uang rakyat) untuk menjalankan proses pendidikan di sekolah.

Baca lebih lanjut

Pendidikan Guru di Bawah Standar

24 Jun

Dari 84.108 guru di Banten, lebih dari separuhnya belum memenuhi standar. Hingga kini tercatat sebanyak 52.000 guru belum berpendidikan sarjana (S1) atau Akta IV. “Ini pekerjaan rumah (PR) buat kita semua,” terang Machmud Marua, Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Banten, pada Lokakarya Nasional, ‘Pelatihan Spiritual dan Jambore Nasional untuk Guru dan Tenaga Kependidikan,’ di Hotel Mahadria, Senin (23/6).

Kata Mahmud, butuh waktu 5-10 tahun untuk mengejar standar tersebut. Hal ini bila diasumsikan, setahun minimal 10 ribu guru melanjutkan pendidikan hingga S1 atau Akta IV. “Kondisi keuangan kita terbatas. Sementara kita diberi batas waktu hingga 2014. Kita sudah undang perguruan tinggi dan lembaga peningkatan mutu pendidikan (LPMP) untuk membicarakan masalah ini,” tambahnya.

Dalam seminar yang diselenggarakan Yayasan Bina Wanita Bahagia ini Marua menyebutkan, standar pendidikan tenaga pengajar ini sangat penting dalam proses pendidikan. “Tak ada sumber daya manusia (SDM) bermutu tanpa pendidikan bermutu. Tak ada pendidikan bermutu tanpa guru bermutu. Dan tak ada guru bermutu tanpa kesejahteraan bermutu,” ungkapnya.

Selain itu, Marua menyebutkan, hingga tahun ini baru 3.400 guru yang ikut sertifikasi. “Yang lulus sertifikasi sebanyak 728 guru. Penentuan sertifikasi oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), bukan oleh dinas. Uangnya akan ditransfer bulan ini atau bulan depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ijah Faijah, Ketua Yayasan Bina Wanita Bahagia, mengatakan, perlu nilai spiritual dari guru dalam meningkatkan kualitas. Menurutnya, idealisme dan keikhlasan sangat penting bagi tenaga pendidik. “Saya menyaksikan sendiri ada beberapa tenaga guru yang mengikuti seminar hanya untuk mendapatkan sertifikat. Karena sertifikat itu punya nilai jual bagi guru,” ungkapnya. (qizink)