Tag Archives: BBM

Angkot Ogah Turunkan Tarif

11 Nov

SERANG – Pemerintah yang akan menurunkan harga premium atau bensin dari Rp 6 ribu menjadi Rp 5.500 per liter mulai 1 Desember 2008 ditanggapi dingin awak angkutan kota (angkot). Mereka tidak mau menurunkan tarif angkutannya.

Ketua Paguyuban Angkutan Kota Serang (PAKS) Embing Dimyati menilai, nilai penurunan harga premium tersebut belum sebanding dengan biaya operasional angkutan. “Kalau turunnya cuma Rp 500 itu tak berpengaruh. Berat kalau harus diikuti dengan penurunan tarif angkot,” terang Embing, saat dihubungi lewat telepon ganggamnya, Senin (10/11).

Embing menilai, penurunan harga premium itu masih jauh dari harga awal premium sebelum dinaikkan. ”Sebelum naik harga premium Rp 4.500. Kalau sekarang harganya jadi Rp 5.500, penurunan itu jadi kurang berarti,” ujarnya.

Diketahui, tarif angkot dalam kota Serang Rp 2.500. Sementara bagi pelajar dan mahasiswa dikenai tarif separuhnya. ”Tapi di lapangan masyarakat biasanya ongkos Rp 3.000 karena dengan alasan tidak ada recehan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika (Dishubpar Kominfo) Kota Serang Hendi Kuspiandi mengaku belum melakukan musyawarah terkait kemungkinan turunnya tarif angkot. ”Kita juga masih menunggu instruksi dari Departemen Perhubungan (Dephub) untuk kebijakan ini,” ujarnya.

Walau belum ada musyawarah, Hendi menambahkan, cukup berat bagi awak angkot untuk menurunkan tarif bila penurunan premium hanya Rp 500 tanpa diikuti komponen lainnya. ”Penentuan tarif angkot itu tidak hanya berdasarkan harga BBM, tapi ada komponen lainnya yang ikut memengaruhinya, misalnya onderdil. Selama ini onderdil merupakan faktor yang paling besar dalam memengaruhi tarif angkot karena harganya cukup mahal,” jelas Hendi. (fau)

Iklan

Negeri Orang-Orang Kelewatan

9 Jun

Oleh: Qizink La Aziva

 

Bererapa hari yang lalu, seorang kawan mendengus kesal, saat bersama saya menonton tayangan televisi. Ia merasa kesal, karena 5 liputan tayangan TV program kriminal yang ditontonnya menyuguhkan kasus yang sangat kelewatan. Ada kasus seorang ayah tiri di Bekasi yang membunuh anaknya hanya karena memuntahkan makanan, ada pengangguran di Tangerang yang menggorok anak kecil tetangganya hingga mampus hanya gara-gara tidur siangnya terganggu, ada sepasang kekasih di Tasikmalaya yang nekad bunuh diri bersama gara-gara kisah percintaan mereka tidak disetujui orang tua, ada seorang jambret babak belur dan hampir mati setelah mengambil dompet seorang wanita yang isinya cuma duit Rp 2 ribu, dan ada juga seorang anak SMP yang melakukan sodomi terhadap 5 anak kecil.

Sungguh kelewatan!

Menurut kawan saya itu, tindakan-tindakan kelewatan yang muncul di tayangan televisi itu merupakan gambaran kecil dari parade panjang perbuatan kelewatan penduduk negeri ini. Saya hanya tertawa mendengar analisa teman saya yang kelewatan tapi tepat sasaran itu.

Teman saya itu memang betul, negeri bernama Indonesia ini memang sudah dipenuhi orang-orang kelewatan. Para PKL kelewatan memenuhi trotoar yang semestinya untuk ruang publik. Kata almarhum Harry Roesli, “Mereka termasuk golongan ‘mentang-mentang miskin, berbuat semaunya saja’”.

 

Aparat kecamatan kelewatan meminta biaya pembuatan KTP melebihi ketentuan yang berlaku. Pembuat acara di televisi sudah kelewatan karena tidak bisa lagi membedakan antara acara berbau religius dan mistik, sehingga mereka dengan seenaknya mencampuradukannya. Para pejabat Departemen Agama (Depag) yang paling mafhum masalah keagamaan, baik di pusat maupun di daerah, kini berbondong masuk ruang peradilan karena tindakan kelewatan mereka yang coba-coba melakukan korupsi. Mantan pelaku Kriminal di Kasemen Banten kelewatan mengaku sebagai nabi. Seorang anak yang cuma tamatan Tsanawiyah (setingkat SLTP) di Dusun Salena, Kelurahan Buluri, Palu, Sulawesi Tengah, tidak tanggung-tanggung kelewatannya. Ia dengan pede mengaku sebagai Tuhan yang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Kelewatan Sekali!

 

Pemerintah kita sudah sangat kelewatan membebani rakyatnya dengan melambungkan harga BBM dengan cara yang sangat kelewatan. Rakyat yang sudah hidup Senin-Kemis, dengan cara kelewatan dipaksa memikul beban berat hingga meringis kesakitan.

 

Sungguh kelewatan!

 

Untuk mengobati sakit rakyat, pemerintah sangat kelewatan merayu rakyat dengan mencoba menawarkan ‘gula-gula’ bernama dana bantuan langsung tunai (BLT). Namun sayangnya, dana yang kelewatan kecil di tengah kebutuhan besar rakyat itu tidak berjalan mulus. Dana kompensasi itu banyak yang tidak tepat sasaran. Dan kelewatannya lagi, masih ada saja oknum pejabat yang tega memotong dana orang miskin.

Kelewatannya lagi, langkah yang diambil pemerintah itu ternyata bukan jalan keluar terbaik bagi rakyat yang saat ini kondisinya kurang baik. Pemberian dana bantuan secara tunai, menurut Ketua DPR Agung Laksono, hanya akan menciptakan masyarakat yang malas, tidak mandiri, dan selalu tergantung pada bantuan pemerintah. Sehingga langkah kelewatan pemerintah Soesilo Bambang Yudhoyono alias Esbeye (meminjam sebutan yang kerap digunakan Radhar Panca Dahana) itu bisa berdampak buruk pada etos kerja masyarakat. Menurut Agung Laksono lagi, pemberian bantuan tunai paling lambat cukup satu tahun saja. Setelah itu bantuan mesti diganti dengan kegiatan padat karya yang bisa melibatkan banyak rakyat.

 

Di tengah himpitan penderitaan rakyat seperti ini, masih ada saja sikap kelewatan di negeri berpancasila ini. Dan tindakan kelewatan itu berhembus dari gedung DPR RI. Para ‘wakil rakyat’ ini dengan kelewatan menyetujui penambahan tunjangan anggota dewan Rp 10 juta per orang per bulan. Kelewatannya persetujuan ini terjadi di tengah jutaan rakyat yang berhimpitan, berdesakan, bahkan hingga mengorbankan nyawanya untuk mendapatkan dana kompensasi SLT sebesar Rp 100 ribu per keluarga per bulan. Ini sungguh-sungguh kelewatan, tunjangan wakil rakyat ternyata lebih besar dari tunjangan orang-orang yang diwakilinya.

 

Belum juga habis rasa kesal rakyat terhadap para legislatif di senayan yang kelewatan minta tambahan tunjangan, sikap kelewatan juga muncul dari Istana Presiden. Dari ruangan ini berhembus, anggaran operasional kepresidenan direncanakan akan dinaikan hingga sekitar 57 persen. Pada 2006 nanti, pemerintah berencana menaikan anggaran kepresidenan yang semula Rp 727,2 miliar berubah menjadi Rp 1,147 triliun, atau naik Rp 419,9 miliar dibandingkan anggaran tahun sebelumnya.

 

Menurut Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (Bappeki) Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, peningkatan anggaran kepresidenan sangat rasional dan tidak terelakan karena ada program-program yang butuh pembiayaan, antara lain pembelian pesawat kepresidenan, (Kompas, 27/11/2007). Tentu saja, sangat sah presiden membeli pesawat baru dan mewah. Tapi perlu juga dipertanyakan tingkat kepekaan sosial pemerintah dengan rencana tersebut. Pasalnya rencana tersebut muncul di tengah gejolak masyarakat yang terhenyak dengan naiknya tarif angkutan kota.

 

Sungguh ini pun kelewatan!

 

***

 

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesai (KUBI), kelewatan sama dengan terlalu atau melampaui batas. Dalam ajaran agama, Tuhan dengan tegas membenci setiap orang yang bertindak melampaui batas. Kalau demikian, saya khawatir Tuhan tidak hanya membenci tapi akan murka dan menurunkan azab-Nya ketika melihat orang-orang di negeri ini yang memang sebagian besar kelewatan. Dan jika azab-Nya yang sudah turun, maka rasanya akan kelewatan pedih dibandingkan kepedihan yang saat ini kita rasakan.

 

Maaf, bila ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Anggap saja ini adalah angin lewat.(*)

Gambar diambil dari http://www.williamschickelgallery.com

 

Dana BLT Warga Dipotong

7 Jun

SERANG – Kekhawatiran bakal adanya pemotongan dana bantuan langsung tunai (BLT) kembali terjadi. Sejumlah warga penerima dana kompensasi kenaikan harga BBM mengaku, dana yang diterimanya tak utuh.

Irwan Setiawan, warga Lontar Kidul Rt 03/RW 03, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan/Kota Serang mengaku, uang yang diterimanya sebesar Rp 300 ribu harus dipotong sebesar Rp 20 ribu oleh petugas RT setempat. Dikatakan, rencana pemotongan ini diterimanya saat dirinya menerima kartu BLT dari RT, pada Jumat (6/6) lalu. “Setelah uang diterima, saya harus menyerahkan kepada RT sebesar Rp 20 ribu,” terang Irwan, saat ditemui selepas mencairkan dana BLT di Kantor Pos Cabang Serang, Sabtu (7/6).

Dana yang dipotong tersebut, kata Irwan, untuk diberikan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) di lingkungannya yang tak mendapatkan BLT. “Tahun lalu, pemotongannya Rp 100 ribu,” ungkapnya, seraya menyebutkan jumlah RT di lingkungannya yang mendapat BLT sebanyak 9 RTM.

Yayat, warga RT 02/03, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan/Kota Serang, bernasib lebih baik. Uang yang diterimanya tanpa diminta untuk dipotong sama sekali. “RT nggak minta. Tapi tetap saja, jumlahnya masih kurang kalau buat kebutuhan sehar-hari,” ujarnya.

Camat Serang Anis S Salam terkejut saat mendapatkan informasi tentang adanya pemotongan ini. Pria yang ditemui saat memantau pencairan BLT di Kantor Pos Cabang Serang ini mengaku, dirinya sudah menginstruksikan kepada aparatur di bawahnya untuk tidak melakukan pemotongan dengan alasan apa pun. “Sesuai dengan instruksi Pak Wali (Penjabat Walikota Serang Asmudji HW,red) tidak boleh ada potongan apa pun. Saya nanti akan langsung cek informasi ini,” tegasnya.

Anis mengatakan, pemberian bantuan kepada RTM yang belum mendapatkan jatah BLT sah-sah saja dilakukan oleh penerima BLT. Kendati demikian, pemberian tersebut tidak boleh dikoordinir dan dibatasi jumlahnya. “Kalau ikhlas dan tidak dipatok, sah-sah saja. Dan yang penting tidak dikoordinir,” ujarnya.

Secara umum pencairan dana BLT di Kantor Pos Serang berjalan lancer. Antrean yang terjadi di lokasi ini tak begitu pun. Sejumlah aparat keamanan, baik dari TNI/Polri juga tampak berjaga-jaga di tiga titik loket pencairan.

Yang menarik, sejumlah warga mencairkan dana untuk keluarga miskin ini datang dengan menaiki sejumlah kendaraan roda dua. Sehingga area parkir di kantor yang berada di perempatan Jalan Diponegoro tersebut terlihat penuh sesak. Bahkan ada beberapa warga yang antre mengambil BLT dengan mengenakan aksesoris barang berharga di tubuhnya dan menggunakan telepon genggam. “Ngembil BLT mah aje gawe handphone geh (Kalau mau mengambil dana BLT jangan bawa handphone,red),” sindir seorang warga kepada warga lainnya yang asyik menelepon dengan telepon genggamnya.

Agusdiyani, anggota Komisi II DPRD Kota Serang yang melakukan pemantauan di Kecamatan Curug tak menampik adanya warga berpenampilan kaya yang datang untuk mengambil BLT. “Kita juga mendapat laporan, orang-orang yang tidak masuk kategori miskin ternyata masih dapat BLT. Ini karena data yang digunakan adalah data 2005,” terangnya.

Sementara Ade Muchlas Syarief, anggota DPRD Banten dan bakal calon walikota Serang yang melakukan pemantauan di Kantor Pos Cabang Serang menegaskan, dana BLT ini tidak boleh menjadi program permanen pemerintah. “Kalau untuk sesaat, ini cukup untuk mengobati dampak kenaikan harga BBM,” ujar Ade yang didampingi Thoyib Fanani, Ketua Tim Pemenangan Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois.

Dikatakan Ade, untuk memperbaiki ekonomi masyarakat, pemerintah pusat harus membuat program lebih nyata dengan bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kalau bantuan BLT ini permanen akan berbahaya bagi psikologi masyarakat yang akan ketergantungan pada bantuan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, data Kantor Pos Cabang Serang menunjukkan, jumlah RTM penerima BLT untuk wilayah Kota Serang sebanyak 23.603. Jumlah ini tersebar, di Kecamatan Cipocok Jaya sebanyak 2.387 RTM, Kecamatan Serang sebanyak 6.341 RTM, Kecamatan Walantaka sebanyak 2.845 RTM, Kecamatan Kasemen sebanyak 7.385 RTM, Kecamatan Curug sebanyak 2.629 RTM, dan Kecamatan Taktakan sebanyak 2.016 RTM. Dari jumlah ini, sebanyak 366 RTM diusulkan diganti karena meninggal dunia tanpa ahli waris, pindah lokasi tempat tinggal, berkurang jumlah tanggungan keluarga, dan salah pengetikan nama. “Usulan penggantian ini sekitar 1 bulan. Sehingga penerima pengganti baru bisa mencairkan pada bulan depan,” terang Kiagus Muhammad Amran, Kepala Kantor Pos Cabang Serang. (qizink)

 

[Cerita Rakyat] Leher Paling Seksi

26 Mei

Tahukah Anda, siapakah yang punya leher paling seksi? Apakah Julia Robert, Tamara, Krisdayanti, atau artis lainnya…. ? hmmm… 🙂

Kalau aku sih punya penilaian sendiri, yang punya leher seksi adalah RAKYAT… ya R-A-K-Y-A-T… Ah, pasti Anda kira saya sedang becanda… Tidak, saya sedang tidak bercanda…. saya bersungguh-sungguh (walau tak bersumpah) bahwa leher rakyat itu seksi… buktinya leher rakyat selalu dianggap memikat oleh penguasa kita untuk dicekik, atau dihisap darahnya oleh ‘drakula’ penguasa… kapan saja, di mana saja, leher rakyat selalu nikmat untuk disantap sang penguasa….

Siapa sih RAKYAT?

Rakyat itu orang biasa. TITIK! Pekerjaannya aja cuma sederhana yaitu BERKORBAN. Dari jaman baheula hingga jaman ayeuna , rakyat hanya bertugas untuk berkorban. Di jaman penjajahan, rakyat berkorban mati-matian (hingga mati beneran) untuk mendapatkan kemerdekaan. Setelah merdeka, rakyat juga berkorban untuk pembangunan. Harta dan harga diri mereka sampai rela dikorbankan oleh pemerintah untuk pembangunan. saat ini, saat negara bangkrut karena APBN nggak empot-empotan menghadapi serangan tingginya harga minyak mentah, rela juga berkorban. Mereka rela subsidi BBM dikurangi, hingga harga BBM melambung tinggi. Mereka rela buat menyelamatkan kebangkrutan negara dengan pasrah membeli sembako yang semakin mahal.

Koq rakyat sih yang berkorban, kenapa tidak para pejabat yang sudah kaya raya??? Anak yang nggak lulus SD saja tahu kalau pejabat kita emang mau enaknya doang! Rakyat diminta berkorban untuk berhemat, sementara mereka menghambur-hamburkan uang. Mana mau mereka berkorban, misalnya tak lagi beli bahan bakar dengan dibiayai negara, tak lagi menjamu tamu berlebihan di hotel mewah, tak lagi dijamin dana tunjangan komunikasinya, tak lagi dijamin rumah dinasnya…..

mereka sudah sangat kelewatan, jadi jangan berharap pejabat kita itu akan berkorban… mereka itu sudah lupa diri, karena tak tahu bahwa status mereka itu adalah wakil RAKYAT atau abdi masyarakat yang seharusnya melayni masyarakat…. bukannya malah memaksa rakyat untuk terus berkorban….

Maaf, kepada para pejabat… ini hanya igauan saya! Anggap saja ini hanya cerita rakyat atau dongeng sebelum tidur saja… maklum saja leher saya tidak terlalu seksi dan kuat buat menahan pegal-pegal ini… sekarang saya mau tidur dulu peace deh ah! 😀 (qizink)

sumber gambar : http://www.ovationtv.com

 

Detik-Detik Kenaikan Harga BBM

24 Mei

Pemerintah pinter banget bikin penasaran, deg-degan, cemas, tegang, marah, dan kalang kabut. Tapi ada juga koq yang tersenyum (ini hanya dirasakan petinggi negara).

Jumat (23/5) Jam 09.30

Kantor memintaku memantau sejumlah SPBU di Kota Serang. Aku meluncur dengan motor bututku.

sejumlah warga kecewa saat premium di SPBU 34-42113, yang berlokasi di Jalan Sudirman, habis. Akibatnya, sejumlah pemilik kendaraan terpaksa harus membeli BBM jenis pertamax dengan harga hampir dua kali lipat dibandingkan harga premium.

Warga yang biasanya membeli premium dengan harga Rp 4.500/liter harus membeli pertamax dengan harga Rp 8.950/liter. “Terpaksa saya membeli pertamax, karena bensin di motor saya sudah tipis,” terang seorang pengemudi sepeda motor.

Askari, pengawas di SPBU setempat mengakui berkurangnya persediaan premium. Dikatakan, minimnya persediaan premium ini terjadi sejak mulai dikuranginya pengiriman bahan bakar dari Gerem, Cilegon. Dikatakan, bahan bakar premium yang biasanya dikirim sebanyak 32 kilo liter (kl) dikurangi menjadi separuhnya atau 16 kilo liter (kl) per hari. “Ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Saya tidak tahu penyebabnya. Mungkin terkait rencana kenaikan,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dialami warga di SPBU 34.42103 di Jalan  Yusuf Martadilaga, Serang. Selain sulit mendapatkan premium, warga juga kecewa karena harus dibatasi dalam pembelian. Pembatasan pembelian ini berlaku untuk semua jenis BBM berdasarkan jenis kendaraan. Untuk pembelian premium, pengemudi sepeda motor dibatas Rp 15 ribu, kendaraan pribadi Rp 75 ribu, dan angkutan umum Rp 100 ribu. Sedangkan untuk jenis solar, kendaraan pribadi Rp 75 ribu, angkutan umum Rp 100 ribu, sedangkan bus dan truk Rp 250 ribu.

 Hingga siang, belum ada antrean berarti

Jumat (23/5) Jam 16.00

Balik ke kantor buat nulis hasil liputan… badan pegel juga. Untung tadi siang, temen kantor ngajak makan nasi timbel dengan menu sayur asem, lalap, ikan asin, dan sambal yang mantap….

Jumat (23/5) Jam 18.00

Telepon di kantor berdering. Ada telepon dari warga yang mengabarkan SPBU di Kota Serang telah diserbu warga yang hendak antre BBM. Ini sudah tradisi setiap harga BBM akan naik. Fotografer meluncur duluan untuk mengambil gambar. Aku menyelesaikan tugas berita.

Jumat (23/5) Jam 20.30

Pulang ke rumah. Sebetulnya aku sudah sejak sore tadi pengen balik. Pembantu di rumah kecelakaan. Matanya kelilipan serbuk kayu hingga perih. Tapi aku sudah minta tolong office boy buat membelikan obat yang dipesan isteriku.

Saat pulang aku melewati sebuah SPBU. Antrean semakin panjang. Aparat keamanan tampak berjaga-jaga.

Jumat (23/5) Jam 21.45

Bareng isteri liat nonton SCTV Award sambil diselengi Indonesia Idol. Sesekali chanel pindah TVOne buat liat dialog rencana kenaikan harga BBM. Kebetulan di TVOne muncul wajah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang konferensi pers terkait rencana kenaikan harga BBM. Wajah wapres kita itu begitu sumringah bahkan sambil tertawa-tawa jelang kenaikan harga BBM. Aku malas melihatnya! chanel kupindah lagi ke RCTI nonton AJI, peserta Indonesian Idol nyanyi ‘Ketahuan’ dengan gaya swing yang gokil banget. 🙂

Tiba-tiba muncul Breaking News di RCTI. Menkeu Sri Mulyani mengumumkan kenaikan harga BBM. Wajah Sri Mulyani tak seperti Wapres, walau pede tetep aja ketegangganya keliatan. Hmmm… BBM akhirnya naik juga!

Jumat (23/5) Jam 23.15

Pengurus DPD PAN Kota Serang Thoyib Fanani tiba-tiba menelpon. Aku pikir ini terkait masalh pilkada Kota Serang, ternyata masih ada kaitannya juga dengan kenaikan harga BBM. “MAhasiswa Untirta demo di depan kampus. Mereka blokir jalan sambil bakar ban. Macet,” kata Thoyib.

Sabtu (24/5) Jam 00.02

Anita Yosihara, wartawan Kompas yang bertugas di Banten kirim pesan singkat.

 “Kawan!!! Genting sekali malam ini. Sirine meraung-raung di jalanan, polisi berlalu lalang, rakyat berbondong2 menyerbu SPBU, serasa mau perang… Rakyat semakin payah, sementara di Jakarta sana, pemimpin kita berteriakmenantang,”hai rakyat, siap2 saja menunggu pengumuman kenaikan harga BBM”. Sungguh menegangkan, saat2 menanti 00.00. Percayalah, esok hari saat kau bangun, dunia benar2 sudah berubah!!! pita hitam untuk bangsa”

Aku tak perdulikan SMS Anita. Terus nonton Idol sampe Dela disingkirkan dari panggung spektakuler. Setelah itu baru aku pulezzzzzzzzzzzzz!

Sabtu (24/5) Jam 08.30

Pesan singkat dari redaktur meluncur ke HP-ku. “Coba pantau, kabarnya sopir angkot ada demo.”

Sabtu (24/5) Jam 09.00

Siap-siap jalankan tugas kantor. Muter-muter keliling Kota Serang, ternyata tak ada demo angkot. Mampir ke SPBU, isi bensin. Sejak semalam bensin motorku sebenarnya sudah tipis, tapi aku malas ikutan antre. Pagi ini akhu harus bayar Rp 12 ribu untuk dua liter bensin. Padahal biasanya aku ngisi Rp 10 ribu untuk dua liter lebih. Tak terasa, sepanjang malam ini, nilai uangku semakin tak berharga.!! :((