Archive | Link RSS feed for this section

Apa yang Kau Dapat dari Spanduk Caleg

6 Feb

Setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa calon anggota legislatif (caleg) terpilih berdasarkan suara terbanyak, seluruh caleg berlomba-lomba menarik simpati masyarakat, baik yang bernomor urut kecil maupun besar. Beragam media dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dirinya, yang terbanyak adalah spanduk, baliho, banner, dan stiker.

Qizink La Aziva-Bnten

Dalam sebulan terakhir, sudut-sudut Kota Serang dipenuhi ragam media sosialisasi caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2009. Daerah pinggiran Kota menjadi sentra para caleg untuk memasang media sosialisasinya, karena jalur protokol sudah menjadi medan terlarang untuk sosialisasi diri.
Yang paling mencolok adalah di komplek-komplek perumahan. hampir di setiap gerbang komplek perumah dipastikan dipenuhi puluhan spanduk dan baliho beragam ukuran milik caleg. Dengan pemasangan yang tidak tertata, keberadaan media sosialisasi ini membuat pemandangan komplek perumahan menjadi semrawut.
Selain komplek perumahan, area yang kerap menjadi incaran para caleg untuk memasang media sosialisasinya adalah perempatan jalan dan pohon besar. Sehingga tak aneh, jika dalam satu pohon terdapat 3 hingga lima poster caleg. 
Selain tampak semrawut, materi yang dituangkan dalam media sosialisasi para caleg juga terkesan standar. Secara umum, materi kalimat yang tertuang dalam spanduk para caleg adalah nama, nomor urut, dan tanda contrengan. Sedangkan kalimat yang digunakan hanya ‘Mohon Do’a dan Dukungan’ dengan ditambahi kalimat standar untuk menarik hati rakyat, misalnya berbunyi ‘Maju Bersama Rakyat’, ‘Peduli pada Rakyat’, dan sebagainya. Untuk mempercantik tampilan, dalam spanduk dihiasi wajah caleg dengan berbagai pose ditambah logo partai serta tokoh nasional yang sedang digadang-gadang bakal maju menjadi calon presiden. Potret Soesilo Bambang Yudhoyono banyak dipakai para caleg dari Partai Demokrat, foto Megawati ikut menghiasi caleg PDI Perjuangan, Sultan Hamengkubowono juga ada di beberapa spanduk caleg partai RepublikaN.
Yang tak kalah menarik adalah materi sosialisasi yang disuguhkan para calon anggota DPD. Karena dalam kertas suara, calon anggota DPD bakal dilengkapi foto diri calon yang tampil secara eksentrik bahkan hingga terkesan berlebihan. Ada calon DPD yang misalnya memasang fotonya dengan sorban, padahal sorban itu tidak menjadi identitas pribadinnya yang melekat dalam keseharian hidupnya. Sementara untuk calon DPD dari kalangan perempuan, fotonya ditampil secantik mungkin dengan tata rias wajah yang wah.
Hanya ada satu dua caleg yang berani menampilkan isi kalimat berbeda dalam spanduknya. Thoyib Fanani, caleg DPRD Banten dari daerah pemilihan Kabupaten/Kota Serang misalnya, berani tampil kreatif dengan memanfaatkan kalimat ‘Belok Kiri Langsung’ dalam poster kampanyenya. Sehingga poster yang banyak dipasang di tiap perempatan jalan ini kerap menjadi perhatian pengguna jalan.
Rudi Kurniadi, caleg DPRD Kota Serang dari daerah pemilihan Kecamatan Serang juga berani tampil beda. Dalam media sosialisasi yang dibuatnya, Rudi hanya menampilkan puisi yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk tepat dalam memilih calon pemimpin. Tak ada kalimat langsung yang secara khusus untuk mengajak masyarakat agar mencoblos dirinya. Selain itu, potret dirinya juga dibuat hanya dalam bentuk sketsa. “Saya memang ingin tampil beda. Saya tidak menampilkan diri saya sendiri dalam kampanye. Saya juga tak mau menonjolkan diri saya pribadi, karena saya menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya hanya mengajak mayarakat agar betul-betul memerhatikan calon pemimpin yang akan dipilihnya,” ujar Rudi memberi penjelasan tentang materi media sosialisasinya.
Di mata Ahmad Supena, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Untirta, sebagian besar materi yang digunakan para caleg hanya menonjolkan ego masing-masing caleg. Hal ini terlihat dari materinya yang lebih mengedepankan sisi individu caleg. “Saya nilai materinya masih bersifat narsis,” ungkapnya.
Menurutnya, materi sosialisasi caleg lebih baik berisi tentang visi misi para caleg bila mereka terpilih. “Selama ini yang muncul hanya data pribadi. Sementara masyarakat tidak diberitahu lewat media kampanye tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan untuk masyarakat bila mereka terpilih. Masyarakat hanya disuguhi nama dan potret caleg tanpa diberitahu apa yang akan mereka lakukan setelah jadi anggota legislatif,” ujarnya. (*)

Ngintip Jenis Kelamin Pembaca Blog

7 Mei

Mungkin saja ada yang penasaran, apa jenis kelamin pembaca blog kita? apakah lebih banyak pria atau wanita… atau mungkin waria 😀 ?

Kalo pengen tahu, kamu bisa ngeceknya lewat ini http://adlab.microsoft.com/Demographics-Prediction/DPUI.aspx

Kamu tinggal masukkin aja url blog kamu, dan tunggu hasilnya. Selain mengetahui jenis kelamin pengunjung ada juga keterangan tentang prediksi umurnya???

Sok… silahkan intip saja banyak mana jenis kelamin pengunjung blog kalian??? ciaw!!!! 😀

 

Apa Perlu Dibalez???

23 Jan

Pagi-pagi, ringtone telepon genggamku berbunyi sebagai tanda pesan singkat datang. Dengan mata masih setengah ngantuk, kubuka pesan singkat dari seseorang tak dikenal. SMS  yang dikirim lewat nomor +6281911105XXX itu hany berisi kalimat sederhana.

Hi sapa niy? Leh knln g? Blz ya! Thks
Perlu nggak SMS ini dibales?????

Menunggu Adelia Dan Astrid

3 Nov

Nggak biasanya, baru juga jam 13.00 sebagian besar berita anak pers kampus dah beres gw edit. Padahal biasanya mereka molor sampe jam 17.00 buat ngerampungin tulisannya.
Emang sih, minggu lalu gw udah ngewanti-wanti ke crew pers kampus buat mempercepat tugasnya, berita nggak usah diketik semuanya pada hari Sabtu. Mereka bisa nyicil di hari laen.
Loh, terus apa hubungannya semua ini dengan artis Adela dan Astrid?
Nah ini dia, tadi kan gw udah ngasih tahu kalo sebagian besar berita dah selesai. Tapi masih ada dua berita lagi yang lom selesai, yakni cerita tentan Astrid yang lagi promo di SMAN 1 Serang dan SMAN 1 KS, serta tentang Adelia yang lagi jumpa fans sekaligus nyaksiin lomba dancer di Mayofiel Cilegon.

So aku kudu nunggu reporter pers kampus yang lom juga balik.
Untungnya yang lagi diliput dua artis cantik, kalo bukan gw pending aja tuh berita….. AKhirnya gw kudu pulang sore lagi buat nungguin berita tentang Adelia dan Astrid…
Hmmm!!

4-astrid.jpg

Nih poto hasil jepretan hilal waktu Astrid si SMAN 1 Serang