Pesan Politikus Pada Anaknya

10 Des

anakku,

menjadi politisi tak perlu sekolah

pendidikan cukup jadi wacana di meja rapat

atau obrolan ringan di meja makan

ijazah?

aha, mudahlah itu dibuatnya

 

anakku,

menjadi politisi ulung itu gampang

asal bisa bersilat lidah

 

anakku,

untuk menjadi pengusaha tak perlu kerja keras

kerja keras hanya ada pada dongeng

dari orang tua

 

anakku,

menjadi pengusaha sukses itu gampang

asal bisa membangun koneksi

dan rajin bagi-bagi komisi

27 Tanggapan to “Pesan Politikus Pada Anaknya”

  1. namada Desember 11, 2008 pada 2:24 am #

    pertamax..
    bisa bermakna ambigu sajak diatas😀
    kalo saia nangkepnya, sebegitu parahnya pejabat2 kita sehingga tak perlu ilmu utk meraihnya..😦

  2. geRrilyawan Desember 11, 2008 pada 3:18 am #

    gawat ini pesannya…pak politikus kok bisa ngasih petuah ngawur gitu lho…
    jangan jadi politikus mas…

  3. Lumiere Desember 11, 2008 pada 6:29 am #

    Pesan bapak yg saya tangkap:
    “Yuk rame2 jadi politikus busuk” eh, iya yah??!🙄

  4. langitjiwa Desember 11, 2008 pada 8:11 am #

    kang,setelah aku membaca komenmu diblog,nuhun pisan sdh ukt berbagi dgnku.
    setelah aku simak dan aku rasakan memang ada yg salah dlm penulisannya itu.
    betul,pengendapan blm begitu maksimal dalam prosesnya. Sekali lagi matur suwun sangat.
    Ini yg aku suka darimu,berbagilag utkkku yg masih hijau dalam dunia kata-kata.

    **

    kalau tdk keberatan,minta alamat rumah sampean,kang.( Via email saja )
    ada sedikit oleh2 dari Sidoarjo.Kalau sdh sampai nanti jgn dilihat dari apa yg aku kirim,ini semua ukt menjalin silahturami,walau saat ini masih saling menyapa di dunia maya.

    Sebelumnya terima kasih banyak atas koreksinya,utk waktu yg akan dtg akan aku coba utk mengendapkannya lebih lama dan utk lebih di asah kembali.
    oh iya,kalau tdk ada halangan buku Antologi Puisi akan terbit,kang. Doakan agar lancar2 selalu.
    Salam juga buat istri dan anakmu,juga bayi yg ada didalam kandungan,hehe..

    Salamku,
    Langitjiwa.

  5. easy Desember 11, 2008 pada 8:19 am #

    sepertinya sih.. itu politikus yang bener2 tikus yang suka kasih nasehat seperti itu😀

  6. azlankadir Desember 11, 2008 pada 9:39 am #

    salam kenal mas……politikus ya…

  7. langitjiwa Desember 11, 2008 pada 10:29 am #

    kang,alamat rumahmu yg kau tulis di komenku,aku hapus.Karena apa? utk menghindar ihal2 yg tdk diinginkan dari org2 yg tdk bertanggung jawab,hehehe..( sdh aku tulis )

  8. bluethunderheart Desember 11, 2008 pada 11:23 am #

    Kang……..
    pesan ini aku taruh di lipatan kantong asaku kelak
    Kang…….
    bias asa ini tetap ku letakkan di dekat pajangan ingatanku
    Kang……….
    senang membacanya aku, kang!

    salam hangat selalu

  9. edratna Desember 11, 2008 pada 11:56 am #

    Pesan politikus di atas bisa menyesatkan lho.
    Secara moral, menjadi politikus lebih berat, apalagi jika menjadi anggota Dewan yang mengatasnamakan rakyat. Selain harus berpendidikan, juga harus mengemban amanah, peka terhadap kebutuhan orang lain…dan karena beratnya, saya tak ingin menjadi politikus, karena belum tentu sanggup mengemban amanah yang berat itu.

    Saya ingat pesan bos dulu, bagi orang yang berbuat salah, namun tak mendapat hukuman di dunia, masih ada hukuman di akhirat.

  10. kweklina Desember 11, 2008 pada 12:06 pm #

    Walah..kok..pesannya begini…

    apa jadi negara Indonesia kalau lahir politikus begitu…yang berpendidikan aza masih kocar-kacir,Indonesia dibuatnya, apalagi tanpa pendidikan…

    yang kerja keras aja masih susah jadi pengusaha…jangankan jadi pengusaha..asal mampu menghidupi keluarga itu sudah jauh lebih baik…

    wah..bingung menangkap pesan yang mau disampaikan,maklum orang awam…

  11. Masenchipz Desember 11, 2008 pada 12:10 pm #

    he..he.. kalo bersilat lidah mending.. kalo silatnya membuat orang terluka karena politik.. gimana ya om.. he..he..

  12. elly.s Desember 11, 2008 pada 1:26 pm #

    hhihihihihi..
    kritik yg pedes..
    pasti banyak yang blingsatan…

  13. dwihandyn Desember 11, 2008 pada 3:18 pm #

    Hmmm….🙄

  14. goenoeng Desember 11, 2008 pada 3:26 pm #

    hehe, kena banget ya…

    berminat jadi politikus, kang ?😀

  15. troyzen Desember 11, 2008 pada 3:35 pm #

    ayah…..
    aku tak mau menjadi apapun yg ayah katakan….
    aku hanya mau mnjadi seperti ayah….
    yg bisa berkata-kata apa aja..
    bukankah dgn bgitu aku sudah menjadi semuanya????
    menjual kata²ku….aku mnjadi pengusaha
    berbicara di depan orang banyak aku menjadi politikus….
    ayah aku hanya ingin menjadi sepertimu….

  16. Sawali Tuhusetya Desember 11, 2008 pada 3:58 pm #

    wah, liriknya sarat parodi, mas qizink, hehehe …. kalau menurut saya, politikus yang memberikan pesan “hancur2an” seperti itu kepada anaknya masuk kategori politikus hitam dan busuk.

  17. yulism Desember 11, 2008 pada 4:28 pm #

    Jika demikian adanya dalam dunia nyata, maka Politikus memang sudah tidak memiliki hati nurani sama sekali. Anak sendiripun diracuni… 😦 Thanks

  18. Donny Verdian Desember 12, 2008 pada 2:19 am #

    Anakku, menjadi orang baik justru amatlah susah.
    Makanya tak perlulah menjadi seperti itu🙂

    Tulisan yang mengena… Khas Indonesia huahuahua

  19. okta sihotang Desember 12, 2008 pada 8:48 am #

    sebenarnya menjadi seorang politikus itu TERGANTUNG ke kepribadian masing2, bisa aja menjadi jahat dan bisa saja menjadi baik…
    mirisnya general politikus itu JAHAT..

  20. Jay Desember 12, 2008 pada 9:28 am #

    Inimah pesan seorang Bapak yg tidak benar..
    Kwakakakakakaka

    Ngak patut ditiru…
    Tapi mungkin itulah gambaran seorang politikus dan pengusaha…
    Politikus harus pandai bersilat lidah dan pengusaha harus punya banyak koneksi dan pandai bagi2 komisi.

    Tapi ini harus kita rubah lohhhhhh. Jangan terus 2 begini. Bisa hancur kita

  21. ikhsan Desember 12, 2008 pada 9:59 am #

    untung aku belom punya anak…

  22. ourkami Desember 12, 2008 pada 10:01 am #

    terus…
    anakku,
    jadi kaya itu gampang
    asal bisa memutarbalikan fakta dan memainkan uang
    (ups…tralu kasar ya…)

  23. suhadinet Desember 12, 2008 pada 1:42 pm #

    Pedas, seperti tamparan di pipi.
    Tapi apa para orang yang berkulit badak itu bisa merasa ya? Jangan-jangan dianggapnya seperti garuk pada kulit yang gatal….

  24. Cak Win Desember 13, 2008 pada 2:42 am #

    Apasih sebenernya politikus itu????

  25. idawy Desember 13, 2008 pada 8:03 am #

    Mudah2an pesan di atas hanya ada di Republik Mimpi ya Pak..
    meski realitanya seperti itu tp saya selalu berharap makin hari negara kita ini semakin dipenuhi oeh para politikus yg berjiwa bersih..

  26. Daniel Mahendra Desember 14, 2008 pada 12:37 am #

    Semoga ini hanya terjadi di larik-larik sajak, Kawan.
    Tidak kau ajarkan pada anakmu yang terkasih.
    Ya, semoga.
    Agar kita bisa memutus rantai semacam itu…

  27. retie Desember 14, 2008 pada 2:53 am #

    Waduh koq, pesannya gitu?

    Semoga para politikus ga ada yang berpesan seperti ini ke anak2nya ya,mas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: