Bab Kematian

6 Nov

I

dia tiba

tiba-tiba

 

tak terterka

 

II

selembar daun

kering gugur waktunya

sepucuk daun

basah lalu patah

 

III

kekasih

hanya kau

tak bisa kudamba

tak kuasa kuhela

adanya

 

IV

m        a        u         t

a                             u

u                             a

t         u        a         m

 

V

bila maut menjemput

aku hanya turut

Iklan

40 Tanggapan to “Bab Kematian”

  1. wi3nd November 6, 2008 pada 7:49 am #

    bila waktu..
    tlah menjemput
    teman sejati
    hanyalah amal…

    *jadi in9et la9una opick neeh*

  2. ilalangbasah November 6, 2008 pada 8:00 am #

    nyanyi lagunya Kla ah…
    bila tinggal sehari
    hidupmu di dunia ini
    engkau kan berbuat apa yang tak siasia

    kan ku peluk orang terkasih…

    salam kenal ya…
    fitri,
    http://ilalangbasah.wordpress.com

  3. redesya November 6, 2008 pada 8:23 am #

    Dan kita akan terbaring…
    Terbujur…
    Sunyi…
    Sepi…
    Dan sendiri…

  4. easy November 6, 2008 pada 8:24 am #

    hidup dan mati hanya milik Allah..

  5. FaNZ November 6, 2008 pada 8:45 am #

    ngerii 😦

  6. kucingkeren November 6, 2008 pada 9:17 am #

    …………….

  7. Rindu November 6, 2008 pada 10:38 am #

    bahwa napas suatu hari akan terhenti … hanya masalah waktu kang 🙂

  8. aRuL November 6, 2008 pada 11:24 am #

    kematian adalah takdir.. kita hanya bisa melakukan yg terbaik di dunia ini sebelum maut itu menjemput 🙂
    ada apa? koq puisinya gini? 😀

  9. Panda November 6, 2008 pada 11:34 am #

    wow.. kerennnnn, subhanallah 😦

  10. Sawali Tuhusetya November 6, 2008 pada 11:45 am #

    maut, ajal, alias kematian. inis ebuah peristiwa yang penuh misteri. hanya Tuhan semata yang memiliki hak prerogatifnya. saya kok tertarik dengan tipografi puisinya, mas qizink, sungguh beda dengan tipografi puisi sebelumnya. ini sebuah eksplorasi bentuk yang layak diapresiasi, terutama pada bait “maut” itu.

  11. insansains November 6, 2008 pada 11:56 am #

    ^_^ Tak terkecuali… Semua orang akan mengalaminya..

  12. mikekono November 6, 2008 pada 1:09 pm #

    saat maut menjemput
    semuanya pada beringsut
    saat mau menjemput
    tiada yang mau ikut……..

  13. Namada November 6, 2008 pada 1:20 pm #

    eh?itu tulisannya MAUT bagus yaa..
    seolah menegaskan keberadaannya yang sedekat bayangan dan seintim hela nafas kita..

    terima kash udah berkunjung di http://saimie.wordpress.com/

  14. gajah_pesing November 6, 2008 pada 2:59 pm #

    Jodoh, riski, maut hanya milik Sang Khalik.. Saia pasti turut juga..

  15. Catra November 7, 2008 pada 12:56 am #

    maut…. saya pasti merinding mendengar kata yang stau ini

  16. suhadinet November 7, 2008 pada 2:53 am #

    Bab X
    ulat
    menggeliat lalu
    diam kaku
    bak mayatku
    mengepompong
    pecah
    kupu-kupuku merentang sayap
    terbang

    belajarnulispuisi.com

    Maut adalah kehendaknya. Puisi yang indah mas qizink

  17. Yari NK November 7, 2008 pada 3:59 am #

    VI

    m a u t
    t a m u
    u m a t
    m u a t

  18. qizinklaziva November 7, 2008 pada 6:26 am #

    @ wi3nd
    MAkasih buat balasan puisinya

    @ easy
    Sepakat

    @ FaNZ
    kenapa 😕

    @ kucingkeren
    Komentar yang menakjubkan 🙂

    @ Rindu
    Betul. Apakah kita menunggu waktu atau dikejar waktu?

    @ aRuL
    Kematian tak bisa dihindari. Yang perlu adalah menyiapkan bekal untuk menjalaninya.
    Nggak ada apa-apa koq kalau puisinya jadi gitu…

    @ Panda
    Makasih. Alhamdulillah

    @ Sawali Tuhusetya
    Sepakat Pak Guru. Kematian adalah salah satu misteri yang Allah tunjukkan kepada kita.
    Saya tunggu apresiasi lanjutannya Pak Guru…

    @ insansains
    Kita hanya sedang antre menunggu kematian

    @ Mikekono
    makasih atas bonus puisinya mas!

    @ Namada
    Makasih atas apresiasinya…

    @ Gajah Pesing
    Saya juga nggak bakal bisa ngelak dari takdir itu mas

    @ Catra
    Kenapa merinding?

    @ Suhadinet
    Makasih atas tambahan puisinya. Puisi mas juga indah.

    @ Yari NK
    Aha… Mas Yari melakukan eksplorasi lanjutan dari puisiku… keren juga otak-atiknya!

  19. Ly November 7, 2008 pada 7:37 am #

    Innaillahi Wainna illahi rojiuuuuuuuunnn 🙂

  20. sarahtidaksendiri November 7, 2008 pada 8:29 am #

    ini sebuah postingan yg bkn QTa nyadar, mari merenung bahwa mau benar2 akan dtg,. Mati dan hidup adalah sbeuah kesatuan… 😦

  21. z4n0z November 7, 2008 pada 8:36 am #

    mau pasti akan menjemput kita
    bersiap² lah 😀

  22. Didta November 7, 2008 pada 8:44 am #

    Gimana ya rasanya mati

  23. edratna November 7, 2008 pada 8:54 am #

    Kita memang harus siap setiap saat dikala maut menjemput

  24. septy November 7, 2008 pada 10:11 am #

    wah, jadi merinding…

  25. nono November 7, 2008 pada 10:40 am #

    hi…jadi tatut…

  26. L 34 H November 7, 2008 pada 1:36 pm #

    sepertinay habis perenungan tingkat tinggi nih hehe

  27. gbaiquni November 7, 2008 pada 2:22 pm #

    bersiap…
    selalu bersiap
    berbekal dan bersiap
    menunggu dan bersiap

    [senyum] 🙂

  28. achoey November 7, 2008 pada 2:24 pm #

    dan kita pasti berjumpa dengannya

  29. Daniel Mahendra November 8, 2008 pada 12:57 am #

    Epilognya… Epilognya, Kawan. Uh!

  30. pimbem November 8, 2008 pada 2:16 am #

    maut akan datang tanpa aba2
    maut akan datang tanpa appointment

    so be ready for it!

  31. si Dion November 8, 2008 pada 2:23 am #

    kapanpun.. kapanpun.. sobat. harus dipersiapkan, jika perlu surat wasiat bisa dibuat..

  32. emfajar November 8, 2008 pada 4:35 am #

    maut merupakan mistri ilahi

    tugas kita adalah memperbanyak amal baik selama masih di beri kesempatan untuk hidup 🙂

  33. Gelandangan November 8, 2008 pada 12:03 pm #

    Kemaian. Jodoh semua harus kita serahkan kepadanya kihanya bisa iklas menerimax

  34. love-ely November 8, 2008 pada 6:39 pm #

    Hadir dan meninggalkan alam adalah kuasa-NYA

  35. Dalila Sadida November 9, 2008 pada 5:12 am #

    *bersiap-siap

  36. zoel chaniago November 10, 2008 pada 2:20 am #

    siap siap

  37. vaepink November 10, 2008 pada 5:18 am #

    Semua orang akan mengalaminya tanpa terkecuali…

  38. chic November 10, 2008 pada 8:32 am #

    aduh.. masih soal kematian ya?

  39. latree November 11, 2008 pada 5:52 am #

    siap?

  40. luq Desember 5, 2008 pada 1:33 am #

    siapkah kita???

    salam kenal,

    luq
    http://nurhattaluqmansidiq.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: