Bikin Kompor Serbuk kayu

29 Okt

Lingkungan sekitar bisa menjadi inspirasi sejumlah orang untuk menjadi kreatif. Mahdi Susesno (25), banyak menciptakan sejumlah perkakas dan mesin dengan melihat potensi yang ada di sekitar tempat tinggalnya, di daerah Karangantu, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.

Banyaknya usaha panglong (penggergajian) di Kecamatan Kasemen menjadi salah satu inspirasi bagi Mahdi untuk membuat kompor dengan bahan baku serbuk kayu sisa penggergajian. “Selama ini serbuk kayu itu kurang dimanfaatkan masyarakat,” terang Mahdi, saat menghadap Penjabat Walikota Serang Asmudji terkait rencana keberangkatan dirinya ke Semarang untuk mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional ke-X, Senin (27/10).

Tak perlu modal besar untuk membuat sebuah kompor serbuk kayu ini. Manajer Bengkel Kirno Bersaudara ini mengatakan, hanya dengan bermodalkan Rp 30 ribu dirinya bias membuat sebuah kompor yang bias dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif bahan bakar minyak. Untuk serbuk kayunya sendiri yang sudah dipadatkan, kata Mahdi, harganya hanya Rp 1.000 per plastik. “Satu plastiknya berisi 50 butir. Satu butir bisa bertahan sampai 20 menit,” ungkapnya.

Pria yang tahun ini baru lulus dari STIE Widya Wiwaha Jogjakarta ini mengatakan, kompor-kompor itu sebagian sudah dijualnya ke masyarakat. Kendati demikian, ia mengakui, masyarakat belum begitu banyak berminat untuk menggunakannya. “Budaya masyarakat kita juga belum terbiasa. Kalau tidak ada minyak atau gas, masyarakat lebih memilih langsung kayu bakar,” ujarnya.

Selain membuat kompor berbahan bakar serbuk kayu, Mahdi juga membuat sejumlah mesin yang diharapkan dapat membantu masyarakat, di antaranya adalah mesin perontok padi, mesin penggilingan padi yang menghasilkan beras dengan kualitas bersih, serta mesin penyedot pasir untuk pertambangan. Dikatakan, dari sekian banyak mesin yang dibuatnya, baru mesin penyedot pasir untuk pertambangan yang sudah diberi label. “Saya beri nama mirip nama bengkel kerja saya, yaitu Kirino. Kalau yang lain belum saya namai. Saya membuat mesin penyedot ini karena selama ini penambang tradisional masih menambangnya secara manual,” ujar pria berjenggot ini.

Dikatakan, mesin Kirino buatannya sudah banyak dipesan masyarakat, tak hanya dari Banten. “Dari Sulawesi juga sudah ada yang pesan,” ujarnya seraya menunjukkan gambar rancangan dan spesifikasi mesin penyedot pasir ini.

Mesin penyedot pasir dan kompor berbahan bakar serbuk gergaji ini akan ia bawa ke lomba TTG di tingkat nasional mulai 31 Oktober mendatang.  (qizink)

 

Iklan

15 Tanggapan to “Bikin Kompor Serbuk kayu”

  1. yulism Oktober 29, 2008 pada 3:32 pm #

    Alhamdullilah ternyata masih ada pemuda yang sangat kreatif seperti itu. Sukses selalu buat Mahdi Susesno. thanks

  2. edratna Oktober 30, 2008 pada 12:50 am #

    Waktu kecil saya terbiasa menggunakan kompor serbuk kayu, tapi bikin snediri dari tanah liat, dan dilubanginya dengan pakai botol. Apinya bagus dan merata….

  3. pimbem Oktober 30, 2008 pada 4:48 am #

    mantep!
    keterbatasan bagaimanapun jg menghasilkan kreatifitas… sayang sekal di daerah saya di palembangi blm pnh denger ada kompor serbuk kayu pdhl usaha penggergajian kayu di pinggiran sungai lumayan banyak.

    • Anonim September 26, 2009 pada 3:16 pm #

      hay…………… asssssssssssssssssssssssss
      qta leh gabungkan?//////
      q arif
      law da waktu leh dunk knalan ma q ….
      kirimja mell ke arifrasya@yahoo.co.id ya

  4. Silo Oktober 30, 2008 pada 11:36 am #

    Yup bangsa kita sebenarnay sangat butuh teknologi sederhana namun tepat guna seperti ini… Ndak perlu muluk-muluk tapi akhirnya gagal… yang penting manfaatnya

  5. Daniel Mahendra Oktober 31, 2008 pada 8:57 pm #

    Angkatan muda seperti dia tampak lebih cemerlang ketimbang terlunta-lunta mengais kerja.

  6. mancung64 November 18, 2008 pada 8:56 am #

    Saya juga pernah coba pakai kompor serbuk kayu seperti yang punya mbak Edratna waktu liburan di Yogya tahun kemaren ditempat mertua.Kompornya dari tanah liat, terus tengahnya ditarok botol,kiri kanannya dipenuhi dengan serbuk gergaji/kayu.Kalo udah padat, botolnya ditarik keluar.Hampir mirip anglo.

  7. theo November 24, 2008 pada 8:14 am #

    saya pengen tahu cara bikin kompornya,boleh ga ya? plz kirim ke email.nuwun

  8. asep Oktober 19, 2009 pada 11:58 am #

    mau tau dong cara pembuatan kompor serbuk gergaji, tlg kirim ke email saya

  9. arik Desember 20, 2009 pada 11:50 pm #

    iya neh… cara bikin kompor n bkin bahaan bakar (serbuk kayu yg d padatkan), mau dong di kirim ke email q.. thanx…

  10. sahapi Juni 4, 2010 pada 2:14 am #

    mas mohon kirim cara pembuatan kompornya serta bahan bakarnya untuk keperluan santri pondok pesantren di jember. terimakasih

  11. angga Juli 20, 2010 pada 4:58 pm #

    mas, saya tertarik untuk belajar membuatnya, mohon informasinya tth cara pembuatan dan prinsip kerjanya. trims…

  12. bayu Desember 29, 2010 pada 4:32 am #

    mas minta desain kompor dan cara pembuatannya donk.
    tolong kirim ke email saya yah.
    makasih sebulumnya.

  13. uli Januari 11, 2011 pada 5:46 am #

    bagi teman2 yg butuh srbuk kayu hub saya,ambil sendri gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: