Kematian dan Kehidupan

15 Okt

Membaca postingan mbak Yessy di sini, hampir serupa dengan yang kualami kemaren.

Pagi sekitar pukul 06.00, aku mendapat telepon dari Nida, adikku. Ia mengabarkan kalau bibiku Maria Ulfah (adik kandung almarhum Bapakku) meninggal dunia pada pukul 03.00. Sepuluh menit kemudian, kakak iparku menelpon untuk memberikan kabar yang sama ditambah harapan agar bisa menghadiri prosesi pemakaman yang akan dilangsungkan pada pukul 11.00.

Tanpa diminta kakak iparku pun, aku sudah memastikan akan menghadirinya. Toh perjalan Serang ke Anyer hanya sekitar satu jam. Aku memastikan akan berangkat pada pukul 08.30. Aku hanya perlu izin tak ikut rapat di kantor. APalagi rumah bibiku ini hanya berjarak sekitar 10 meter dari kediaman orangtuaku. Apa kata dunia, kalau aku tak hadir dalam pemakaman kerabat dekatku ini.

Pada pukul 06.30, sperti biasa aku menjadi ‘tukang ojek’ buat isteriku yang hendak berangkat kerja. “Pa, anter dulu yu ke bidan. Pengen periksa nih.”

Sebagai tukang ojek yang baik hati, aku anter istri dan Kafka (anak semata wayangku) ke Bidan Rohmah. Hampir 30 menit saya dan Kafka nunggu di motor. Sementara istri diperiksa bidan. Setelah diperiksa, isteriku memberi kabar. “Postif. Sudah lima minggu. Kafka bakal punya adik.”

Ya Allah, baru saja mendapat kabar tentang kematian kerabat dekatku. Kini aku mendapatkan kabar tentang kehamilan isteriku. Jarak kematian dan kehidupan ternyata tipis.

Terus terang aku pada saat itu masih bingung mengungkapkan perasaanku. Apakah harus bersedih karena kerabat dekatku meninggal dunia, atau harus bahagia dengan kabar kehamilan isteriku? (qizink)

32 Tanggapan to “Kematian dan Kehidupan”

  1. yessymuchtar Oktober 15, 2008 pada 8:30 am #

    semoga jabang bayinya sehat selalu.
    bundanya juga harus jaga kesehatan

    senangnya kafka bakal punya adek

    almarhum juga pasti tersenyum karena liat dia punya pengganti dikeluarga ini…

  2. Rindu Oktober 15, 2008 pada 9:53 am #

    Selalu ada yang datang dan yang pergi dari hidup ini ya kang … dan selamat menjadi Ayah lagi yah.

    *apa rasanya yah jadi Ayah* MIMPI, lah saya kan perempuan gak mungkin jadi Ayah🙂

  3. kucingkeren Oktober 15, 2008 pada 12:13 pm #

    aduh komentarnya harus bagaimana nih?? pertama selamat dulu deh si sulung bakal punya adik lagi… kedua, ikut berduka ya kang.. semoga arwah almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi ALLAh Yang Maha Agung…

  4. imankristen Oktober 15, 2008 pada 2:41 pm #

    Lebih pilih mana:

    1. Mati dalam kehidupan
    2. Hidup dalam kematian

    Atau ngak hidup ngak mati?

  5. s H a Oktober 15, 2008 pada 5:36 pm #

    selamat pak. . . syukuri slalu pemberian Allah. . . ^^

  6. aRuL Oktober 15, 2008 pada 8:06 pm #

    itulah kekuasaan Tuhan yang diberikan kepada manusia, sy turut berduka cita, dan juga saya turut berbahgia atas kehamilannya..
    *oia nama Maria Ulfah kayaknya terkenal itu yakz? *

  7. nie Oktober 16, 2008 pada 1:46 am #

    turut berduka cita dan selamat berbahagia. segala sesuatu di dunia ini sungguh tak terduga ya?

  8. bisaku Oktober 16, 2008 pada 2:07 am #

    Ada kehidupan … ada perpisahan … semuanya dirangkai menjadi suatu lagu yang memiliki tema berbeda, tergantung dari sudut mana penikmat mendengarnya.

  9. hanggadamai Oktober 16, 2008 pada 2:16 am #

    siaga terus ya mas..

  10. Sawali Tuhusetya Oktober 16, 2008 pada 2:18 am #

    saya ikut berduka cita atas wafatnya almarhumah bibi mas qizink, semoga diampuni segala dosanya dan dilapangkan jalan menuju ke haribaan-Nya. sekaligus juga selamat atas amanat yang diberikan Tuhan lewat istri Mas qizink yang bakal dapat momongan lagi. dua kejadian yang kontras, suka dan duka, tapi begitulah dinamika hidup, ada saatnya datang ada juga saatnya pergi.

  11. wi3nd Oktober 16, 2008 pada 7:16 am #

    ikut berduka atas meninggalnya sang bibi,semo9a amal ibadah beliau diterima oleh ALLAH SWT ,&kel.yang ditinggalkan diberi ketabahan&kesabaran,amiin..

    selamat untuk kehamilan istri anda ya..

    begitulah kehidupan,ada yang datang ada yang pergi
    sedih&bahagia adalah 2 hal yang berkaitan dlm hiudp,semua sudah ada yg mengatur..

  12. kangharis Oktober 16, 2008 pada 8:18 am #

    duka adalah manusiawi
    dan mengambil hikmah adalah manusiawi pula
    tegar adalah manusiawi
    dan menjadikan ibrah untuk perbaikan adalah manusiawi pula

    ketegaran adalah bagian darimu sahabat🙂

  13. OktaEndy Oktober 16, 2008 pada 12:54 pm #

    wah.. mau koment apa bingung, situasinya bertolak belakang gitu..
    tapi 2 hal itu memang kadang saling “berdekatan” entah kenapa..

  14. Daniel Mahendra Oktober 16, 2008 pada 7:11 pm #

    Bukankah ini dialektika kehidupan, Kang Qizink.
    Berduka cinta dan selamat…

    http://www.danielmahendra.com/2008/10/11/datang-dan-pergi/

  15. bayu200687 Oktober 17, 2008 pada 3:50 am #

    yosh….!
    kematian lebih dekat daripada tali sandal kita…

  16. easy Oktober 17, 2008 pada 7:50 am #

    begitulah kehidupan ya Bang…
    ada suka ada duka
    ada kabar bahagia ada kabar musibah..

  17. okta sihotang Oktober 17, 2008 pada 7:53 am #

    bingung ??
    ngupil aja, pasti ada jalannya😉

  18. wi3nd Oktober 17, 2008 pada 8:35 am #

    [o0T]
    kan9 jadi tar9et daklu,diambil yakh awardnya..:)

  19. nh18 Oktober 17, 2008 pada 9:15 am #

    Pak Q-Zing
    Hmmm … masing-masing ada porsi nya ya pak …
    Saya Turut berduka atas meninggalnya Adik Ayah pak Q Zink …
    dan …
    Saya turut berbahagia atas kehamilan istri Bapak …

    Jaga kesehatan ya Pak …

  20. mikekono Oktober 17, 2008 pada 12:18 pm #

    biarkan mengalir apa adanya……
    sesuaikan dengan TKP…..heheheee
    sedih dulu baru gembira

  21. emfajar Oktober 17, 2008 pada 11:34 pm #

    yah itulah hidup,, ada yang datang dan pergi tak ada yang selamanya🙂

  22. vaepink Oktober 18, 2008 pada 4:18 pm #

    Saya ikut berduka ya Pak…., semoga almarhum diterima disisi Allah ditempat yang paling indah dan selamat atas kehamilan istri bapak…

  23. Abeeayangâ„¢ Oktober 19, 2008 pada 9:24 am #

    turut berduka

  24. nina Oktober 19, 2008 pada 10:35 am #

    tuurut berduka cita yaatas wafatnya sang bibi
    N selamat yaa bwt kehamilan sang istri (^_^)

  25. septy Oktober 19, 2008 pada 12:10 pm #

    turut berduka tuk berita dukanya,
    dan turut bersuka cita dan mendoakan yg terbaik tuk berita bahagianya…

  26. ulan Oktober 20, 2008 pada 1:39 am #

    wah saya harus berduka cita atau bersuka cita??

  27. zoel chaniago Oktober 20, 2008 pada 3:31 am #

    smua itu realita hidup pak

  28. langitjiwa Oktober 21, 2008 pada 6:03 am #

    semua khbar yg kita terima,sdh seharusnya kita terima . apapun itu .
    ini anak yg keberpa,kang?
    oh iya salam buat istrimu,doaku agar sehat2 selalu buat ibu dan bayinya.

  29. chic Oktober 21, 2008 pada 8:49 am #

    saya hamil hanya sebulan setelah Ayah saya meninggal..🙂
    sangat tipis tampaknya memang.

  30. sarahtidaksendiri Oktober 21, 2008 pada 12:17 pm #

    turut berduka cita…yg milikNya, pasti mmg kembali padaNya…. Hidup mmg selalu memberikan hal yg fantastis…termasuk ttg kelahiran dan kematian….🙂

  31. audy Oktober 21, 2008 pada 3:39 pm #

    ikut berduka cita yaaah mas….trus juga congrats mo punya baby lagi. Begitulah di dunia ini..ada kehidupan selalu ada kematian….semoga kita selalu dalam lindungan Nya. Amien

  32. emiko Oktober 22, 2008 pada 10:00 am #

    Tuhan memang sudah merencanakan segalanya
    Serahkan pada dia, dan kita ikuti saja petunjukNya

    turut berduka dan bersuka
    salam saya
    EM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: