Hujan

21 Sep

selepas senja

hujan tak juga mereda

angin semakin membadai

menampari jiwamu yang sunyi

“apakah air mata bisa menjadi permata”

 

di matamu

kulihat hujan menganak sungai

mengantar matahari menutup pintu jendela

“jejak di tanah belum juga punah”

 

Banten, 2008

Iklan

34 Tanggapan to “Hujan”

  1. Gelandangan September 21, 2008 pada 10:31 am #

    Apakah maksudnya disini hujan itu adalah air mata mas ??????

  2. mantan kyai September 21, 2008 pada 11:15 am #

    cup cup cup. kenapa menangis mas??? sini sini sama oom 😀

  3. tantikris September 21, 2008 pada 1:34 pm #

    aku merindukan hujan…
    disini panaaaas kering kerontang….

  4. emfajar September 21, 2008 pada 1:59 pm #

    sepertinya postingan yang menggambarkan hati yang sedih 😦

  5. AngelNdutz September 22, 2008 pada 5:29 am #

    di Surabaya masih sangat panas, hujan tak jua menampakkan rautnya 😦

    *kok malah curcol???

  6. nurma September 22, 2008 pada 8:09 am #

    😥

    anw, kalo “air mata bisa menjadi permata” aku bisa cepet kaya kayaknya :mrgreen:

  7. carra lagi males login September 22, 2008 pada 8:20 am #

    huhuhuuuu… aku rindu ujaaaannn… cuacanya panas bangedddd…

    *OOT

  8. achoey sang khilaf September 22, 2008 pada 8:53 am #

    aku suka ujan
    aku juga suka puisi 🙂

  9. Ly September 22, 2008 pada 10:21 am #

    Jakarta… fanaaaaasss
    gak ada Hujaaaaaann 😦

  10. afwan auliyar September 22, 2008 pada 11:12 am #

    wew…. kesedihan tampaknya identik dengan hujan …. 😦

  11. Manik September 22, 2008 pada 12:15 pm #

    Mudah2an Hujan yg datang tidak terlalu lama, supaya jangan banjir

  12. doom bloog September 22, 2008 pada 6:46 pm #

    mari mulai hari ini dengan semangat

  13. Daniel Mahendra September 22, 2008 pada 10:14 pm #

    Diksinya aku suka. Sungguh!

  14. ourkami September 23, 2008 pada 3:11 am #

    suatu saat akan mereda suatu saat, matahari menutup indahnya dengan warna pelangi, ia akan memenuhi matamu dengan keindahan…jejak yang tak terhapus akan jadi catatan
    piss…

  15. cena September 23, 2008 pada 3:15 am #

    kapan jakarta hujan,.,..huhuhuhuh

  16. wi3nd September 23, 2008 pada 4:12 am #

    waaa..daku ju9a da tulis bout ‘hujan”
    “its a rain” judulnya kok sama seeh,daku syuuka sekali sama hujan,,
    “biarkan hujan
    menghapus semua luka ituh
    bersama rintiknya yang turun ke bumi…

  17. easy September 23, 2008 pada 8:52 am #

    ikut menangis… 😦

  18. yessymuchtar September 23, 2008 pada 9:09 am #

    biarkan air mata itu berlalu..seiring hujan yang yang menyapu lembut pipimu…

    Hujan ..ahh..sejuk mu akan ku rasa beda
    Bila hati ini tak hampa akan Luka
    Hujan..sanggupkah kau basuh Lukaku tanpa perih?

    Hujan..jika kau datang bersambut pelangi..maka akan ku peluk erat kasihku..mesra..dan tak sudah.

  19. diorockout September 23, 2008 pada 9:22 am #

    basah. . . . .

  20. Yuliazmi September 23, 2008 pada 9:35 am #

    Waduh qizink bikin nangis siapa nih? 😮

  21. Dalila Sadida September 23, 2008 pada 10:09 am #

    aku suka hujan. apalagi ditemani semangkuk bakso.

  22. 1rw@n September 23, 2008 pada 2:02 pm #

    ini ceritana hujan air mata karena di ‘tampar’ badai , tul ga yah 😀

  23. langitjiwa September 23, 2008 pada 3:58 pm #

    biarkan tanah bumi terjejaki oleh mata air hujan.
    karena matahari akan menutupinya dari balik jendela kamarnya. tersinari oleh senyumnya.hehe…
    smt mlm,sobat.

  24. zoel September 23, 2008 pada 4:22 pm #

    nangis ya pak

  25. Donny Verdian September 23, 2008 pada 7:51 pm #

    Jogja belum hujan nih, Pak!
    Mungkin Anda bisa terinspirasi membuat puisi tentang satu daerah yang belum hujan.

    Ayo!

  26. yu2n September 24, 2008 pada 12:03 am #

    woooww.. nice!
    apakah nulisnya di kala hujan..? 🙂

  27. duniafannie September 24, 2008 pada 12:28 am #

    jgn lp bw payung ya,bang.. :mrgreen:

  28. Sulaiman September 24, 2008 pada 1:20 am #

    kalau lagi sedih, nangis kehujanan, jadinya air mata campur sama air hujan, jadi air matanya menganak sungai. luar biasa air matanya.

  29. bisaku September 24, 2008 pada 4:42 am #

    Dalem banget … dari dulu pingin aku bisa bikin yang seperti ini … Fiuh …

  30. suhadinet September 24, 2008 pada 5:04 am #

    Hujan, kenapa sering dikaitkan dengan perih dan tangis ya?


  31. Muda Bentara September 24, 2008 pada 5:56 am #

    lagi sedih ya mas …

  32. kucingkeren September 25, 2008 pada 8:04 am #

    makanya jangan galak-galak, kang… sp bikin doi nangis tuhh.. :-p

  33. ilalangbasah November 6, 2008 pada 8:03 am #

    semoga ada pelangi selepas hujan pergi…

    http://ilalangbasah.wordpress.com

  34. zaldy munir November 30, 2008 pada 12:48 pm #

    Hujan… hujan… hujan… terus…. terus…. hujan… banjir….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: