Puisi untuk Para Kawan (1)

22 Agu

1

LAKON

: Sawali Tuhusetya

 

aku selalu menanti

lakon apa lagi yang hendak kau catatkan

apakah tentang shinta

yang berharap diperkosa rahwana

atau tentang hanoman

yang tak kuasa mengungkap cinta pada shinta

 

“aku bosan dengan film doraemon

aku butuh wayang edan”

 

Banten, 19 Agustus 2008

 

2.

SAUNG BUNDA

: menik

 

selalu saja aku tergoda

untuk sekedar berteduh

atau menyapa gadis kecil

yang menyambutku di pintu saungmu

 

Bunda,

aku rindu

secangkir es warna-warni yang kau saji

maka jangan jauh pergi

dari saung mungilmu

 

Banten, 19 Agustus 2008

 

3.

MERINDU CAHAYA

: Rindu

 

saat malam meminang bulan

kutemu engkau merindu cahaya

 

o

cahaya maha cahaya dunia

sapalah dia

dengan senyum dan shalawatmu

 

Banten, 19 Agustus 2008

 

4.

SATU TAHUN BERSAMAMU

: Nana dan Dia

 

bukalah jendela

pagi ini akan kau temukan

ada cahaya mentari menyapamu

walau jauh di sana

 

sambutlah hari yang lebih indah itu

dengan warna-warni cintamu

dan embun yang membasahi kelopakmu

akan mengering bersama kehangatannya

 

Banten, 19 Agustus 2008

 

5.

CELANA DI KEPALA

: Radityadika

 

tentu saja

kau bukan joko pinurbo

yang mengintip realita

dari balik celana

 

kau hanya kambing jantan gila

yang mengkritingkan rambut

dengan celana dalam di kepala

 

tapi kau juga realita

yang telah membagi tawa lewat cerita

 

Banten, Agustus 2008

 

update kedua!!

6.

MIAAAUUWWW

: kucingkeren

 

miauuwww

kucingputihnetekditoketanjing

anakanjingterlelapdipantat

kucingputihmakinnekat

toketanjingdigigitnya…

“apa salahnya anjing punya anak angkat kucing?”

 

miauuwww

angoralompatpagar

dibawahtianglistrikbokersembarang

“sekali-sekali angora eek di pinggir got”

 

miauuwww

kucinggarongsantapikanasin

anaktetangganyengirtakpunyalauk

kepalakucinglangsungdikepruk

“perlu juga kucing diajari berenang, agar bisa mencari ikan di lautan”

 

miauuwww

kucingkerenonlinesemalaman

“are you happy?”

 

Banten, 2008

 

7.

MENULISLAH

: Suhadinet

 

bacalah!

“tidak tuhan, aku tak mampu membaca”

bacalah!

“aku tak mampu membaca”

bacalah!

 

lelaki itu bergetar

tangannya hampa

pena itu telah lama hanya membatu di atas meja

 

bacalah

“ajari aku membaca. agar aku bisa menuliskannya”

 

Banten, 2008

 

update ketiga!!

8.

HARUM HUTAN

 wi3nd

 

di antara bukit cemara itu

kutemu dirimu dalam beku

pagi telah menjelang (*)

cahaya diam-diam melindap

menyapamu hangat

airmata lama mengendap

mengalir dari bening kelopakmu

 

o… tuhan

aku tak sendiri

 

Banten, 25 Agustus 2008

* kalimat yang aku kutip dari blog wi3nd yang ini

 

9.

BERBAGI

: Rafki RS

 

maka berbahagialah

menjadi lelaki yang mengabadi berbagi

 

Banten, 25 Agustus 2008

 

10. 

JEMBUT DI GIGI SAUT

: Saut Situmorang

 

aku ingin kembali berjumpa

menatap wajahmu

dan mencari jembut yang nyangkut di gigimu

seperti masa kecilmu bicara dengan tuhan

 

aku rindu bau arak dari bibirmu

seperti rindu sebuah daun gugur

pada tanah muasal

 

pada helai-helai gimbal rambutmu

ada dendam berkelindan

 

Banten, 25 Agustus 2008

 

update ketiga!!

11.

NAMAMU

: Langit Jiwa

 

tak ada nama selain mu

hampa

 

Banten, 26 Agustus 2008

 

HIJAU

: Yari NK

 

selamat malam!

 

aku bertanya

“apakah pembagian bisa menambah ataukah mengurangi?”

 

sebelum waktu melarut maut

aku ingin jawabmu

 

biarlah tak malam ini

karena pencuri sedang menantimu lengah!

 

selamat malam

 

banten, 26 Agustus 2008

 

Bakal bersambung………>>>

setiap hari akan ada puisi baru untuk kawan-kawan blogger!

Iklan

27 Tanggapan to “Puisi untuk Para Kawan (1)”

  1. Rindu Agustus 22, 2008 pada 2:13 am #

    ah nama saya disebut … *GR mode ON*

  2. Panda Agustus 22, 2008 pada 3:25 am #

    banyak yg gag kenal nih, langsung ke TKP ah…

  3. mierz Agustus 22, 2008 pada 3:52 am #

    minta dibuatin puisi dong om..
    sama ama om panda, banyak yg gag kenal,ikut om panda ke TKP ah…

  4. Tha Agustus 22, 2008 pada 4:16 am #

    buat aku mana yak?
    xixixixxixixixi.. *ngarep.com*

  5. suhadinet Agustus 22, 2008 pada 6:27 am #

    Salah satu bentuk apresiasi kreatif terhadap blog kawan. 💡

    Penasaran, siapa lagi yang bakal dimasukkan ke part2 (*antene satelite diarahkan ke rumah qizinklavia 24 jam nonstop).

  6. kucingkeren Agustus 22, 2008 pada 11:36 am #

    miauwwww… (uhh si ammar protes gak dibikinin puisi .. ) 🙂 *sok akrab modeOn*

  7. Sawali Tuhusetya Agustus 22, 2008 pada 1:13 pm #

    wah, makasih bangte liriknya, mas qizink. saya jadi malu nih, hehehe 😆 taoi ada yang aneh. sebelum leumncur ke blog ini, saya sudah mosting ttg wayang slengekan alias wayang edan, hehehehehe … rupanya ada suara gaib mas qizink yang sampai ke telinga batin saya, haks…. kisahnya tentang berbagai penyakit “sosial” yang berlangsung di hastina pada masa pemerintahan citranggada. itulah catatanku, mas… matur nuwun.

  8. Menik Agustus 22, 2008 pada 3:30 pm #

    duhhhh…

    liriknya kang Qizink menyemangatiku untuk bangkit dari Hiatus 🙂

    makasih kanggggggggggggggggggg 😐

    *tulus banget*

    *nyiapin es warna warni*

  9. nana Agustus 24, 2008 pada 7:09 am #

    waaaaaaaa..
    ada nana dan diaa!!

    jadi malu..

    kang qizink keren euy puisinya,.

    lagi! lagi!

  10. nana Agustus 24, 2008 pada 7:11 am #

    makasih puisinya.. ^_^

    have a nice weekend!

  11. nana Agustus 24, 2008 pada 8:18 am #

    wadoh pak.. tar aja bales komennya.
    tunggu saya posting baru.ehehehe

    oia, saya link tadi..

  12. nana Agustus 24, 2008 pada 12:01 pm #

    udah update! hore..

  13. suhadinet Agustus 24, 2008 pada 1:45 pm #

    Senangnya dapat hadiah puisi dari mas qizink. Saya sudah pantau dari tadi siang. Cuma belum bisa kasih komen. Melayat ke tetangga yang meninggal. Saya jadi makin terobsesi untuk menulis. Thanks buddy

  14. Rafki RS Agustus 24, 2008 pada 3:49 pm #

    Kenalan dulu deh, biar kebagian dipuisiin juga. Salam kenal.

  15. Tha Agustus 25, 2008 pada 1:58 am #

    aku link yah blognya 🙂

  16. Achmad Sholeh Agustus 25, 2008 pada 3:49 am #

    salam kenal dari kami pak

  17. wi3nd Agustus 25, 2008 pada 7:29 am #

    hmm..sempurna..
    baguus euy..:)

  18. sarahtidaksendiri Agustus 25, 2008 pada 7:31 am #

    w-kunjungan balik–
    ah..kerren..keren..heheh

  19. Ersis Warmansyah Abbas Agustus 26, 2008 pada 2:01 am #

    Wah wah bagus-bagus puisinya. Selamat dan salam bagi yang membagi.

  20. wi3nd Agustus 26, 2008 pada 2:09 am #

    subhannaloh dari seuntai kata bisa menjadi rangkaian kalimat yang indah,terimakasih kang…;)

  21. Yari NK Agustus 26, 2008 pada 2:10 am #

    oooh…. masih bersambung ya?? Pantesan yang buat saya belum ada huehehe…. **mode ge-er on** :mrgreen:

  22. Achmad Sholeh Agustus 26, 2008 pada 2:33 am #

    Oke banget puisinya bang ada ndak yang untuk saya…suatu saat..salam

  23. ILYAS ASIA Agustus 26, 2008 pada 3:40 am #

    kawan

    katakan kau bukan lawan

  24. abdul Agustus 26, 2008 pada 5:27 am #

    ku duduk dtengah kesedihan malam
    seekor cecak pun mengiri dgn nyanyiannya
    basah semua kelopak mata ku
    ku basuh dgn selimut dosaku
    sampai kpn seperti ini
    hingga sel darah Q berhenti kah ?
    tak akan…
    Tuhan,terangilah setiap langkah Q

    mau gabung nih,slam knal U smua
    bgs2 jga puisi antum

  25. langitjiwa Agustus 26, 2008 pada 1:37 pm #

    waw! Qizink la aziva

    kutulis juga dalam kata puisiku

  26. Yari NK Agustus 27, 2008 pada 5:36 am #

    Wah…. ada juga nih namaku disebut2 jadi ge-er malu nih saya huehehehe……

    Btw… kalau malah malingnya pinter matematika, jadinya gimana ya?? Huehehehe….. 😀

  27. mantan kyai November 18, 2008 pada 7:27 am #

    lah buwatku manah ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: