Monumen Perjuangan Tak Terawat

14 Agu

Sejumlah monumen perjuangan di Kota Serang tak terawat. Monumen Perjuangan ’45 Masyarakat Babnten yang berada di sekitar Alun-alun Serang dan tugu di sekitar Taman Sari Serang, tampak memprihatinkan.

Sebagian dinding Monumen Perjuangan ’45 sudah mulai retak. Selain itu, tumpukan sampah terlihat berserakan di sekitar monumennya.

Monumen yang diresmikan 24 November 1980 oleh Gubernur KDH TK.I Jawa Barat H.A Kunaefi itu terdiri atas 4 patung utama yang berada di bawah patung garuda. Dari empat patung yang ada, kondisi paling memprihatinkan adalah patung yang berada di paling depan. Bagian lengan kanan patung mirip tenaga medis tersebut sudah lama putus. Begitupun di bagian sekitar punggungnya yang terlihat retak.

Relief yang berada di sekeliling monumen juga kondisinya hampir serupa. Beberapa bagiannya sudah terkelupas.

Muharben, pedagang minuman di belakang monumen itu menyayangkan dengan kondisi monumen perjuangan yang tak terawat. “Kelihatannya saja tidak menarik. Bagaimana orang-orang mau melihat ke monumen kalau penampilannya saja sudah tak menarik,” ujarnya.

Pria yang mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di tempat tersebut mengungkapkan, setiap hari memang ada petugas yang menyapu sekitar monumen. “Kalau dicat hanya menjelang 17 Agustus. Saya berharap monumen ini direnovasi dan diperbaiki lagi. Kan sudah banyak yang retak,” katanya lelaki yang tinggal di Kaujon itu.

Monumen yang terdapat di Taman Sari Kota Serang juga terlihat serupa. Walau bangunannya masih terlihat kokoh, sejumlah relief di sekitar monumen ini terlihat sudah terkelupas. Bahkan rumput ilalang tampak tumbuh liar di sekitar patungnya.

Saat ini, monumen tersebut telah beralih fungsi menjadi lahan parkir trukdan menjual tanaman hias. (inna)

24 Tanggapan to “Monumen Perjuangan Tak Terawat”

  1. My Agustus 14, 2008 pada 6:54 am #

    Pertamax…

  2. My Agustus 14, 2008 pada 6:55 am #

    duh, sayang bgt ya….

  3. thegands Agustus 14, 2008 pada 6:55 am #

    ada juga disini pak monumen yang tidak terawat…

  4. geiztia Agustus 14, 2008 pada 7:02 am #

    kalo ga terawat, dan ga da yang mau ngerawat ya bapak rawat aja toh pak…:lol:

  5. ma2nn_smile Agustus 14, 2008 pada 7:12 am #

    jangankan monumen……. jalan kota surabaya banyak yang gak terawat…
    lam kenal aja….

  6. Tha Agustus 14, 2008 pada 7:17 am #

    kabar baek disini..disitu pigimana??

    monumen tak terawat yak? hmm..diponti juga banyak nih, tinggal pilih mau yang mana😀

  7. didta Agustus 14, 2008 pada 7:29 am #

    diloakin aja pak monumenya:mrgreen:

  8. neng fey Agustus 14, 2008 pada 7:30 am #

    kemaren gw ngelewatin serang doong, lewat doang, hehehehe

  9. kucingkeren Agustus 14, 2008 pada 7:50 am #

    di Halsel ada benteng pninggalan jaman penjajahan dulu. Bagus banget namnay Benteng Bernevald.. renovasi payuah, karena ukiran2 dinding langsung ditimpa semen.. trus sekarang semak2 subur di sana.. ular2 pun berkeliaran.. ahh sayang, padahal dulu anak2 bisa main bola di dalamnya..

  10. emfajar Agustus 14, 2008 pada 8:07 am #

    kondisi sebagian besar monumen sejarah di indonesia😦

  11. indra1082 Agustus 14, 2008 pada 8:25 am #

    Menyedihkan.
    Semoga Pemerintah yang berwenang terketuk hatinya, dan bukan cuma mengiyakan…..

  12. Rita Agustus 14, 2008 pada 8:44 am #

    Ini harus dilaporin ke bu Hotifah nih pak…..
    Sayang ya harusnya benda2 bersejarah seperti itu dirawat karena itu sebagai tanda bukti bahwa negara kita pernah berjuang untuk mendapatkan hak2 bangsanya. Menimbulakan sara ta’jub atas pengorbanan orang2 terdahulu….

  13. Rindu Agustus 14, 2008 pada 9:05 am #

    Nah kalo gitu hari kemerdekaan besok kegiatannya memperbaiki monumen ini kang … dananya minta saya pemkot, kan untung dia tenaga kerja gratis.

    Gimana?

    Kang, ada gak kursus yang saya cari kemarin?

  14. afwan auliyar Agustus 14, 2008 pada 9:07 am #

    mendingan di pugar aja…..
    lahannya di jadiin, taman atau apalah yg lebih bermanfaat…😀

  15. ratujilbab Agustus 14, 2008 pada 9:22 am #

    makasih pak kunjungannya. btw, blognya mantep banget. fitur2nya banyak. pengunjungnya jg udah ribuan. wheeew..hebuat🙂

  16. lala Agustus 14, 2008 pada 11:47 am #

    ai kamu di serang??

    dimana??

    dan ya…

    we do lack sense of belonging…

  17. arifrahmanlubis Agustus 15, 2008 pada 3:00 am #

    salam kenal bang. di serang toh. saya tangerang (komen ga penting🙂 ).

  18. wi3nd Agustus 15, 2008 pada 3:45 am #

    hmmm..kondisi yang sama dg monumen2 yang lain di indonesia kurang terawat..:(

  19. qizinklaziva Agustus 15, 2008 pada 6:09 am #

    @ My
    Selamat menikmati pertamax

    @ My
    Iya sayang banget

    @ thegands
    di mana-mana monumen tak terawat

    @ geiztia
    Aku sih mending ngerawat diri

    @ ma2nn_smile
    Waduh lebih parah tuh!

    @ Tha
    AKu pilih pisang ponti aja deh!!!

    @ didta
    Uh… teganya.. wajah pejuang diloakin!

    @ neng_fey
    Ohh.. cuma lewat

    @ kucingkeren
    Itulah yang disayangkan… peninggalan sejarah ditelantarkan… jangankan untuk membangun, untuk merawat aja ogah!

    @ emfajar
    sepakat..

    @ indra1082
    TOk.. tok… buka dong hati pemerintah

    @ Rita
    Bu hotifah tuh sapa???

    @ Rindu
    Ide yang bagus… tempat kursus udah aku bales di blogmu

    @ afwan auliyar
    apa wajah pejabat aktif aja dibikin patung, terus ditelantarin… hehehe

    @ ratujilbab
    makasih juga atas kunjungannya…

    @ lala
    aku di Serang, di sekitar Ciracas!

    @ arifrahmanlubis
    Betul saya di Serang… wah Tangerang sih deket dong!

    @ wi3nd
    Betul wiend!!

  20. Daniel Mahendra Agustus 15, 2008 pada 6:13 am #

    Kalau dicek di akhir tahun pembukuan pemkot, biasanya biaya perawatannya tetap ada lho, Kang Qizink…

  21. qizinklaziva Agustus 15, 2008 pada 6:21 am #

    @ Daniel MAhendra
    Wah bisa jadi bahan berita baru nih… kemana ddana pemeliharaan itu larinya????

  22. edratna Agustus 16, 2008 pada 11:27 am #

    Serang kotanya indah dan menarik….tapi memang kurang terawat ya. Saya pernah ke masjid yang dekat petilasan Kasultanan Banten…masjidnya megah, dan di dekat situ ada kelenteng…kembali kurang terawat, padahal bisa digunakan menjadi obyek pariwisata. Dan Serang juga punya danau, sayang saya belum sempat ke sini.

  23. Daniel Mahendra Agustus 20, 2008 pada 9:45 am #

    @ Qizink Laziva
    Larinya? Ah, tak jauh-jauh amat, Kang Qizink…

  24. jati nugraha Desember 14, 2008 pada 12:55 pm #

    asalamualaikumnama saya ga begitu penting saya hanya menyampaikanmenyampaikan pesan untuk anda semua
    rawat lah peningalan pra sejarah yang berupa monumen itu karena itu contoh seorang
    pejuang <<<<<,……..<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<,,,masa ga dirawat kan malu kalo misalnya
    di alun alun ada sebuah upacara menyambut 17 agustusan kan biasanya kan
    suka di adakan upacara bendera kalo lapangan nya kotor banyak sampah mnya kan ga enak………………………………………………………………………… maap ya bila perkataan saya kurang berkenan mohon maaf sebesar besar nya
    sekalio lagi rawat lah lingungan yang ada di sebelah kita jangan di biarin ok kan itu juga
    demi kebaikan////// wasalam ………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: