Ditawari Jadi Caleg

25 Jul

Dua hari lalu, saya ditawari jadi calon anggota legislatif (caleg) dari pengurus partai besar. Kejadian ini bermula ketika saya wawancara dengan seorang pimpinan partai yang kini duduk sebagai salah satu wakil ketua di DPRD Kota Serang. Wawancara ini terkait dengan masalah pembagian aset dari Kabupaten Serang sebagai kabupaten indu ke Kota Serang. Di tengah pembicaraan, tiba-tiba pimpinan partai ini memanggil sekretarisnya untuk menyerahkan formulir caleg untuk saya. “Udah kamu jadi caleg aja. Apalagi wartawan itu punya banyak jaringan….” ucapnya.

Aku tersenyum mendengarnya. Saya tak tahu, apakah tawaran itu hanya kelakar atau serius. Apakah aku menerima tawaran ini??????…..

Tentu tanpa berpikir panjang untuk memeberikan jawabannya. “Maaf, kantor tak mengijinkan saya terlibat di partai. Kalau mau nyalon saya harus keluar dari kantor,” ujarku.

Jawaban ini aku lontarkan agar si pimpinan partai ini tak tersinggung. Sebenarnya alasan pokok mengapa aku menolak adalah :

  1. Saya tak punya duit untuk jadi caleg. Memang sih si pengurus partai menjamin pendaftaran caleg itu gratis. Tapi untuk biaya kampanye, beli kaos, bikin stiker, pasang iklan di media, uang rokok dan kopi pendukung, dari mana duitnya bosss!!
  2. Saya belum bisa sepenuhnya percaya dengan partai politik. Sehingga saya tak mau terlibat dengan partai politik, apalagi untuk menjadi calegnya. Sampai sekarang aku belum pernah terlibat dengan partai. Nyoblos saja baru aku lakukan pada 2004, itu juga dengan harapan pemilu secara langsung itu benar-benar membawa perubahan. Nyatanya, sami mawon!!!
  3. Saya paling males berorganisasi dan tak menguasai organisasi. Di Pramuka saja saya hanya jadi anggota.
  4. Saya belum punya keberanian dan kemampuan untuk mewakili rakyat. Untuk mengurus diri sendiri saja saya masih kacau balau, apalagi ditambah tanggung jawab untuk mewakili rakyat… tentu saya nggak kuat…. Untuk mewakili rakyat perlu persiapan yang sangat matang. Saya tak mau jadi caleg, tapi akhirnya malah menambah beban penderitaan rakyat. *halah*… Saya lebih nikmat menjadi rakyat.
  5. Saya yakin saya bakal tidak dipilih. Kalau saya sudah pesimis nggak bakal dipilih, ngapain cape2 ikut pencalegan… hehehe (qizink)

15 Tanggapan to “Ditawari Jadi Caleg”

  1. edy Juli 25, 2008 pada 1:58 am #

    kenapa ya mo jadi caleg aja harus butuh uang?
    profesi itu udah jadi lahan bisnis baru😦

  2. infogue Juli 25, 2008 pada 3:52 am #

    artikel anda :

    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/jeremy_thomas_dilamar_6_partai

    promosikan artikel anda di http://www.infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca.salam blogger!!

  3. AngelNdutz Juli 25, 2008 pada 5:21 am #

    # om edy: kalo nggak uang, qt bayar apa parte yg nyalonin qt? trs kampanyenyah jg pake apa?

  4. tukangobatbersahaja Juli 25, 2008 pada 10:02 am #

    uang lagi lagi uang….
    uang itu sangat diperlukan tapi bukan segala-salanya🙂

  5. panda Juli 25, 2008 pada 12:48 pm #

    terima aja, mumpung ada tawaran. kan enak korupsi. hehe

  6. Sawali Tuhusetya Juli 25, 2008 pada 12:53 pm #

    wah salut banget dg konsistensi sikap mas qizink yang tetap berjuang di bidang jurnalistik. media, saya kira, justru memiliki kekuatan yang lebih hebat ketimbang partai politik yang urusannya tak lebih dari uang ke uang dan main tipu2. saya masih percaya, pers menjadi kekuatan ke-4 dalam menegakkan demokrasi. selamat qizink, anda telah mengambil keputusan yang tepat. salut banget!

  7. zoel Juli 25, 2008 pada 4:13 pm #

    ko’ g’ mau pak,, padahal😀 enak lo kalau kepilih tar

  8. Mom Baby Vay Juli 26, 2008 pada 6:24 am #

    Memang musti siap mental dulu klo mo jadi caleg. Siap kalah siap menang siap duit dan siap lahir batin jg..
    Beratlah klo kita g terbiasa…

  9. ika Juli 27, 2008 pada 1:25 pm #

    wuihihihi…jadi caleg partai ‘itu’?nggak banget deeh…

  10. fenny Juli 27, 2008 pada 3:58 pm #

    waduh… saya mendingan jadi panitia baksos deh daripada caleg2an wekekekek

  11. qizinklaziva Juli 28, 2008 pada 1:13 am #

    @ edy
    Tak ada makan siang gratis, apalagi untuk jadi caleg… pasti perlu uang… hehehe

    @ AngelNdutz
    Angel tau aja… mungkin hanya ngupil yang gratis… hehehe

    @ tukangobatbersahaja
    uang memang bukan segala-galanya tapi bisa mendapatkan segala-galanya….

    @ panda
    Seneng ya… kalau saya masuk penjara gara2 korupsi…??? saya ogah masuk media massa dengan wajah ditutupi gara2 korupsi…

    @ Sawali Tuhusetya
    Ah… Mas Sawali nih berlebihan kasih alasannya… buat saya pers sama saja dengan pekerjaan lainnya. Saya malah lebih prihatin ketika pers dimasukkan dalam pilar ke-4 demokrasi. Karena saya tak melihat, pemerintah begitu peduli dengan pers. Eksekutif, legislatif, dan yudikatif mendapatkan perhatian dan fasilitas berlebih dari pemerintah. sementara pers, tak lebih sebuah industri.
    Jangankan untuk memberikan fasilitas, mengatur agar harga kertas bisa didapat dunia pers dengan harga murah saja nggak mampu. awal Agustus ini harga kertas naik lagi… harga sejumlah koran kemungkinan naik lagi… dan masyarakat semakin sulit dapat koran…

    @ zoel
    Ogah ah…. saya takut kalau enak lupa sama kamu zoel…😀

    @ Mom Baby Vay
    Sepakat…! butuh persiapan matang untuk jadi pemimpin….

    @ ika
    Sok tahu nih… emang partai apa coba?! jawabnya lewat SMS aja ya! hehehehehe

    @ fenny
    Caleg juga biasanya rajin baksos kalo udah ditetapkan sebagai calon… tapi kalo udah kepilih ya lupa lagi….!

  12. langitjiwa Juli 28, 2008 pada 3:37 pm #

    kalau itu memang yg terbaik buat kang qizink kenapa tidak,mudah2an sobatku bisa membawa aspirasi dari arus bawah.

  13. Adieska Juli 29, 2008 pada 9:26 pm #

    Sepakat bro… Kalo belum yakin ngapain maju. Takutnya nanti malah dimanfaatkan untuk menjaring massa aja. Habis manis sepah dibuang😀

  14. marshmallow Juli 31, 2008 pada 5:40 am #

    wah, sukur deh bung qizink nolak.
    jadinya mereka beralih nawarin saya.
    tentunya saya terima.😆

  15. Daniel Mahendra Agustus 5, 2008 pada 12:03 am #

    Nah-nah-nah, ada tawaran ke ranah legislatif tuh Kang😀 Hati tentu lebih berbicara toh…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: