Mengenang Bapak

20 Jul

Hari ini adalah tahun ke-13, Bapak menghembuskan nafas terakhir. Kakak pertamaku menggelar haul di rumahnya. Seluruh keluarga kumpul, kecuali Amid yang lagi mencari susuap nasi dan biaya nikah di Bruneidarussalam serta si Fierli, keponakan yang baru dua pekan nyantri di Ponpes Daarul Qolam, Gintung, Balaraja, Tangerang.

Pada kesempatan ini, aku berbincang-bincang dengan Wak Khalubi, pamanku. Ia bercerita, pada saat menjelang akhirnya, Bapak sangat bercinta-cita ingin punya lembaga pendidikan. “Inginnya dia (Bapak) punya pesantren. Karena anak-anaknya dan keponakannya pada nyantri,” terang Wak Khalubi mengenang.

Aku juga terkenang, saat malam terakhir aku berbincang-bincang dengan almarhum. Malam terakhir ayahku masih sempat berbicara. Karena keeskoan harinya, ayahku sudah tak bisa lagi bicara. Bisa ular yang menjalar di kakinya sudah merambah ke sekujur tubuhnya. Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA dan kelas I Aliyah. Di malam terakhir itu, Bapak mengutarakan niatnya ingin punya lembaga pendidikan.

Setelah tiga belas tahun ini, cita-cita ayahku memang belum sepenuhnya terwujud. Tapi sejak tiga tahun silam, kami sekeluarga berusaha ingin mewujudkannya. Pada tahun 2005, kami membuat taman kanan-kanak yang kami namai TK Aviciena yang letaknya bersampingan dengan kantor Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Kakak pertamaku yang jadi ketua yayasan dan aku jadi wakil ketua.

Pada tahun pertama, hanya ada 22 anak yang ‘nyantri’ di taman kanak-kanak ini. Sebagian besar adalah masih kerabat. Tahun kedua, jumlah siswa meningkat hingga di atas 50 orang. Dan pada tahun ajaran ini, alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terus bertambah. Di luar perkiraan, jumlah siswa mencapai 122 orang. Alhasil, dua lokal ruang belajar tak sanggup menampung para siswa, sehingga kami harus membangun kembali dua ruang belajar baru dan menambah taman-taman bermain anak. Jumlah pengajar yang pada tahun pertama hanya 4 orang, kini bertambah menjadi 12 orang.

Peningkatan jumlah siswa ini, tentu saja membuat kami berbahagia sekaligus menambah tanggung jawab kami. Berbahagia, karena perlahan lembaga pendidikan yang dicita-citakan almarhum Bapak kini mulai mendapat kepercayaan, tapi juga memikul tanggung jawab bagaimana membentuk anak-anak yang sebagian pendidikannya dititipkan kepada kami.

Kami percaya, dengan dorongan dan doa orang-orang, tanggung jawab itu semoga dapat kami emban. Dan harapa Bapak agar bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat benar-benar terwujud. “Perlahan-lahan saja. Siapa tahu ke depan bisa membangun SD, SMP, SMA bahkan sampai perghuruan tinggi,” Wak Khalubi memberi semangat.

Amienn…

Iklan

12 Tanggapan to “Mengenang Bapak”

  1. ika Juli 20, 2008 pada 10:07 am #

    amin…

  2. Sawali Tuhusetya Juli 21, 2008 pada 2:25 am #

    13 tahun ayah mas qizink telah menghadap ke haribaan-Nya. dengan perjuangannya yang keras dan tak kenal lelah, beliau telah mewariskan jalan menuju kebenaran yang akan terus mengalirkan pahala di alam keabadiannya. Semoga semakin menemukan ketenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan yang abadi. demikian juga kepada mas qizink dan keluarga senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran untuk melanjutkan perjuangan dan baktinya di jalan kebenaran. salam kreatif!

  3. Achmad Sholeh Juli 21, 2008 pada 3:02 am #

    Semoga Allah SWT selalu membukakan jalan untuk cita-cita Almarhum lewat sampeyan, salam kenal

  4. Rita Juli 21, 2008 pada 3:06 am #

    Bapak digigit ular? ko’ bisa ya? gimana kejadiannya?(insyaAllah percaya ajal)
    Ikut senang kalou akhirnya cita-cita almarhum dapat terlaksana dan semoga dapat berkembang, bertamba SD,SMP,SMA bahkan Perguruan tinggi, insyaAllah, amien.
    Semoga Beliau bertambah aman tentram disisi Allah SWT, amien

  5. fenny Juli 21, 2008 pada 7:20 am #

    wah perjuangan yang hebat! pasti almarhumah bahagia banget dengan apa yang dilakuin ama keluarganya… semoga sukses selalu yah!

  6. azaxs Juli 21, 2008 pada 8:15 am #

    aminn

    hal yang sangat indah tentunya mas dan patut disyukuri, mempunyai sebuah keluarga besar yang sempurna…

    pastinya bapak berada pada tempat terbaik dan terindah disana.. salam

  7. qizinklaziva Juli 21, 2008 pada 8:43 am #

    @ ika
    amienn…

    @ Sawali Tuhusetya
    semoga saja jalan yang sedang kami lakukan sekeluarga menjadi jalan bagi almarhum dalam mendapat ridho-Nya
    Doa’kan kami Mas Sawali…!

    @ Achmad Sholeh
    makasih do’anya… semoga kami sabar menjalaninya..

    @ Rita
    Bapak digigit ular?
    ya, Bapak digigit ular tanah saat sedang menyapu pelataran rumah. Gigitan terjadi di antara jari kelingking dan jari manis kakinya. Pada saat baru digigit, Bapak mengambil tindakan pengobatan yang aneh, yakni dengan membakar tempat digigitnya dan mengikat pergelangan kakinya agar bisa tak menjalar. Tiga hari kemudian, Bapak dibawa ke RS Krakatau Steel. Sayang, pada saat itu rumah sakit swasta ini tak punya ABU (Anti Bisa Ular), sehingga harus dirujuk ke RSUD Serang milik pemerintah. Namun ayah hanya sanggup bertahan tiga hari di rumah sakit ini. Bisa ular sudah menjalar ke sekujur tubuhnya, hingga maut menjemput.

    @ fenny
    Kami baru merintisnya. Terima kasih atas motivasinya…!

    @ azaxs
    Semoga saja keutuhan keluarga ini tetap terjaga.
    Terima kasih atas doanya…!

  8. Yari NK Juli 21, 2008 pada 3:44 pm #

    Walaupun sudah lama meninggalkan dunia yang fana ini, segala amalan dan nama baik beliau pasti akan terus hidup di tengah2 orang yang mencintainya….

    …semoga karya2nya akan tetap langgeng dan semakin berjaya. Amin.

  9. Menik Juli 21, 2008 pada 4:16 pm #

    Amiin..

    Bapak pasti orang yang sangat dijadikan panutan 🙂

  10. pipiew Juli 22, 2008 pada 3:30 pm #

    Subhanallah.. Alhamdulillah udah bisa ngewujudin keinginan bapak ya..tetep istiqomah ya.. 🙂

  11. wi3nd Juli 24, 2008 pada 2:01 am #

    i’m sorry to hear thats,btw selamat yakh semo9a berjalan dg sukses lembaga pendidikannya,dan bapak bisa tersenyum karna mempunyai anak2 yg sholeha seperti kalian…:)

  12. Tatang Wardhana Juli 31, 2008 pada 3:31 am #

    subhanallah Allahu akbar, maha besar allah dengan segala kebesarannya serta kasih sayangnya yang begitu agung.semoga sukses tetaplah berjuang kawan kami semua berdoa untuk kesuksesanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: