Syahadat Cinta

14 Jul

I

aku bersaksi

hanya ada cintamu

 

II

aku bersaksi

sebagai tanda

hamba mendamba

cintamu

 

III

aku bersaksi

tiada cinta selain

cintamu

 

IV

aku bersaksi

tiada hamba selain

mendamba cintamu

 

V

syahadat cinta

dahsyat menghamba

 

 

Banten, Juli 2008

 

9 Tanggapan to “Syahadat Cinta”

  1. Laporan Juli 14, 2008 pada 2:09 am #

    Termasuknya apa pak, puisi, sajak, pantun, atau gurindam 12 ?

  2. langitjiwa Juli 14, 2008 pada 2:47 am #

    slmt pagi,sobatku Qizink la aziva

  3. sawali tuhusetya Juli 14, 2008 pada 3:38 am #

    meski pendek, lirik ini mengandung “pemberontakan” terhadap persoalan religi yang selama ini telah didogmakan. “syahadat cinta”, mengingatkan saya akan kredo puisinya sang presiden penyair, sutardji calzoum bachri. liar dan tak terbelenggu oleh beban makna kata.

  4. qizinklaziva Juli 14, 2008 pada 7:58 am #

    @Laporan
    aku mempersilahkan kepada pembaca untuk mengapresiasinya sendiri…. tapi yang pasti ini bukan cerpen apalagi novel…!

    @ langitjiwa
    selamat sore sobat

    @ sawali tuhusetya
    meski pendek, apresiasi dari Pak Guru Sawali ini cukup berharga bagi saya. Puisi memang semestinya tak terjebak pada panjang dan pendeknya lirik. *halah*

  5. Febra Juli 14, 2008 pada 8:31 am #

    aku bersaksi sangat mencintai-Mu

  6. Gelandangan Juli 14, 2008 pada 2:45 pm #

    Emank mas Cinta dalam Islam itu Cinta yang Hakiki

    Salam kenal
    Blogger Makassar

  7. Yari NK Juli 15, 2008 pada 3:34 am #

    aiyayayayaya…. lagi2 puisi… wakakakak… tapi aku malah tertantang nih bikin puisi lagi!

    ____________________

    Aku bersaksi….
    Tidak ada keagungan melebihi keagunganMu…

    Aku bersaksi….
    Tidak ada kebesaran melebihi kebesaranMu…..

    Namun akupun bersaksi…..
    Tidak ada kasih sayang melebihi kasih sayangMu…

    Untuk itu akupun tiada sangsi….
    Seluruh kekagumanku hanyalah untukMu……

    ______________________

    Nggak ada judulnya…. cuma ikut2an berpuisi aja…😛

  8. qizinklaziva Juli 16, 2008 pada 2:03 am #

    @ Febra
    aku bersaksi tak jatuh cinta pada semua

    @ Gelandangan
    itulah Rahman Rahim

    @ Yari NK
    aiyayaya… mas Yari sekarang jadi rajin bikin puisi juga di blog ini… sekali-kali lah mas yari juga jadi romantis religius…!

  9. fahirohim Oktober 19, 2008 pada 7:31 am #

    MU dengan huruf besar sudah semertinya disandarkan kepada KHOLIK YANG MAHA KUASA YAKNI ALLAH, tapi yang disandarkan mestinya ada dong di awalu atau di akhiru sebuah karya, bukan begitu ? . begitu.

    Salam dari tetanggamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: