dari BISMILLAH hingga SURGA

8 Jul

BISMILLAH

ajari aku menyebut

nama

kukenal lama

… Mu

Banten, Juli 2008

 

MENCINTAMU

 seperti sajak

menjadi jejak

dalam sesak

jiwa

Banten, 7 Juli 2008

ABABIL

seperti juga ababil

aku terbang ke medan perang

dengan batu api

ini bumi Allah

terlalu suci dikotori

 

seperti juga ababil

aku terbang ribuan

dengan batu api

Banten, Juli 2008

 

NUH

banjir akan kembali tiba

siapa hendak membuat perahunya

 

Banten, Juli 2008

 

SURGA

hanya ciumMU

kurindu

Banten, 7 Juli 2008

15 Tanggapan to “dari BISMILLAH hingga SURGA”

  1. nie Juli 8, 2008 pada 1:54 am #

    puitis. romantis. dalam.

  2. artja Juli 8, 2008 pada 6:39 am #

    saya selalu kesulitan menulis sajak-sajak pendek.😦

  3. masenchipz Juli 8, 2008 pada 8:22 am #

    bisa maen sajak2 juga si om ini… hiks…hiks…

  4. tusyalrasyid Juli 9, 2008 pada 6:03 am #

    bagus2

  5. zoel Juli 9, 2008 pada 5:44 pm #

    bisa puitis juga ya pak…. salutttt

  6. qizinklaziva Juli 10, 2008 pada 1:55 am #

    @ nie
    dalem apanya???

    @ artja
    perlukan puisi dibedakan dari panjang dan pendek?

    @ masenchipz
    cuma sekedar maen kata

    @ tusyalrasyid
    makasih2

    @ zoel
    saya cuma sastra-awam

  7. Ersis Warmansyah Abbas Juli 10, 2008 pada 10:44 am #

    Wow Raja Sajak juga nich ye … Salam

  8. Laporan Juli 10, 2008 pada 12:50 pm #

    Apa itu ababil?

  9. Qizink Juli 11, 2008 pada 1:23 am #

    @ Ersis Warmansyah Abbas
    Wow berlebihan juga nih julukannya… salam

    @ Laporan
    *celingak-celinguk cari buku sejarah*

  10. Yari NK Juli 11, 2008 pada 3:32 am #

    Dalam keheningan malam……

    Kulihat keagungan alam………

    Aku benar2 terpesona oleh Sang Pencipta Alam…..

    **halaah** ikut2an berpuisi… huehehehe…:mrgreen:

    @ Yari NK
    mas Yari jago juga berpuisi…! hehehehe….

  11. zriri98 Juli 11, 2008 pada 6:39 am #

    indaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

  12. nengthree Juli 11, 2008 pada 6:50 am #

    daleeemmm…
    *pura-pura ngerti lagi*
    apa saya ga punya kemampuan mengartikan puisi yang begitu indah?
    *geleng-geleng*

  13. Febra Juli 11, 2008 pada 11:45 am #

    your poems are simple but beautifull😎

  14. Sawali Tuhusetya Juli 11, 2008 pada 3:04 pm #

    puisi religius yang mantab, mas qizink. butuh banyak pendekatan utk bisa menentukan gaya pengucapan dan pesan2 religinya. salut buat mas qizink. kapan antologi puisinya diterbitkan, mas?

  15. qizinklaziva Juli 12, 2008 pada 1:59 am #

    @ zriri98
    Indah tuh orang mana sih??? koq kamu sampe teriak2 githu😀

    @ nengthree
    lebih dalem mana dibandingin sumur tetangga?

    @ Febra
    My city is beautifull (kopi paste dari putri indonesia)

    @ Sawali Tuhusetya
    dapat nilai bahasa indonesia berapa nih saya, pak guru..
    Sekarang saya sedang menyiapkan antologi puisi… lagi mengumpulkan dulu berkas-berkas yang tercecernya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: