[Kelas Menulis #1] Membuat Nama Samaran

5 Jul

Beberapa hari ini aku teramat melankolis. Aku tiba-tiba terkenang saat-saat aku masih berkutat dengan buku duduk manis di ‘Kelas Menulis’ Rumah Dunia untuk belajar jurnalistik, sastra, dan skenario film. Itu sudah terjadi sejak enam tahun silam, tepatnya sejak awal 2001. Saya masuk dalam angkatan bersenjata  pertama. Saat ini Kelas Menulis sudah memasuki angkatan ke-12.

Saya teringat materi pertama di kelas ini. Saat itu suhu menulis di Rumah Dunia yaitu Gola Gong, langsung memberi titah agar seluruh peserta kelas menulis membuat nama pena alias nama samaran. Ups, saya nggak nyangka dengan materi pertama ini. Awalnya saya kira di kelas menulis ini akan diajari dasar-dasar jurnalistik macem 5W+1H atawa bagaimana cara membuat alur, plot, karakter untuk cerpen. Ternyata materinya hanya diminta membuat nama pena!

Gong sih menyarankan agar nama pena itu UNIK, BERMAKNA, dan MUDAH DIINGET. Setelah beberapa menit, peserta langsung punya nama pena sendiri, Ibnu Adam Aviciena (aslinya Ade Jaya), ada Najwa Fadia (saya lupa nama aslinya, Korie Lawa (nama aslinya Endang Rukmana, penulis buku ML dan peraih Youth Writers Unicef Award), Muhzen Den (nama aslinya Deden), Rimba Alang-Alang (nama asli dari Rizal). Ada juga sih yang bikin nama pena hanya dengan menyingkat namanya, misalnya si Adkhilni Mudkhola Sidqi yang kemudian bikin nama pena menjadi Adkhilni MS.

Sementara aku sendiri memilih nama Qizink La Aziva. Aku sih ngerasa nama ini cukup unik, buktinya RITA  nyangka nama ini adalah perpaduan antara Jepang dan Spanyol, padahal itu adalah perpaduan antara Jawa dan Arab, seperti yang saya jelaskan di sini. Uniknya lagi, saat melacak nama Qizink lewat om Google, maka yang muncul semunya masih terkait dengan diriku sendiri. Coba bandingkan kalo namanya misalnya nama penaku Soeharto, waduh… yang muncul pasti perihal orang klain juga.

Emang apa sih makna nama Qizink La Aziva itu?

Begini, Qizink itu kalo dalam bahasa jawa (Kijing) artinya batu nisan sedangkan La Aziva aku ambil dari bahasa Arab yang artinya La Asyifa yang artinya bukan obat. Makna nama samaranku ini sebenarnya sebuah sindiran terhadap kondisi masyarakat, terutama di Banten yang masih memercayai takhayul dan gaib dengan menaruh banyak harapan pada kuburan-kuburan. Begitulah maknanya…

Apakah nama ini mudah diinget? saya tak tahu pasti jawabannya. Mungkin pembaca yang bisa menjawabnya?

Ini adalah pelajaran pertama ‘Kelas Menulis’. Saya usahakan pelajaran Kelas Menulis lainnya bisa terus dibagikan… CIAW (qizink)

11 Tanggapan to “[Kelas Menulis #1] Membuat Nama Samaran”

  1. nenyok Juli 5, 2008 pada 8:16 am #

    Salam
    Pertama ngeja aga belibet tapi its okay, really unique nick name🙂

  2. septy Juli 5, 2008 pada 1:22 pm #

    Waa..kupikir tadi dr bhs arab semua, ga nyangka ada hs jawanya. Nama yg bagus!🙂
    ~salam kenal

  3. Ersis Warmansyah Abbas Juli 5, 2008 pada 5:03 pm #

    Oh ya … bagus saja; Shakespiere berkata, apalah arti sebuah nama. Tap, jangan lupa nama adalah identitas.

  4. Sawali Tuhusetya Juli 5, 2008 pada 6:14 pm #

    nama qizink-nya itu yang bikin aku ndak bisa lupah, hehehe😆 tapi sempat juga terkecoh dengan qizink666 *kalau nggak salah* kalau saya sih hanya pakai nama tambahan tuhusetya aja, mas, hehehe😆

  5. Yari NK Juli 5, 2008 pada 10:45 pm #

    Qizink La Aziva memang unik sih, tetapi bermakna?? Sepertinya bagi yang tahu artinya Qizink dan Aziva aja hehehe….

    Sedangkan mudah diingat?? Yah… sedang2 saja menurut saya, tidak terlalu mudah diingat walau tidak terlalu sukar diingat pula……😀

  6. qizinklaziva Juli 6, 2008 pada 6:29 am #

    @ nenyok
    yang penting kan gak salah eja

    @ septy
    tadinya sih mau pake bahasa jepang, tapi nggak mudheng

    Ersis Warmansyah Abbas
    Saya sih dipanggil apa saja gak masalah, yang penting gak dipanggil KEJAKSAAN

    @ Sawali Tuhusetya
    Saya sempat penasaran dengan qzink666 hehehe… soalnya hampir sama…
    Nama sawali juga unik… saya cari di google cuma ada satu hehehe

    @ Yari NK
    moga2 aja sekarang jadi mudah diinget…

  7. langitjiwa Juli 6, 2008 pada 1:43 pm #

    akhirnya terungkap juga arti dari namamu itu,kang.
    dan jujur namamu mudah aku ingat.
    salam

    @ langitjiwa
    Sengaja aku mengungkapkannya!
    syukur kalau kamu bisa mengingatku, sayang!
    salam

  8. langitjiwa Juli 7, 2008 pada 1:48 am #

    ahahahahahaha…..

  9. uwiuw Juli 10, 2008 pada 9:07 am #

    wah ternyata nama samaran itu penting yah🙂

  10. reza November 3, 2008 pada 5:16 pm #

    ga pntng smuany,,
    mndng pake nama asli,,
    membawa barokah,,udah d fitrahin lg…

  11. Najwa Fadia Agustus 27, 2009 pada 9:05 am #

    Ralat dikit ya,,, Nama Najwa Fadia udah ada sebelum masuk RD. Nama ini digunakan waktu aku aktif sebagai pengurus BEM dan sesekali menulis di majalah kampus.
    Hmmm….soal namapena jadi inget belasan tahun silam, waktu itu aku masih pake seragam putih biru, kebetulan lumayan sering nulis di Mading Sekolah. Karena waktu itu aku tengah jatuh cinta dengan cowok yang inisialnya P, maka nama penaku PLN Girl (P= nama cowokku, L= Love dan N=inisial namaku, padahal sebelumnya aku sudah menggunakan nama Lembayung Senja🙂

    Lalu, saat berseragam abu-abu hobi menulisku gak berhenti. Mading sekolah sering dihiasi nama Insan Prihatin (Pssttt….! plagiat dikit, hehe…ini nama cowok yang sering kirim surat ke aku. Hmmm namanya unik juga, makanya kupake aja!

    Sampai akhirnya aku memilih Najwa Fadia, nama ini nggak sembarangan! Nggak asal comot, karena untuk mendapatkan nama ini aku harus ouasa tujuh hari tujuh malem (hehe.,. yang ini boong banget!),
    Najwa =Rahasia, Fadia=Fadhiiyah (tapi nggak aku pake, koq kedengeranya kampungan ya, ada YAHnya,hehe…) artinya tersembunyi. Jadi Najwa Fadia+ Rahasia yang tersembunyi.

    Jadi menurutku setiap individu pasti mempunyai rahasia yang tersembunyi pula (pemborosan kata nggak seh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: