Melabuhkan Cinta

3 Jul

# Euis dan Si Mata Elang

Mari kita labuhkan saja
Perahu yang telah jauh kita layari bersama

Pada dermaga di ujung senja itu
Kita akan kembali mengenang
Betapa dahsyat ombak menghantam
Dan angin menerjang
Namun perjalalanan perjalanan harus dituntaskan

Lihatlah…
Di sana anak-anak
Akan Menyambut kita dengan kalung bunga
Serta canda

Pojok Warnet, 3 Juli 2008
Qizink La Aziva

5 Tanggapan to “Melabuhkan Cinta”

  1. Sawali Tuhusetya Juli 3, 2008 pada 6:52 pm #

    yaps, setelah dilabuhkan, sang nahkoda bisa menikmati kedamaian dan kenyamanan menyambut hari-hari yang indah. puisi yang inspiratif, mas qizink.

    @ Sawali Tuhusetya
    hidup adalah perbuatan perjalanan

  2. hanggadamai Juli 3, 2008 pada 8:02 pm #

    apa sang nahkoda akan pergi berlayar kembali??

    @ hanggadamai
    duit adalah lautan sementara
    ada perjalanan panjang yang masih menanti

  3. devi Juli 4, 2008 pada 3:26 am #

    thanks buat aa yg tlh bikinin puisi buat euis,aku ga tau kpn perjalanan ini akan tuntas kpn aku bs bersatu sm dia restunya aja ya………………

    @ devi alias Euis
    Ceritamu sangat inspiratif
    ini hanya kado kecil buatmu…
    salam buat si Mata Elang

  4. Anonim Juli 11, 2008 pada 9:36 pm #

    http//:wap.Google.Com

  5. arch222 Juli 20, 2008 pada 12:20 pm #

    sebuah kata
    bahagia
    dengan lingangan air mata
    haru dan bangga

    salam untukmu saudara
    dari kelana
    http://arch222.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: