Percintaan pada Bulan Kawalu

8 Jun

aku mengenangmu

pada malam ketiga bulan kawalu

ketika benih mulai disemai

kau ucapkan cinta lewat sepoi

 

nanti

ketika sealis rembulan menyapa

kita nikmati malam dengan hangat rindu

 

sayang, siapakah yang akan melukiskan hujan

pada setombak ladang yang kita punya

 

kemarilah, aku dekap engkau sepanjang hari

tak usah kau pergi

rumput ilalang harus kau cabuti, sayang

 

 

 

biarlah ini waktu

menjadi milik kita bersama

menanti wangi jerami

pada musim panen nanti 

selamanya

 

 

Banten, 8-06-2008

 

Kawalu = Masa musim tanam di Baduy

3 Tanggapan to “Percintaan pada Bulan Kawalu”

  1. Diah Juni 8, 2008 pada 9:21 am #

    Ih romantis banget puisinya..jadi ingat masih pacaran🙂

    @ Diah
    sempat pacaran to?

  2. Sawali Tuhusetya Juni 8, 2008 pada 10:02 am #

    kawalu? jadi inget masa2 musim tanam di kamoung waktu kecil. pada musim2 semacam itu seringkali saya harus belepotan lumpur membantu orang tua, hehehehehe😆 kini bau khas musim tanam jarang lagi tercium setelah lahan kota ditanami baja dan beton, haks.

    @ Sawali Tuhusetya
    Momen musim tanam ini sekarang mulai sulit kita rasakan…. aku juga kangen dengan musim tanam yang 😀

  3. aprillins Juli 27, 2008 pada 4:00 am #

    i recommend you to visit this http://sifa.aprillins.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: