Didin Bagito Mundur Jadi Calon Wakil Walikota

26 Mei

SERANG-Berakhirnya masa penyerahan syarat dukungan pada Minggu (25/4) pukul 24.00 WIB, sejumlah calon perseorangan yang telah mengambil formulir di KPU Serang akhirnya mengundurkan diri.  Mereka tidak sanggup untuk mendapatkan dukungan masyarakat sebanyak 20.140 yang dibuktikan dengan tanda tangan warga dan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat pencalonan dalam Pilkada dari jalur perseorangan.

Bakal calon wakil walikota dari perseorangan Tb Zainal Abidin yang akrab dipanggil Didin Bagito, secara tegas menyatakan pengunduran dirinya. “Saya minta maaf karena tidak bisa memenuhi harapan masyarakat,” terang Didin, saat dihubungi lewat telepon genggam, Minggu (25/5).

Saat mengambil formulir pendaftaran di KPU Serang, Didin berpasangan dengan Didi Sunardi. Saat itu, Didin mengaku semangat karena proses calon perseorangan merupakan yang pertama kali di Indonesia. Sehingga dirinya ingin ikut berperan dalam pembelajaran politik melalui perseorangan. “Saat awal mencalonkan masyarakat cukup antusias, sudah hampir 10 ribu dukungan datang dari masyarakat,” jelasnya.

Namun seiring perjalanan waktu, kata Didin, proses pencarian dukungan ternyata membutuhkan energi yang sangat besar. “Untuk satu KTP saja sampai ada yang menawarkan dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Saya pikir, awalnya tim yang mengajak saya sudah siap, ternyata tidak. Maka saya putuskan untuk mengundurkan diri,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Isbandi, bakal calon wakil walikota dari jalur perseorangan. Isbandi juga mengaku, kesulitan untuk mendapatkan dukungan warga karena waktunya yang mepet. “Ternyata butuh proses dan waktu panjang,” ujarnya.

Isbandi mengatakan, ketidaksanggupan timnya juga karena calon perseorangan dalam Pilkada baru kali pertama dilaksanakan sehingga butuh persiapan matang dan terencana. Menurutnya, calon perseorangan tidak dapat dilakukan dengan setengah hati. “Harus dilakukan dengan total karena mencari dukungan calon perseorangan punya efek hukum. Yaitu bila memberikan keterangan palsu akan dipidana,” tandasnya.

Selain Didin dan Isbandi, kemungkinan calon perseorangan yang mengundurkan diri adalah pasangan Hamdan-Anizir Ali Murad. Isbandi mengaku, juga mendapat informasi pasangan Hamdan-Anizir mundur. “Saya dengar seperti itu,” ujarnya.

Sementara Anizir saat dikonfirmasi tidak menjawab. Beberapa kali dihubungi lewat telepon genggam tidak menjawab meski nada masuk. Sementara Hamdan tidak dapat dihubungi karena telepon genggamnya dalam keadaan mailboks. (alt/qizink)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: