: Langit Jiwa

23 Mei

kau catat daun gugur
di saint carolus
pada september yang basah

angin yang mengetuk jiwamu
telah sempurna menciptakan hujan yang resah

dan bayanganmu kembali menari-nari *

malam ini, bulan kembali setia
menyelimuti senja laramu

ada rindu pada waktu
pada perjalanan jauhmu

Banten, 23 Mei 2008

* kutipan sajak langitjiwa pada puisi Kaiko

4 Tanggapan to “: Langit Jiwa”

  1. langitjiwa Mei 23, 2008 pada 11:32 am #

    kang,kapan kita bisa berkoloborasi?

    salamku

    @ langitjiwa
    kolaborasi? kayak mau dangdutan aza nih….
    hahaha…. kapan ya????

  2. langitjiwa Mei 24, 2008 pada 5:47 am #

    hahahahaha…..
    kang,tadi aku jalan2 kerumahnya Hasan Aspahani,terus liat puisimu itu yg ‘pantat’itu,hahaha….

    kan aku mau banyak belajar sama kamu,kang.

    @ langitjiwa
    salam ah buat kang Hasan Aspahani…
    lama juga aku nggak menyapanya…
    Sorry puisi pantat yang mana ya??? aku lupa😀

  3. langitjiwa Mei 25, 2008 pada 12:57 pm #

    nah loh!

  4. om Bertus al Cahyo Sumunar Agustus 13, 2008 pada 2:09 am #

    begitu aku baca puisimu, aku jadi teringat kala aku masih usia remaja menginjak dewasa, waktu itu aku lagi getol-getolnya nulis puisi dan cerpen….Eh..ternyata mendatangkan duwit juga lho…
    Kini seiring usiayaag semakin tambah tua, aku hanya pengin nguri-uri basa Jawa, biar anak-anakaku tidak malu gunakan bahasa Ibu.
    Sukses….maju terus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: