Pertiwi

21 Mei

pertiwi

begitulah para moyang menyebut namamu

berkalung zamrud elok menawan

para petualang berulang datang

menjamahi lekuk tubuhmu

 

pertiwi

entah berapa darah airmata

yang telah kau tumpah dalam luka dukamu

 

“kenapa kalian menginginkan aku bangkit

sedangkan luka dalam tubuh belum juga sembuh”

 

pertiwi

orang-orang masih sedemikian menyebut namamu

namun kau telah terlalu renta

memanggul setumpuk derita

 

“kenapa kalian diam

saat aku terbakar dalam sekam”

 

Banten, 21 Mei 2008

 

sumber gambar : http://www.armstrongnart.net

 

Satu Tanggapan to “Pertiwi”

  1. Sawali Tuhusetya Mei 21, 2008 pada 9:26 am #

    lirik yang menyentuh kepekaan nurani siapa saja yang masih mengaku diri sebagai warga bangsa bernama indonesia. sudah terlalu lama ibu pertiwi kita tersekap dalam derita akibat memanggul beban para petualang politik dan ekonomi yang kehilangan kesantunan dan kearifan.

    @ Sawali Tuhusetya
    kita telah lama lupa untuk mencintai pertiwi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: