Sate Bandeng, Menu Makanan Sultan Banten

14 Mei

Berwisata ke Banten rasanya kurang lengkap bila tidak mencicipi kelezatan sate bandeng, salah satu makanan khas di Banten. Bagi pecinta kuliner, makanan yang satu ini akan memberikan sebuah pengalaman menikmati menu makanan yang berbeda. Selain rasanya yang gurih, makanan ini juga akan memberikan kejutan tersendiri bagi yang baru merasakannya. Karena kita tak akan direpotkan dengan tulang-belulang yang biasanya terdapat pada ikan bandeng.

Makanan ini sudah dimasukkan pemerintah daerah sebagai salah satu menu makanan khas daerah. Dalam beberapa brosur wisata yang dibuat Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disbudpar) Banten dan Disbudpar Serang, sate bandeng dijadikan sebagai menu makanan daerah yang dianggap bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Hingga kini masih cukup banyak warga Banten yang menjadikan sate bandeng sebagai salah satu menu makanan sebagai santapan mereka. Bahkan pada perayaan hari besar atau resepsi pernikahan bagi warga Banten, menu makanan ini menjadi semacam menu wajib yang harus tersaji di meja makan.

Tak ada yang mengetahui secara pasti, sejak kapan menu makanan yang satu ini ada. Namun berdasarkan beberapa warga, makanan ini merupakan gagasan dari Sultan Banten yang ingin menyajikan makanan dari ikan bandeng kepada para tamu kerajaan tanpa harus merepotkan tamu dalam memisahkan tulang ikan.

Cara pengolahan makanan ini juga cukup unik. Daging dan tulang ikan bandeng yang akan diolah dikeluarkan terlebih dahulu tanpa membelah perut ikan. Cara mengeluarkannya melalui bagian kepala ikan. Daging yang telah dikeluarkan kemudian dicincang (sebagian ada yang dicampur dengan daging kerbau atau sapi). Daging cincang itu selanjutnya diberi bumbu sebagai penyedap makanan.  Cincangan daging ikan tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuh ikan. Sedangkan sisanya dilumurkan di bagian luar. Ikan bandeng selanjutnya dibungkus dengan daun pisang untuk dibakar di atas bara api.

Cukup mudah bagi wisatawan yang hendak menikmati makanan ini. Sejumlah rumah makan di sekitar kawasan wisata Anyer, Cilegon, dan pusat kota Serang banyak yang menyajikan menu makanan ini sebagai andalannya. Bagi wisatawan yang ingin membelinya sebagai oleh-oleh, bisa mendapatkanya di sejumlah warung penyedia oleh-oleh khas Banten, misalnya di sekitar Pasar Buah Kemang, Serang, yang berada di dekat pintu tol timur Serang.

Makanan yang bisa bertahan 3 hingga 4 hari ini sangat cocok sebagai lauk pauk makanan. Untuk lebih menikmatinya, makanan yang satu ini sebaiknya disantap selagi masih hangat.

Selamat menikmati makanan dari Sultan Banten. (qizink)

 

Iklan

3 Tanggapan to “Sate Bandeng, Menu Makanan Sultan Banten”

  1. treesna Juli 25, 2008 pada 12:44 am #

    iya ni sate bandeng dari banten. beberapa waktu lalu ada acara kuliner yang meliput sate bandeng ini, kayaknya mantap banget [secara yang bawain acaranya adalah didin hahaha, mpe ngiler2].. boleh tuh kang 🙂

    @ treesna
    Ini juga makanan favorite saya… makan ikan bandeng tapi nggak ada tulangnya…!

  2. Ian Oktober 20, 2008 pada 4:41 am #

    Trima kasih
    saya bisa melanjutkan proyek saya

  3. Agata Oktober 20, 2009 pada 2:11 pm #

    Mas,tmpat yg enak untuk memcicipinya d’mana?
    Harganya brp?
    Thanks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: