Pencekalan Film di Indonesia (1961-2008)

7 Mei

Waklikota Depok Nur Mahmudi Ismail mencekal film ‘Tali Pocong Perawan’ untuk di putar di ‘daerah kekausaannya. Konon sih, pencekalan ini dikarenakan film yang diperankan Dewi Persik itu mengandung unsur pornografi. Tapi ada juga satu mazhab  sumber yang nyebutin pencekalan tersebut karena yang maennya itu Dewi Persik… kan tau sendiri sekarang mantan suami Saiful Jamil itu lagi dicekal di mana?

Ngomong-ngomong tentang pencekalan film, sebetulnya ini bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Bahkan pencekalan ini udah ada sejak tahun 1960-an. Berikut ini saya kutip dari mesin wikipedia tentang daftar film-film yang pernah dicekal di Indonesia…

  • Pagar Kawat Berduri (1961), diganyang oleh Partai Komunis Indonesia, diselamatkan Presiden Soekarno, namun tetap tak bisa diputar di bioskop.
  • Tiada Jalan Lain (1972) karena produsernya, Robby Tjahjadi, terlibat dalam kasus penyelundupan mobil mewah
  • Romusha (1972), dianggap dapat mengganggu hubungan dengan Jepang
  • Inem Pelayan Seksi (1976), diharuskan berganti judul dari judul semula Inem Babu Seksi.
  • Wasdri (1977), skenarionya dianggap bisa menyinggung pejabat Kejaksaan Agung, karena Wasdri, buruh angkut di Pasar Senen, Jakarta, hanya diberi upah oleh seorang istri jaksa hanya separuh dari yang biasanya ia terima.
  • Yang Muda Yang Bercinta (1977), dianggap mengakomodasi teori revolusi dan kontradiksi dari paham komunis.
  • Bung Kecil (1978), isinya tentang orang muda yang melawan feodalisme
  • Bandot Tua (1978), dipangkas habis-habisan dan diganti judulnya menjadi Cinta Biru, karena kata “Bandot” dinilai bermakna negatif.
  • Petualang-petualang (1978), judulnya diharuskan diubah dari “Koruptor, Koruptor”. Film ini mengisahkan berbagai bentuk korupsi besar-besaran.
  • Buah Hati Mama (1983), memuat dialog tentang kakek yang pintar menyanyi karena berteman dengan mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso. Bagian ini digunting habis.
  • Saidjah dan Adinda – 1988, judul berubah dari Max Havelaar dan menggambarkan Max Havelaar yang berhati mulia, sementara penguasa pribumi justru menghisap rakyat.
  • Pembalasan Ratu Laut Selatan ( 1988 ) karena eksploitasi seks
  • Jurus Maut
  • Kuda-kuda Binal
  • Cinta Biru
  • Kanan Kiri OK, diharuskan berganti judul dari Kiri Kanan OK karena kata ‘Kiri’ memberi kesan PKI.
  • Tinggal Landas, sutradaranya, Sophan Sophiaan, diminta menambahkan kata Buat Kekasih, karena Indonesia saat itu sedang dalam proses tinggal landas.
  • Nyoman dan Presiden (1989), diminta agar judulnya diubah menjadi Nyoman dan Bapaknya, Nyoman dan Kita, Nyoman dan Bangsa, Nyoman dan Merah Putih, atau Nyoman dan Indonesia.
  • Buruan Cium Gue (2005), diprotes oleh Abdullah Gymnastiar dan Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  • Selain itu ada juga film dari luar Indonenesia yang dilarang diputer di Indonesia, di antaranya :

    • 2006: Passabe
    • 1999: Family Guy – film seri TV
    • 1994: True Lies
    • 1982: The Year of Living Dangerously (dilarang hingga 1999)

     

    Satu Tanggapan to “Pencekalan Film di Indonesia (1961-2008)”

    1. herusularto Januari 26, 2012 pada 8:04 pm #

      True Lies itu isinya tentang apa ya? Masih penasaran kenapa kok dilarang.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: