Seorang Gadis Gantung Diri Jelang Akad Nikah

5 Mei

SERANG – Munawaroh alias Ipah (25), warga Kampung Lebak Gempol, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, menggegerkan keluarga dan warga kampung hari Minggu (4/5) sekira pukul 17.00 WIB. Pasalnya, karyawati PT Nikomas Gemilang ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bertepatan dengan hari pernikahannya dengan Dadang, lelaki asal Sukabumi, Jawa Barat. 

Latar belakang gantung diri anak keempat dari lima bersaudara itu masih gelap. Terlebih menyusul kedatangan dua tamu misterius yang salah satunya mengaku bernama Uum, asal Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mencari Munawaroh pagi harinya.

Hal tersebut seperti diuangkapkan ayah korban, Maman (60), bahwa anak perempuannya ditemukan tewas dengan lidah menjulur dan tergantung di plafon kamar pengantinnya, sebelum akad nikah dimulai, setelah pagi harinya kedatangan dua tamu misterius. “Keluarga kami tidak kenal sama tamu itu. Saya sendiri nggak ketemu langsung karena yang nemuin istri saya, Sani (50),” katanya.

Anehnya, kedatangan dua tamu itu hanya sebentar dan tak mau menemui anaknya. “Nggak lama mereka langsung pamit pulang dan meminta istri saya agar menyampaikan kedatangan mereka ke Munawaroh yang lagi bantu-bantu masak di dapur,” terangnya.

Amanat itu disampaikan Sani. Menurut Maman, Munawaroh yang mendapat kabar dari ibunya itu langsung berubah menjadi pemurung dan langsung meminta izin untuk masuk kamarnya dengan alasan capek.

Kecurigaan pihak keluarga mulai muncul ketika hari telah sore. Munawaroh tidak keluar dari kamarnya meskipun calon mempelai pria yang akan menikahi korban telah datang dari Sukabumi bersama keluarganya untuk melangsungkan akad nikah yang sedianya akan dilangsungkan sekira pukul 17.00 WIB kemarin.

Keluarga mempelai wanita yang mengetuk pintu kamar tidak ditanggapi Munawaroh. Karenanya, Sani pun mengintip dari lubang angin kamar pengantin. Sontak, ibu kandung korban ini langsung histeris melihat anak keempatnya tergantung menggunakan kain yang diikatkan di plafon kamar.

“Melihat kejadian ini, keluarga Munawaroh maupun keluarga Dadang langsung mendobrak pintu kamar dan menurunkan mayat Munawaroh,” kata Kapolsek Cipocok Jaya AKP Fitria Mega saat dihubungi via telepon.

Usai diturunkan, jenazah Munawaroh langsung dibawa ke kamar mayat Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD Serang untuk divisum sebelum dimakamkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Fitria, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Munawaroh sehingga kesimpulan sementara penyebab kematian gadis ini adalah akibat gantung diri.

“Penyelidikan akan terus dilakukan terutama untuk mengetahui apakah ada keterkaitan dengan kedatangan dua tamu misterius itu atau tidak,” tukasnya sambil menambahkan, penyelidikan kasus ini dilanjutkan oleh Reskrim Polres Serang. (dew)

 

Sumber : Radar Banten

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: