Ke Banten, Wiranto Cicipi Nasi Aking

21 Mar

Pemilihan presiden (pilpres) memang masih jauh. Namun, para politisi seperti tak mau  kehilangan kesempatan. Setelah mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso minta restu ulama Banten, giliran Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto yang datang ke Banten, Selasa (18/3).
Namun, mantan Panglima TNI itu membantah kedatangannya ke Banten dalam rangka mengkampanyekan rencana pencalonannya sebagai presiden pada tahun 2009 mendatang.
Wiranto yang datang sekira pukul 12.00 didampingi beberapa pengurus DPP Partai Hanura dan DPD Partai Hanura Banten, langsung menuju Kampung Masigit Tegal, RT 13 RW 01, Desa Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Di permukiman itu, Wiranto menyambangi kediaman salah seorang warga bernama Solihah (45), janda beranak lima yang kesehariannya berjualan kue keliling kampung untuk bisa menghidupi kelima anaknya.
Saat Wiranto tiba, Solihah bersama kelima anaknya, Supiyati (17), Oviah (10), Sabena (8), Sifauni (6), dan Sape (4), tampak sudah siap menanti kedatangan Wiranto.
Di rumah sangat sederhana itu, Wiranto disuguhi sebaskom penuh nasi aking. Tanpa ragu, mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Presiden Gus Dur itu langsung mengambil nasi aking ke piring dan melahapnya. Ditemani sambal dan ikan asin, Wiranto  mencoba menikmati suguhan sang tuan rumah.
Wiranto pun meminta Solihah dan kelima anaknya untuk menemaninya menyantap nasi aking. Aksi Wiranto mencicipi nasi aking menjadi perhatian warga setempat. Mereka berjejal ingin melihat lebih dekat orang yang dikabarkan bakal bersaing dengan sejumlah nama besar dalam Pilpres 2009 mendatang itu melahap nasi yang sama sekali tak mengandung gizi tersebut.
“Enak juga ya dikasih sambel,” ujar pria yang lahir 4 April 1947, sambil terus mengunyah nasi aking.
Usai menikmati nasi aking, mantan calon presiden pada Pilpres tahun 2004 lalu ini, kemudian menyambangi kediaman Supeni, Ketua RT 13 Kampung Masigit Tegal, dan membagikan bungkusan besar berisi sembako bagi warga sekitar.
Usai membagi-bagikan sembako, ia menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung dan menikmati nasi aking. “Ini adalah upaya saya untuk bisa meresapi betul apa itu kemiskinan,” katanya kepada wartawan.
Meski tampak nikmat saat melahap nasi aking, namun saat ditanya rasa nasi aking itu, Wiranto menjawab, tidak enak. “Nasi ini sama sekali tidak bergizi, kalau pun mau enak harus dimakan dengan sambal. Perut saya sampai sakit karena terlalu banyak makan sambal,” paparnya.
Disinggung keterkaitan kedatangannya ke Kampung Masigit Tegal dan memakan nasi aking dengan rencana pencalonannya pada Pilpres 2009 mendatang, Wiranto menyatakan bahwa apa yang dilakukannya murni sebagai implementasi kepedulian terhadap masyarakat miskin.
“Terserah orang bilang ini kampanye atau bukan. Yang pasti mengentaskan kemiskinan itu bukan hanya tugas pemerintah saja. Saya selaku elemen masyarakat berkewajiban membantu. Masyarakat yang lain pun yang secara ekonomi berlebih disarankan untuk turut membantu mengentaskan persoalan kemiskinan ini,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan apakah terus bertambahnya jumlah penduduk miskin di Indonesia akibat ketidakmampuan pemerintah membuat program pengentasan kemiskinan, Wiranto mengatakan, kemiskinan bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk dientaskan. “Tidak perlu ada kritikan buat pemerintah. Kemiskinan bukan untuk diperdebatkan,” tandasnya.
Sementara itu, Solihah, janda beranak lima yang rumahnya didatangai Wiranto mengaku senang atas kujungan orang gede itu. “Ternyata masih ada orang gede yang mau perhatian dan ngasih bantuan kepada keluarga saya,” ujarnya. (rohila)

Iklan
%d blogger menyukai ini: