Banten Dikepung Banjir

4 Jan

SERANG – Hujan deras yang mengguyur Banten sejak Selasa (1/1) hingga Rabu (2/1), mengakibatkan banjir di hampir seluruh wilayah Provinsi Banten. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektar sawah dan infrastruktur lainnya. Bahkan sejumlah rumah warga di Kabupaten Lebak, tergerus longsoran tanah.
Di Kota Serang dan sekitarnya, ketinggian air yang mencapai 1 meter menggenangi sejumlah rumah warga dan menutup ruas jalan protokol. Di Jalan Sama’un Bakri, tepatnya di perempatan Pasar Induk Rau, genangan air meluber hingga badan jalan dengan ketinggian sekitar 10 centimeter. Pemandangan serupa juga terlihat di sekitar UPTD Pusat Kesehatan Hewan di jalan yang sama. Genangan air juga terjadi di Jalan Ayip Usman, tepatnya di kedua sisi pintu rel di wilayah tersebut serta di depan bengkel Sinar Makmur dengan ketinggian air mencapai 20 centimeter. Hal serupa juga terlihat di Jalan Ciwaru Serang. Selain digenangi air hujan, aspal di ruas jalan ini juga sudah terkelupas dan berlubang.
Kondisi terparah terlihat di Jalan Trip Jamaksari serta di bawah jembatan tol Trondol (Jalan Warung Jaud). Di kawasan ini, sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian seukuran pinggang orang dewasa. Genangan air juga meluap hingga ke badan jalan dengan tinggi sekitar 30 centimeter.
Akibat banyaknya genangan air, sejumlah sepeda motor yang memaksa melewati genangan mogok karena mesin dan knalpotnya kemasukan air. “Hampir setiap hujan, jalan bawah tol sudah dipastikan terendam dan macet,” jelas Muhidin, tukang ojek yang biasa beroperasi untuk jalur Ciceri-Warung Jaud.
Genangan air di Jalan Warung Jaud ini juga terlihat di Kantor Kecamatan Serang dan gedung SD Negeri Ciputat, Serang. Genangan air dengan ketinggian sekitar 30 centimeter di sekolah ini menyebabkan tak berfungsinya sejumlah ruang belajar. Siswa di sekolah ini pun untuk sementara dipulangkan lebih cepat.
Wilayah lain yang terserang banjir adalah di Kampung Kroya, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen. Di daerah ini puluhan rumah terendam air setinggi kurang lebih 1 meter. Terendamnya sejumlah rumah di sepanjang bantaran Bendung Cibanten itu, akibat meluapnya air di bendung tersebut.
Menurut Saeni, salah seorang warga Kroya, banjir yang melanda permukiman warga Kroya tersebut merupakan hal biasa yang terjadi setiap kali musim penghujan. “Biasanya kalau hujan debit air di bendung ini bertambah, makanya tidak jarang sampai meluap ke permukaan. Dan kalau sudah seperti ini tidak sedikit rumah yang terendam, kecuali rumah-rumah yang memang dibuat tinggi (rumah panggung-red) dari permukaan tanah,” terangnya.
Di tempat terpisah, Bupati Serang Taufik Nuriman mengakui, kondisi drainase di pusat Kota Serang masih belum maksimal. “Walaupun sekarang sudah masuk ke Kota Serang, Pemkab Serang akan tetap memerhatikan masalah ini. Kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk turut memperbaiki saluran air,” ujarnya.
Luapan air juga terjadi di Kota Tangerang yang mengakibatkan tertutupnya sejumlah ruas jalan, seperti di depan pusat perbelanjaan Tiptop, Jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang. Akibat banjir ini, arus lalu lintas yang menghubungkan Cimone-Tigaraksa sempat terputus dan menimbulkan kemacetan panjang. Kondisi serupa juga terjadi di di Kampung Uwung dan Kampung Jati, Kecamatan Jati Uwung. Selain itu, air juga menggenangi kawasan industri Manis.
Menurut Husein (31), salah seorang karyawan PT Adi Chandra Jaya, sebagian besar karyawan pabrik yang memproduksi mesin bubut ini tidak masuk kerja, karena jalan menuju pabrik tergenang air. Bahkan, alat dan mesin produksi juga ikut terendam. “Kami terpaksa tidak bekerja, walaupun sebetulnya belum ada kebijakan dari perusahaan,” ujar Husein, saat ditemui hendak kembali pulang ke kontrakannya.
Di tempat terpisah, juru bicara Pemkot Tangerang Saeful Rohman menyatakan, sejumlah perumahan juga ada yang tergenang air, namun belum sampai masuk ke rumah warga. Kawasan perumahan yang tergenang, misalnya di Perumahan Total Persada, Kecamatan Priuk, Wisma Tajur, Kecamatan Ciledug, dan Perumahan Regency, Kecamatan Priuk. “Ketinggian air sekitar 15-20 centimeter. Jadi belum masuk ke rumah,” kata Saeful.

SAWAH TERENDAM
Banjir di sekitar wilayah Kabupaten Serang juga telah merendam 621 hektar lebih tanaman padi dan 17 hektar benih yang masih dalam masa persemaian. Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata baru berusia 1-45 hari itu, terancam gagal panen.
Dinas Pertanian Kabupaten Serang menyebutkan, tanaman padi yang terendam terjadi di 13 kecamatan, yakni Kecamatan Kasemen 60 hektar, Kragilan 30 hektar, Tirtayasa 49 hektar, Pontang 80 hektar, Kibin 35 hektar, Serang 4 hektar, Ciruas 65 hektar, Carenang 140 hektar, Walantaka 20 hektar, Cikande 65 hektar, Bandung 50 hektar, Cikeusal 192 hektar, dan Binuang 56 hektar.
“Jika 4-5 hari benih dan tanaman padi masih terendam air maka kemungkinan besar petani mengalami gagal panen karena tanaman padi akan rusak,” kata Hermawan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, kepada Radar Banten, Rabu (2/1).
Hermawan mengatakan, sebagian tanaman padi yang terendam merupakan benih subsidi dari pemerintah pusat. “Untuk jumlah benih subsidi yang rusak kami belum mendapatkan datanya,” ungkap Hermawan.
Sementara itu, data dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pontang hingga pukul 18.00 WIB menyebutkan, jumlah tanaman padi yang terendam air di Kecamatan Pontang sudah mencapai 105 hektar, terdiri atas Desa Lebak Kepuh 15 hektar, Linduk 15 hektar, Kaserangan 3 hektar, Kubang Puji 18 hektar, Pulau Kencana 19 hektar, Sukajaya 17 hektar, Kencana Harapan 12 hektar, Kaserangan 3 hektar. Ditambah 25 hektar padi yang dalam masa persemaian.
Ketua KTNA Kecamatan Pontang Sugandi mengatakan, terendamnya tanaman padi disebabkan aliran sungai di Kecamatan Pontang sudah dangkal, sehingga sungai selalu meluap ketika hujan turun. “Kami meminta agar pemerintah segera mengeruk sungai yang dangkal agar kondisi ini tidak terjadi berulangkali,” kata Sugandi. (qizink/afu/kar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: