Cerita Recehan…..!

7 Des

 I

Waktu masih kuliah, saya sering menyimpan uang recehan saya di kaleng bekas permen. Uang recehan ini sering saya manfaatkan biasanya kalau pas akhir bulan, uang kiriman telat. Lumayan buat beli mie instant atau bala-bala (gorengan).

Pernah suatu kali, uang recehan saya digabung dengan recehan milik temen saya yang juga suka nabung uang logam.

Uang logam pecahan itu jumlahnya hamper seratus ribuan. Sekantong uang recehan itu selanjutnya dibelanjakan oleh temen saya untuk belanja beragam kebutuhan dapur ke sebuah toko. Si pedagang tersenyum kecut ketika barang dagangannya dibayar dengan uang recehan yang dibungkus kantong plastik itu. Saya sih cuma bisa nyengir ngeliat si penjaga toko yang bersusah payah menghitung uang recehan…. IIKebiasaan saya menabung uang recehan berlanjut sampai saya menikah. Setiap ada uang recehan di saku celana sisa kembalian, saya kumpulkan di kotak kecil pemberian seorang kawan.

Setelah menikah, uang recehan saya jarang saya belanjakan. Paling-paling digunakan isteri saya untuk mengerik punggung saya kalau pas masuk angin. Karena jarang dibelanjakan, uang recehan saya jumlahnya cukup banyak. Selama hampir dua tahun mengumpulkan recehan, jumlahnya mencapai lebih dari tiga ratus ribuan…

Setelah Kafka, anak pertama saya lahir, uang recehan itu mulai berfungsi dengan baik. Penggunaan besar-besaran uang recehan itu berlangsung saat anak saya mulai bisa berjalan dengan baik. Istri saya langsung meraup hampir separuh uang logam saya untuk disimpan di dalam baskom dengan dicampur permen dan beras kuning. Uang recehan itu untuk saweran selamatan anak saya. Anak-anak tetangga plus orangtuanya berebut uang recehan yang sekian lama saya kumpulkan… IIISaat ini jumlah uang recehan di gudangnya sudah semakin menipis. Volume saya menyimpan uang recehan kini makin rendah dengan penggunaannya. Hampir setiap hari, si Teteh yang setiap hari menjaga Kafka mencomot uang recehan dari tempatnya untuk jajan Kafka beli permen atau bayar permainan odong-odong…. (qizink)   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: