Anak Krakatau Semburkan Debu

1 Des

Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga Jumat (30/11) makin meningkat tajam. Kegempaan per hari kali ini sudah mencapai 800 kali padahal hari-hari sebelumnya hanya 500 kali. Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga sudah mengeluarkan abu dengan ketebalan 1 milimeter.

 Pantauan di Pemantau Pos Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (30/11), pada pukul 12.00 -18.00 WIB terjadi 122 letusan, gempa vulkanik A 7, gempa vulkanik B 24, tremor (gempa yang mengarah pada letusan) sebanyak 38, dan hembusan 35. Enam jam sebelumnya yaitu pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 107 letusan, gempa vulkanik A 3, gempa vulkanik B 10, tremor 45, dan hembusan 32.

Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Anton Tripambudi, mengatakan, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau makin tinggi. “Intensitas letusan dan kegempaan mulai meningkat lagi. Kegempaan per hari sudah mencapai 800 kali,” ujar Anton , Jumat (30/11).

Anton mengatakan, aktivitas yang makin meningkat itu membuat status Gunung Anak Krakatau masih tetap Siaga. “Belum ada penurunan status menjadi Waspada,” ujarnya.Gunung Anak Krakatau sepanjang kemarin juga mengeluarkan debu dan asap dengan ketinggian 850 meter. Debu dengan ketebalan 1 milimeter itu menuju selatan (Provinsi Lampung). Fenomena keluarnya abu ini merupakan kali pertama sejak status Gunung Anak Krakatau ditingkatkan status menjadi Siaga. Menurut Anton, abu terus beterbangan menuju selatan. “Kalau ke kita (Serang, red) tidak ada,” imbuh Anton.

AKtivitas Gunung Anak Krakatau tidak dapat diprediksi sehingga Anton tidak berani mengungkap ‘masa depan’ gunung. “Kami menganalisa sesuai dengan fakta yang terekam di seismograph. Kami tidak dapat memprediksi bagaimana Gunung Anak Krakatau di hari-hari mendatang. Yang jelas saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau per enam jam sekali meninggi lagi,” pungkasnya.

Status Gunung Anak Krakatau ditetapkan Siaga oleh Badan Vulkanologi dan Meteorologi Bandung, Jawa Barat, sejak 26 Oktober 2007. Dengan demikian hingga Jumat (30/11) berarti sudah hampir dua  bulan lebih. Anton menegaskan, pemberian status terhadap gunung tetap menjadi kewenangan Badan Vulkanologi dan Meteorologi Bandung. “Kami hanya bekerja memantau aktivitas gunung per enam jam sekali,” ujarnya. (alt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: