Sopir Serbu Dishub Banten

20 Nov

Pintu Didobrak, Ban Mobil Dikempesin 

SERANG – Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Banten diobrak-obrak massa demonstran, Senin (20/11). Para pengunjuk rasa yang terdiri para sopir angkot dari Paguyuban Angkutan Kota Serang (PAKS) dan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas), menyerbu hingga ke dalam ruang kantor Dishub Banten.

Aksi ini dimulai sekira pukul 09.30 WIB dengan konvoi sopir dan mahasiswa dari Terminal Kepandean menuju pusat kota. Setelah berkumpul di Alun-alun Serang, sebagian massa melakukan sweeping angkot di perempatan Jalan Diponegoro. Dalam sweeping, massa memaksa awak angkot lain untuk turut serta berunjuk rasa. Sementara para penumpang diturunkan paksa.

Dari Alun-alun Serang, massa kembali konvoi dengan pengawalan aparat keamanan menuju Dishub Banten. Dalam perjalanan ini, massa sempat melakukan sweeping angkot kembali di sekitar perempatan Ciceri.Sekira pukul 11.00 WIB, massa sampai di kantor Dishub Banten di Jalan Kampung Baru, Penancangan, Serang.

Di depan gerbang kantor, massa berorasi secara bergantian sambil mengacung-acungkan spanduk berisi beragam tulisan bernada kecaman terhadap kinerja Dishub.Setelah sekian lama berorasi, tidak ada satu pun pejabat Dishub Banten yang meladeni mereka.

Merasa kesal tidak diladeni, seorang mahasiswa langsung menerobos ke dalam kantor utama Kepala Dishub Banten Suroto dengan menggunakan sepeda motor. Aksi mahasiswa ini diikuti demonstran lainnya yang menyerbu ke dalam ruang kerja pegawai Dishub. Massa berteriak-teriak meminta Kepala Dishub Banten agar keluar menemui mereka. “Ini ruang kerjanya,” teriak massa dari mahasiswa sambil menendang pintu ruang kerja Kepala Dishub Banten.

Tak puas sampai situ, massa juga menyerbu kantor yang berada di samping tempat kerja utama Kepala Dishub Banten. Di tempat ini, massa juga melakukan sweeping dengan menggedor-gedor setiap ruang kerja untuk mencari Kepala Dishub Banten Suroto.

Di dalam ruang ini, demonstran yang masuk bersamanya memainkan gas kendaraan hingga memekakkan telinga. Sejumlah pegawai yang berada dalam ruang berhamburan keluar dan bersitegang dengan massa karena merasa terganggu. Adu mulut antara pegawai dengan massa nyaris berujung adu fisik. Untungnya, aparat keamanan yang menjaga ketat aksi segera mengantisipasi hingga aksi kekerasan tidak terjadi.

Setelah tak bertemu dengan pimpinan Dishub Banten, massa kembali berorasi di halaman Dishub Banten. Dalam orasi ini massa melakukan penyanderaan kendaraan dinas Dishub dengan melakukan blokade gerbang Dishub. Tak hanya situ, sebagian massa juga sampai ada yang mengempesi ban kendaraan milik Dishub Banten.

Seorang sopir juga melakukan aksi memberikan segepok uang kepada petugas Dishub Banten. “Kalau mau uang nih saya kasih, jangan cuma minta di jalan. Yang penting trayek dibenerin,” teriak sopir dengan bertelanjang dada.Hingga sore hari, massa terus menduduki kantor Dishub Banten. Tak puas berunjukrasa di Dishub Banten, massa meninggalkan Dishub Banten dan melanjutkan aksi dengan kembali melakukan sweeping angkutan di sekitar Terminal Pakupatan dengan cara menurunkan penumpang dari dalam angkutan. Sweeping yang dilakukan saat jam pulang kerja ini membuat penumpang telantar. “Aksi mereka seperti gerombolan, bikin telantar penumpang. Apa tidak bisa aksinya lebih ditertibkan,” ucap seorang warga. 

KECEWA DISHUB

Sementara itu, Ketua PAKS Embing Dimyati menegaskan, aksi ini merupakan kelanjutan aksi bulan puasa lalu. Setelah aksi yang pertama, tata angkutan dalam kota kembali semrawut. “Trayek dalam kota cuma tertib selama 4 hari pada bulan puasa, setelah itu kembali semrawut. Petugas Dishub kalau di depan kita bilangnya mau menertibkan, tapi kenyataan di lapangan berbeda,” ungkapnya.

Embing menegaskan, kesemrawutan trayek dalam kota ini merugikan penghasilan sopir angkutan dalam kota. Pada saat tertib, sopir bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu. Tapi setelah semrawut, pendapatan mereka kembali menurun hanya berkisar di bawah Rp 10 ribu. “Kalau memang tak bisa menertibkan trayek, ya sudah tak usah ada trayek sekalian. Sopir bebas masuk ke mana saja,” ujarnya kesal.

Sementara itu, Kepala Dishub Banten Suroto belum bisa memberikan komentar. Pejabat yang dikabarkan sedang dinas ke Jakarta tersebut sulit untuk dihubungi. Berulangkali dihubungi, telepon genggamnya selalu menunjukkan nada tak aktif. (qizink)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: