Kemacetan Lalu Lintas di Kota Serang

15 Nov

Jalan Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang terus bergeliat. Setiap tahun, volume kendaraan di daerah ini terus bertambah. Sementara ruas jalannya tak banyak berubah, sehingga kemacetan lalu lintas kerap terjadi di sejumlah ruas jalan.

Puncak kemacetan lalu lintas di Kota Serang menjadi pemandangan tak terelakkan, terutama setiap jam sibuk, seperti pada saat masuk atau pulang kerja dan sekolah. Pemandangan ini tak lepas dari tingginya mobilitas kendaraan.

Kemacetan lalu lintas di pusat kota kerap terlihat di sepanjang lingkar Alun-alun Serang, mulai dari depan SDL Koalisi Nasional (Jl Ki Mas Jong) hingga depan Kantor Gubernuran (Jl KH Syamun). Kemacetan di titik ini tak lepas dari aktivitas pendidikan dan kegiatan pemerintahan di sepanjang jalur tersebut. Kemacetan di sini juga tak lepas dengan aktivitas sejumlah tukang becak yang kerap membawa kendaraannya melawan arus. Sepanjang Jl Fatah Hasan, Jl Abdul Hadi, dan Jl Yumaga juga termasuk kawasan yang padat lalu lintas.

Di Jalan Veteran, mulai dari Kantor Pos Serang hingga Perempatan Pisang Mas juga menjadi langganan macet. Selain karena kesibukan aktivitas kerja di sepanjang jalur perniagaan ini, kemacetan juga karena menyempitnya ruas jalan Ki Fatoni dan Tb A Chotib. Sehingga kendaraan dari Jalan Veteran yang hendak menuju kedua ruas jalan tersebut harus menjalankan kendaraannya secara perlahan.

Sepanjang Jl Amin Jasuta hingga lampu merah Jl Taktakan-Letnan Jidun pun nyaris tak pernah luput dari kemacetan. Sebagai salah satu pusat aktivitas pendidikan, kawasan ini kerap macet, terutama pada saat jam masuk dan pulang sekolah.

Anggota Komisi D DPRD Serang Najib Hamas mengatakan, kemacetan lalu lintas ini merupakan salah satu problem yang nyaris tak tertangani pemerintah daerah (pemda). Dikatakan, kemacetan lalu lintas bisa disiasati pemda dengan membuat jalur lingkar luar kota. “Penambahan jalur ini agar tidak semua kendaraan menumpuk di pusat perkotaan,” jelasnya.

Najib menambahkan, selain penambahan jalur, pelebaran sejumlah ruas jalan juga harus segera dilakukan. “Memang beberapa ruas jalan di kota masih sempit. Terakhir pelebaran jalan protokol itu dilakukan sekitar tahun 90-an. Dengan volume kendaraan yang terus bertambah, harusnya juga diikuti dengan penambahan dan pelebaran ruas jalan protokol di pusat kota,” ungkapnya. (qizink)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: