Sampah Kota Serang Tak Tertangani

11 Nov

dsc_2772.jpg

Masalah sampah tampaknya akan menjadi problem serius perkotaan. Hampir separuh sampah dari perkotaan belum tertangani dengan baik, setiap harinya.

 Dari sekitar 780,10 meterkubik (M3) volume sampah yang dihasilkan setiap harinya, hanya 465 M3 yang bisa terangkut ke tempat penampungan akhir (TPA) di Cilowong, Kecamatan Taktakan.

“Jumlah pengangkutan sampah yang terlayani baru 60 persen. Memang pengangkutan sampah ini belum optimal sepenuhnya,” terang Hadiri Burhanudin, Kabid Kebersihan dan Keindahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Serang, Rabu (7/11).

Hadiri memberi gambaran, volume sampah terbesar dihasilkan dari pemukiman yang mencapai 658,50 M3 setiap harinya, daerah komersil menghasilkan 85,97 M3, pasar 18,08 M3, fasilitas umum 15,30 M3, dan sapuan jalan 2,25 M3. Menurut Hadiri, jumlah sampah yang dihasilkan belum sebanding dengan sarana kebersihan yang dimiliki.

Dikatakan, saat ini pihaknya baru memiliki 29 armada pengangkut, terdiri atas 21 unit dump truk, 5 unit armada amrol, dan 3 unit truk manual. Padahal idealnya, kata Hadiri, alat pengangkut sampah ini minimal 38 unit. Sementara container untuk penampungan sampah saat ini baru ada 38 unit dari kebutuhan sebanyak 60 unit. “Sistem container ini lebih baik dibandingkan dengan tempat penampungan sampah (TPS), karena sistem TPS membutuhkan banyak tempat untuk pemasangannya,” ujarnya.

Selain minimnya sarana, kata Hadiri, masalah klasik dalam penanganan sampah adalah minimnya kesadaran masyarakat untuk memperlakukan produk sampahnya dengan baik, misalnya dengan membuang sampah tidak pada tempat yang telah disediakan. Dikatakan, kesadaran masyarakat untuk turut serta dalam pembiayaan pengelolaan sampah melalui retribusi kebersihan juga masih sangat rendah. Ia menyebutkan, retribusi kebersihan untuk tahun 2006 tercatat hanya Rp 198 juta atau baru 1,5 persen dari total biaya operasional kebersihan yang dianggarkan hingga Rp 13 miliar. Sehingga, imbuhnya, 98,5 persen biaya operasional kebersihan masih disubsidi pemerintah daerah. “Padahal, pengelolaan persampahan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat perumahan juga masih banyak yang tidak membayar retribusi kebersihan. Mereka biasanya hanya membayar jasa angkut sampah dari rumah ke TPS kepada tukang angkut, sementara retribusi pengangkutan dari TPS ke  TPA tidak dibayarkan,” ungkapnya, seraya menyebutkan biaya retribusi ini sebesar Rp 500/bulan. (qizink) 

4 Tanggapan to “Sampah Kota Serang Tak Tertangani”

  1. eshape November 5, 2008 pada 10:11 pm #

    aku ingin berkomentar, tapi kompetensiku tidak mengijinkan, jadi ya hanya bisa berdoa, semoga para pemikir dan penguasa di bumi ini dapat bersinergi untuk menghasilkan keputusan terbaik.

    Insya Allah.
    Amin.

    Salam

    eshape
    http://eshape.wordpress.com/

  2. hendrychandra September 21, 2010 pada 4:55 pm #

    salam kenal dr saya..,
    dengan ini saya atas nama “Ampas” ,dengan ini mohon bantuan dan dukungan nya tuk mencari kebenaran di pasir gadung.
    di karenakan terindikasi penyelewengan dana dan menyepelekan aspirasi dan hak warga sekitar TPSA cilowong terutama masyarakat pasir gadung setelah beberapa tahun ini hidup dalam penderitaan yang di akibatkan dengan adanya TPSA cilowong.
    tak adanya FASOS yang telah di janjikan pihak pengelola dalam hal ini PU yang terkesan cuek terhadap warga sekitar.
    terima kasih sebelumnya dari kami.
    NB:akan ada demo di TPSA Cilowong pada hari rabu besok.

  3. salikun Januari 8, 2011 pada 12:05 am #

    melihat tumpukan sampah yg.demikian itu kalo tdk sgr ditangani dan itu pasti berlanjut krn dtg.nya sampah setiap hari tanpa henti yg.pasti akan lebih…..maka seyogyanya menurut saya sgr.,cara nya buka teknologitpa.blogspot.com atau inovasi pemusnah sampah,krn.selamaini dari pihak-2 yg.menangani sampah selalu mengandalkan para pemulung,pd.hal pemulung hanyalah mengambil yg.diperlukan saja dan kalo dihitung hanya sekitar 10 persen saja sisanya terus menumpuk,apa lagi sampah yg.mudah busuk ditambah cuaca hujan yg.pasti bau,kotor dan menjijikkan.

  4. salikun Januari 8, 2011 pada 12:11 am #

    adapun penanganan sampah yg.saya maksud,sebagaimana teknologitpa.blogspot.com atau inovasi pemusnah sampah tsb.adalahmemusnahkan sampah yg.tdk bermanfaat yg,tdk dipungut pemulung dsb.dimusnahkan jadi abu dan abunya yg.sgt.bermanfaan,saya adalah pembuat nya cara itu sdh banyak yg.saya buatkan ada minat boleh hub.saya siap membantu,sedangkan inovasi saya tsb.sgt.sederhana,praktis,efektip tanpa bahan bakar apapun ttpi dpt memusnahkan sgl macam bentuk sampah dan dlm kondisi basah sekalipun,juga tanpa menghitung berapa jumlah banyaknya sampah musnah,OK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: