Aliran Sesat Disusupi Asing

7 Nov

# MUI Tetapkan 10 Kriteria

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencurigai ada campur tangan pihak asing terkait maraknya kemunculan aliran sesat. Mereka mencurigai ada intelijen asing dan eks Negara Islam Indonesia (NII) yang ikut bermain dengan target memecah belah kesatuan bangsa.

‘’Ada indikasi ke arah sana,’’ ujar Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam usai penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI 2007, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (6/11). Namun Ichwan tidak mau membahas lebih lanjut karena masih dalam pembahasan internal MUI.

Menurut Ichwan, tindak lanjut kewenangan itu ada di tangan Badan Intelijen Negara (BIN) yang lebih proporsional. “Jangankan menyelidiki keterlibatan intelijen asing, daun kering jatuh saja mereka (BIN-red) tahu,” ujarnya setengah berkelakar.

Kata Ichwan, MUI bakal menggandeng BIN untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan intelijen asing. ‘’Saya nggak bisa sebut kapan tabayyunnya (klarifikasi),’’ jelas Ichwan.

Menurut Ichwan, dari investigasi MUI, ada skenario terpola di balik penyebaran aliran sesat yang selalu sama. ‘’Sebagian polanya hampir mirip ketika terjadinya G30S pada 1965 silam. Dari pola penyebaran yang sama, jangan-jangan aliran itu disusupi intelijen (asing),’’ jelas Ichwan. Dia menambahkan, jika ditemukan titik terang, MUI pasti mengumumkan pihak asing tersebut.

Dalam Rakernas, MUI juga mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Pertama, mengingkari salah satu dari rukun iman dan rukun Islam, kedua, meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Al Quran dan Assunah), ketiga meyakini turunnya wahyu sesudah Al Quran, keempat mengingkari otensitas dan kebenaran Al-Quran. Kelima menafsirkan Al Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, keenam mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam, ketujuh menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan nabi dan rasul, kedelapan mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, kesembilan mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syar’iah, seperti haji tidak ke Baitullah, salat fardlu tidak lima waktu, dan sebagainya, dan kesepuluh mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Menurut Ichwan, masyarakat dapat menggunakan kriteria yang ditetapkan MUI untuk menilai sebuah aliran sesat atau tidak. ‘’Masyarakat dapat mengusulkan inisiasi ke MUI dan selanjutnya kami (MUI) akan melaksanakan prosedur penetapan sebuah aliran sesat,’’ jelas Ichwan.

Ichwan menjelaskan, sejak 1980-an MUI telah mengeluarkan fatwa 10 aliran sesat. Di antaranya aliran Ingkar Sunnah, Ahmadiyah, Islam Jamaah, salat dua bahasa, komunitas Lia Eden, Salamullah, dan Al-Qiyadah Al-Islamiyah. ‘’Kami juga sedang meneliti aliran Maisa-Kurung yang berkembang di Bogor,’’ jelas Ichwan. Aliran lain yang tengah diteliti juga adalah Wahidiyah yang berpusat di Jombang dan Kediri, Jawa Timur.

Dalam penutupan Rakernas itu, MUI juga kembali menegaskan permintaan kepada pemerintah agar menjatuhi sanksi hukum bagi penganut aliran agama yang dianggap sesat. ‘’MUI hanya memberikan legal opinion (fatwa) tentang sesat atau tidaknya suatu aliran kepercayaan, tapi pemerintah harus memberikan hukuman untuk membuat jera penganutnya,’’ tegas Ichwan.

Senada dengan Ichwan, Ketua Fatwa MUI Ma’ruf Amin juga meminta agar pengadilan mau memberikan sanksi yang tegas bagi penganut ajaran sesat yang mengatasnamakan Islam. ‘’Kita akan membujuk para penganut aliran sesat itu agar kembali ke ajaran Islam yang benar, tapi bagi yang tidak mau harus ada sanksi hukum supaya jera,’’ tegas Ma’ruf. (jpnn)

Kriteria Aliran Sesat

 

  1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
  2. Meyakini akidah yang tak sesuai dalil syar’i
  3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Al-Quran
  4. Mengingkari Al-Quran
  5. Menafsirkan Al Quran tanpa kaidah tafsir
  6. Mengingkari hadits
  7. Menghina nabi dan rasul
  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi/rasul terakhir
  9. Mengubah pokok ibadah yang ditetapkan syar’iah
  10. Mengafirkan sesama muslim

Sumber : Radar Banten, 7 November 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: