Al Qiyadah Al Islamiyah Belum Masuk Banten

30 Okt

 Aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga kini belum masuk ke Banten. MUI Pusat belum menerima data tentang adanya aliran yang dibawa Ahmad Moshaddeq ini di wilayah Provinsi Banten. “Kita belum ada laporan tentang aktivitas aliran ini di Banten,” jelas Ketua Dewan Fatwa MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, usai memberikan ceramah pada halal bihalal Pemkab Serang, di gedung Tennis Indoor Pemkab Serang, Selasa (30/10).

KH Ma’ruf Amin menyebutkan, aliran ini memang sudah tersebar ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Jogjakarta. Bahkan pengikut aliran yang mengklaim memiliki memiliki ‘nabi’ bernama Al Masih Almawud tersebut sudah berjumlah puluhan ribu. “Berdasarkan pengakuan mereka, jumlah pengikutnya sudah 50 ribu orang,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, tokoh agama kelahiran Tanara, Kabupaten Serang ini mendesak, agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas dalam menindaklanjuti keberadaan aliran ini. Menurutnya, aliran ini sudah dinyatakan sesat karena menyimpang dari ajaran agama. “Ini bukan lagi perbedaan, tapi sudah penyimpangan. Sehingga perlu ada tindakan tegas dari pemerintah, jangan sampai terlambat hingga aliran ini makin meluas dan masyarakat akhirnya main hakim sendiri dengan bertindak anarkis,” jelasnya.

Ketua Dewan Fatwa PBNU ini juga menambahkan, saat ini MUI terus memantau perkembangan aliran ini. “MUI itu bukan eksekutor. Kita terus berkoordinasi dengan pengurus di daerah untuk mengawasi aliran ini,” jelasnya.

Pada sisi lain, KH Ma’ruf Amin menyebutkan, muncul berbagai aliran sesat ini tak lepas dari derasnya arus liberalisasi pemikirian yang masuk ke Indonesia. Dikatakan, hal ini akhirnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap. Dikatakan, kondisi umat Islam saat ini juga menjadi penyebab begitu mudahnya aliran sesat berkembang di masyarakat. “Umat Islam saat ini dalam posisi lemah dan dilemahkan. Umat Islam baru menjadi objek belum menjadi subjek,” jelasnya.

Ketua MUI Serang KH Syafei AN mengaku belum mendapatkan informasi tentang adanya aliran Al Qiyadah AL ISlamiyah di Kabupaten Serang. “Tapi gejala munculnya liberalisasi pemikiran sudah ada dan perlu disikapi,” terangnya. (qizink)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: