Stasiun Cikini

27 Okt

Stasiun Cikini
Qizink La Aziva

hari ini
stasiun cikini
kita kembali bertanya tentang sebuah kota tak berpeta

kereta telah melaju
lagu anak anak, suara sitar, instrumen tutup botol, dibawa angin entah

kemana
dan matahari terkapar menahan dahaga
lapar

di ujung langit, burung gagak memainkan paruhnya yang runcing
mencoba memangsa seekor cacing

di pinggir kali, ikanikan mengantuk
mengutuk cuaca hitam

tapi duka itu
masih coba kita maknai dengan airmata
dengan cinta dengan katakata

dari stasiun cikini
kita berjalan
menyusuri semua kemungkinan
menemukan kota.
Jakarta, 9 Maret 2003

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: