Ini Bukan Puisi (Persembahan Untuk Rekan TS Pinang)

27 Okt

Ini Bukan Puisi
:TSP
Qizink La Aziva

kudengar suaramu gema, dalam nyanyi sunyi sukma.

ada meresah, pada daun kering merekah.
ada cinta, pada guguran kata.

“ini bukan puisi”
katamu dari pojok warung nasi gudeg lesehan malioboro yang mulai malam ditinggal para seniman.

:sabarlah
si mbok sedang menyeduh air, wedang jahe yang selalu kita rindukan, kita reguk bersama di puncak merapi.

lalu kita cerita tentang edelwise yang mulai sirna
ah,
selama perjalanan ini telah kau abadikan setiap titik debu yang tertinggal di saku bajumu.
Yogya, 2002

AH

mayatmayat telah diserahserakkan kerandakeranda telah diusung doadoa telah dialamatkan mantramantra telah dibacakan orangorang telah dibatubutakan

didepan pintunya sejenak kita menengok apakah jubah tuhan telah dicuri, sedang bersendawa bersama bidadari atau tuhan memang sudah mati

ah,
kita tak pernah diberi tahu untuk apa sebuah kemenangan diperjuangkan
Cilegon, 13 Mei 2003

Merindukanmu

malam dengan hujan mendarat
pada lembar kertas beku
kulukis wajahmu pada sampul surat
dengan garis angin deru

senandung ricik tanah basah
aku resah
merindukanmu
Anyer, 21 01 03

Satu Tanggapan to “Ini Bukan Puisi (Persembahan Untuk Rekan TS Pinang)”

  1. langitjiwa November 5, 2008 pada 3:38 pm #

    hanya ingin mengucapkan selamat malam utkmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: