Lebaran Koq Boros!

1 Okt

Orang-orang yang ahli agama di kampungku sering ngasih duit  nasihat, kalo puasa itu untuk ngelatih diri berlapar dan dahaga. Sehingga orang yang berpuasa punya empati dalam merasakan kemiskinan, pedulu pada orang miskin, bisa hidup bersahaja.

Tapi harapan itu bakalan pupus kalo puasa udah memasuki hari pertengahan. Masyarakat udah lupa (atau melupakan) makna tersebut. Saat memasuki lebaran, masyarakat merasakan hikmah puasa dengan hidup bersahaja, malah semakin boros. Akibatnya, pasar, supermarket, mal, pasti dipenuhi warga yang ingin menyiapkan segala sesuatunya buat lebaran. Baju baru, kue, aksesoris lebaran, de el el, diburu untuk persiapan lebaran.

Akibatnya, hukum pasar pun berlaku. Tingginya masyarakat yang membutuhkan barang tak sebanding dengan stok barang, sehingga harga pun melonjak tinggi. Sudah bukan rahasia, setiap memasuki lebaran seluruh harga sembako naek. “Itu sudah biasa saat lebaran,” terang seorang pejabat tinggi di negeri ini.

Pernyataan pejabat itu mestinya bikin kita malu. Karena hikmah berpuasa ternyata tidak kita rasakan sebelum lebaran pun tiba. Puasa yang mestinya ngelatih kepekaan buat peduli pada orang miskin, malah turut membantu menyengsarakan orang miskin. Soalnya yang paling ngerasain beratnya kenaikan harga sembako itu adalah warga miskin. hmmmm (qizink)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: