Ketan Bintul Untuk Sultan

29 Sep

“Zink, gw lom pernah makan ketan bintul nih. Kalo reportasenya sih udah sering liat di tivi.”

Begitu kalimat yang diungkapin Aris en Dewi, dua reporter baru. Maklum aza, kedua wartawan itu lom ngerasain bintul, karena mereka emang bukan asal Banten. Keduanya adalah impor dari Jawa Tengah dan Ciputat (nah loh, Ciputat masuk Banten nggak sih? hehehe)

“Waduh gawat, kalau tinggal di Banten lom makan ketan bintul, matinya bisa penasaran. Bisa-bisa kamu jadi pocong,” ledek Asep, wartawan yang asli Serang.

Gw sih ketawa aza ngedenger ancaman Asep. Tapi buat ngobatin rasa penasaran dua sahabatku itu, aku bareng Eka langsung meluncur ke Pasar Lama buat nyari Ketan Bintul.

Di bulan puasa ini, nggak susah buat nyari makanan yang satu ini. Banyak banget lapak yang digelar buat ngejual makanan yang berbahan dasar ketan ini (lah iya lah, namanya aza ketan bintul. Kalo bahan dasaranya daging, bisa jadi namanya daging bintul). Nama pedagang yang cukup kesohor menjual ketan bintul di Pasar Lama adalah Mang Mamad yang lapaknya tepat di depan bank Danamon. Di tahun 80-an, nama yang terkenal adalah Bi Melah. Selain di sekitar pasar lama, pedagang ketan bintul juga tersebar di sekitar Islamic Center, Pasar Rau, Karangantu, dsb. Bahkan hampir sebagian besar pasar ternama di sekitar Cilegon, Serang, dan Pandeglang, pada saat Ramadhan dihiasi pedagang ketan bintul.

Sampai sekarang belum ada yang tahu kenapa makanan yang gurih dan legit itu dinamai ketan bintul. Hanya menurut abah emak dulu, ketan bintul adalah salah satu menu kesukaan para Sultan Banten untuk berbuka puasa. Ketannya yang lembut, gurih, dan lezat, memang mampu menggoda selera siapa saja untuk mencicipinya.

ketan ini semakin nikmat dengan ditaburi ampas kelapa goreng (serundeng) ditambah bumbu empal kerbau. Makanan ini lebih enak dinikmati selagi hangat….. MMmmhhh Nyam… Nyammm… (qizink)

Iklan

3 Tanggapan to “Ketan Bintul Untuk Sultan”

  1. Jejak-Jejak September 29, 2007 pada 8:19 am #

    weeeh..
    jadi hayang balik urang yeuh..
    kumaha serang teh?
    maceet trus nyah?
    eta sih makodim dijieun mall..
    kan kabukti kan..
    hehe

  2. qizinklaziva September 29, 2007 pada 8:55 am #

    da mangga wae atuh balik….
    Serang udah jadi KOta euy!!

  3. Harir Baldan Desember 29, 2009 pada 9:30 am #

    Apa ketan bintul khusus di bulan Ramadhan aja, kang? seiring perkembangan jaman apakah ketan bintul masih jadi primadona? thank you, Zink!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: