Dunia Dukung Biksu

29 Sep

[NEW YORK] Aksi para biksu dan biksuni Myanmar yang berunjuk rasa menentang junta militer mendapat dukungan dari para pemimpin dunia yang hadir dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pemimpin dunia meminta junta militer untuk menahan diri dan tidak melakukan kekerasan dalam menghadapi aksi para biksu itu.

Pernyataan sejumlah pemimpin dunia itu dilontarkan untuk menanggapi aksi unjuk rasa di Myanmar yang kian membesar. Pada Senin (24/9), jumlah pengunjuk rasa yang terdiri dari biksu, biksuni, aktivis prodemokrasi, dan warga, telah mencapai 100.000 orang.

Para pemimpin dunia menegaskan, junta militer Myanmar harus bertanggung jawab jika terjadi kekerasan dalam menghadapi aksi unjuk rasa itu. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak junta untuk melakukan pendekatan damai terhadap pengunjuk rasa.

Sedangkan Amerika Serikat (AS) mendesak penguasa Myanmar menggelar dialog dengan pengunjuk rasa. “Kami telah berkonsultasi dengan sekutu-sekutu dan sahabat kami di kawasan tentang perlunya dialog antara rezim militer dengan orang-orang yang mencari kebebasan itu,” ujar Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih Gordon Johndroe.

Menurut Penasihat Keamanan Nasional AS Stephen Hadley, AS akan memberikan sanksi baru terhadap Myanmar. Langkah baru AS terhadap Myanmar itu akan disampaikan Bush dalam pidato di Sidang Umum PBB.

“Presiden Bush akan mengumumkan sanksi baru terhadap Myanmar dan mengecam pihak-pihak yang memberikan dukungan keuangan terhadap junta militer di sana,” ujar Hadley.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown terang-terangan mendukung para pengunjuk rasa. “Ada ancaman nyata terhadap kemanusiaan dan kepercayaan telah menyatukan kita. Itu akan menjadi cahaya di kegelapan dunia. Sebuah pesan harus sampai kepada siapa saja yang mengalami kesewenang-wenangan, dimana pun, dari Myanmar hingga Zimbabwe. Hak asasi manusia (HAM) bersifat universal,” tegas PM Brown.

Menteri Luar Negeri Irlandia Dermot Ahern juga mendukung aksi para biksu. Dia menyatakan kagum atas keteguhan dan komitmen mereka pada penegakan demokrasi dan HAM.

Peringatan Junta

Untuk pertama kali junta militer Myanmar mengeluarkan peringatan keras terhadap para rohaniwan Buddha yang berunjuk rasa selama sepekan. Menurut media massa setempat, Menteri Agama Brigadir Jenderal Thura Myint Maung telah bertemu dengan sejumlah biksu senior di Pagoda Kaba Aye, Yangon, untuk menyampaikan peringatan itu.

“Jika para biksu melanggar hukum dan aturan dalam agama Buddha, kami akan melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” Brigjen Thura memperingatkan seperti dikutip sebuah stasiun televisi lokal.

Di hadapan sejumlah biksu senior, Thura mengingatkan jangan sampai kesabaran pemerintah habis dengan aksi-aksi mereka. “Aksi unjuk rasa para biksu dan warga hanya mewakili dua persen rakyat Myanmar secara keseluruhan,” tegas militer.

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mendesak junta militer untuk tidak melakukan pendekatan kekerasan dalam menghadapi aksi unjuk rasa. “Saya menyampaikan dukungan dan solidaritas terhadap gerakan demokrasi damai di Myanmar. Saya sangat mendukung kebebasan dan demokrasi yang tengah diperjuangkan para biksu,” ujar Dalai Lama. [AP/AFP/Rtr/O-1]

Sumber : http://www.suarapembaruan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: