Tasikardi, Tempat Rekreasi Keluarga Sultan

25 Jul

Perjalanan wisata kali ini menuju ke Tasikardi. Objek wisata yang masuk ke wilayah Kecamatan Kramatwatu ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan wisata ke situs-situs bersejarah Banten lama. Jika wisatawan hendak Masjid Agung Banten melalui Pasar Lama Serang, maka Tasikardi yg berada di tengah-tengah areal persawahan ini adalah lokasi terakhir yg dilewati, yang kemudian bisa pulang atau keluar dari area wisata lewat Kramatwatu. Tapi jika ingin mampir ke Tasikardi terlebih dahulu dari rangkaian perjalanan wisata sejarah di Banten ini, maka bisa langsung melalui jalur Kramatwatu dan berkeliling hingga pulang ke arah Pasar Lama Serang.
Objek wisata yang berjarak sekitar 6 KM sebelah Barat Kota Serang ini adalah nama sebuah tempat berupa danau atau waduk yg dibuat pada masa Kesultanan Banten, yakni pada masa Sultan Maulana Yusuf. Kawasan wisata berupa danau buatan (tasik=danau kardi=buatan) ini berbentuk melingkar dan di tengahnya terdapat tempat peristirahatan Sultan Banten. Saat ini Tasikardi dijadikan obyek wisata dan termasuk salah satu tempat bersejarah Kawasan Wisata Banten Lama yang cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari libur. Sejumlah hotel telah memasukan kawasan wisata ini dalam paket wisatanya. Danau dengan luas sekitar 5 hektar yang seluruh dasar alasnya dilapisi dengan ubin bata ini di tengahnya terdapat sebuah “pulau” berbentuk segi empat, yang pada masa kejayaanya dulu digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga sultan.
Wisatawan yang hendak menginjakan kaki di pulau buatan ini bisa menempuhnya dengan perahu atau bebek-bebekan yang disewakan pengelola objek wisata ini. Dalam catatan sejarah, pada masa kesultanan air Tasikardi memiliki fungsi ganda. Selain untuk mengairi areal pesawahan yang ada di sekitarnya, air ini juga dimanfaatkan untuk keperluan seisi keraton Surosowon. Air yang dialirkan melalui pipa dari tanah liat ke istana kesultanan di sebelumnya disaring di tempat penyaringan khusus yang dikenal dengan sebutan pengindelan Abang (penyaringan Merah) dan Pengindelan Putih (penyaringan Putih) Untuk bisa masuk Tasikardi, pengunjung perlu merogoh kocek Rp 2.500 per orang. Keunggulan objek wisata ini terletak pada keteduhan lokasinya.
Pohon-pohon rindang di sekeliling danau bisa menjadi pilihan wisatawan untuk tempat berteduh sambil menikmati keindahan danau. Air danaunya juga tidak pernah kering ataupun meluap, sehingga terlihat tenang demgan alur mengikuti arah angin. Untuk tempat duduk, wisatawan bisa memilihnya dengan duduk di bangku-bangku yang ada di beberapa sudut pinggir danau atau menyewa tikar. Lokasi ini cocok untuk tempat wisata keluarga sambil makan bersama, atau untuk kawula muda yang hendak mencari tempat yang romantis.
Namun sayangnya, keindahan objek wisata ini belum ditunjang dengan sarana jalan yang memadai. Sehingga kerusakan jalan menuju ke objek wisata ini bisa mengganggu kenyamanan wisatawan.(*)

Satu Tanggapan to “Tasikardi, Tempat Rekreasi Keluarga Sultan”

  1. Alifhamzah Agustus 9, 2008 pada 3:53 pm #

    Mksh artkl’a
    pi klo da vrsi bhs inggrs’a lbh kren deh..Cos kbtuln da tgs sruh cri artkl tntng tskrd vrs b.Inggrs ni…Hehehe
    sukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: