Arsip tag ekonomi

Pedagang Beralih ke Solar

26 Agu

Minyak Tanah Tembus Rp 8 Ribu

BANTEN–Pedagang gorengan ada yang beralih menggunakan bahan bakar jenis solar untuk menggantikan minyak tanah yang sulit diperoleh dan harganya semakin mahal. Per liter kini mencapai Rp 8.000.

Roni (34), pedagang tahu goreng di Kemang, Kelurahan Penancangan, Kota Serang, mengaku menggunakan solar sejak 10 hari lalu. “Sekarang sulit dapat minyak tanah. Harganya juga mahal,” ujar Roni, Senin (25/8).

Roni mengaku, harga minyak tanah di tingkat pengecer kini mulai beragam, mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per liter. “Itu juga susah belinya, pedagang di kampung juga nggak mau menjualnya, alasannya persediaan buat warga kampung. Memang sih ada yang murah di agen, tapi antrenya lama dan susah juga cari agen yang punya persediaan minyak,” tambahnya.

Roni mengatakan, menggunakan solar dirinya harus merogoh kocek lebih besar. Dalam sehari dirinya mengeluarkan sekitar Rp 40-45 ribu untuk membeli 8 liter solar. “Kalau pakai minyak tanah irit, paling 5 liter. Rugi sih nggak, tapi keuntungan makin kecil,” ujarnya.

Pria yang sudah lebih dari lima tahun berjualan tahu goreng ini menambahkan, dirinya tak tahu sampai kapan akan menggunakan solar. Roni mengaku, penggunaan solar sebetulnya kurang baik, karena apinya terlalu berasap hingga mengotori alat penggorengannya. “Saya takut pakai elpiji. Karena saya menggorengnya bisa berjam-jam, khawatir panas malah meledak,” ujarnya.

Seorang pemilik warung makan yang berjualan tak jauh dari gerobak Roni juga menambahkan, dirinya kini mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah. “Tiga jam saya muter-muter cari minyak. Dapat malah dijatah sama agen 5 liter. Itu juga antrenya lama,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua DPD Hiswana Migas Banten Rahmat Halim mengaku, minimnya persediaan minyak tanah ini dikarenakan mulai dikuranginya waktu kerja untuk pengiriman minyak tanah dari 26 hari menjadi 22 hari. Pengurangan ini berpengaruh pada pasokan minyak tanah.

Dikatakan, dalam sehari biasanya pasokan minyak tanah untuk sekitar wilayah Banten mencapai 253 kilo liter (kl) per hari. (qizink)

Gaji Guru Relawan Rp 50 Ribu

29 Mei

Gaji untuk seorang guru berstatus tenaga relawan memprihatinkan. Sejumlah guru relawan di Kota Serang mengaku mendapatkan penghasilan Rp 50 ribu- Rp 150 ribu per bulan. “Uang itu tidak dari anggaran APBD atau APBN tapi dari sekolah karena SK kita juga hanya berasal dari kepala sekolah” terang Ujang Arifin, Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) saat beraudiensi dengan Pemkot Serang, di Aula Sekretaris Kota Serang, Rabu (28/5).

Dengan gaji yang minim, terang Ujang, sebagian besar guru tenaga honorer harus mengajar di berbagai sekolah untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Ahmad Benbela, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Serang, menegaskan, saat ini Pemkot Serang belum bisa memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan penghasilan mereka karena keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Kalau anggaran sudah mencukupi, tentu Pemkot Serang akan memberikan perhatian,” ujarnya.

Tentang masalah status mereka, Benbela menegaskan, terhitung sejak 1 Januari 2006 hingga 2009, pemerintah daerah tidak lagi diperkenankan untuk mengangkat tenaga kerja kontrak (TKK) agar bisa diangkat menjadi CPNS. (qizink)

 

 

[Cerita Rakyat] Leher Paling Seksi

26 Mei

Tahukah Anda, siapakah yang punya leher paling seksi? Apakah Julia Robert, Tamara, Krisdayanti, atau artis lainnya…. ? hmmm… :)

Kalau aku sih punya penilaian sendiri, yang punya leher seksi adalah RAKYAT… ya R-A-K-Y-A-T… Ah, pasti Anda kira saya sedang becanda… Tidak, saya sedang tidak bercanda…. saya bersungguh-sungguh (walau tak bersumpah) bahwa leher rakyat itu seksi… buktinya leher rakyat selalu dianggap memikat oleh penguasa kita untuk dicekik, atau dihisap darahnya oleh ‘drakula’ penguasa… kapan saja, di mana saja, leher rakyat selalu nikmat untuk disantap sang penguasa….

Siapa sih RAKYAT?

Rakyat itu orang biasa. TITIK! Pekerjaannya aja cuma sederhana yaitu BERKORBAN. Dari jaman baheula hingga jaman ayeuna , rakyat hanya bertugas untuk berkorban. Di jaman penjajahan, rakyat berkorban mati-matian (hingga mati beneran) untuk mendapatkan kemerdekaan. Setelah merdeka, rakyat juga berkorban untuk pembangunan. Harta dan harga diri mereka sampai rela dikorbankan oleh pemerintah untuk pembangunan. saat ini, saat negara bangkrut karena APBN nggak empot-empotan menghadapi serangan tingginya harga minyak mentah, rela juga berkorban. Mereka rela subsidi BBM dikurangi, hingga harga BBM melambung tinggi. Mereka rela buat menyelamatkan kebangkrutan negara dengan pasrah membeli sembako yang semakin mahal.

Koq rakyat sih yang berkorban, kenapa tidak para pejabat yang sudah kaya raya??? Anak yang nggak lulus SD saja tahu kalau pejabat kita emang mau enaknya doang! Rakyat diminta berkorban untuk berhemat, sementara mereka menghambur-hamburkan uang. Mana mau mereka berkorban, misalnya tak lagi beli bahan bakar dengan dibiayai negara, tak lagi menjamu tamu berlebihan di hotel mewah, tak lagi dijamin dana tunjangan komunikasinya, tak lagi dijamin rumah dinasnya…..

mereka sudah sangat kelewatan, jadi jangan berharap pejabat kita itu akan berkorban… mereka itu sudah lupa diri, karena tak tahu bahwa status mereka itu adalah wakil RAKYAT atau abdi masyarakat yang seharusnya melayni masyarakat…. bukannya malah memaksa rakyat untuk terus berkorban….

Maaf, kepada para pejabat… ini hanya igauan saya! Anggap saja ini hanya cerita rakyat atau dongeng sebelum tidur saja… maklum saja leher saya tidak terlalu seksi dan kuat buat menahan pegal-pegal ini… sekarang saya mau tidur dulu peace deh ah! :D (qizink)

sumber gambar :
http://www.ovationtv.com

 

Detik-Detik Kenaikan Harga BBM

24 Mei

Pemerintah pinter banget bikin penasaran, deg-degan, cemas, tegang, marah, dan kalang kabut. Tapi ada juga koq yang tersenyum (ini hanya dirasakan petinggi negara).

Jumat (23/5) Jam 09.30

Kantor memintaku memantau sejumlah SPBU di Kota Serang. Aku meluncur dengan motor bututku.

sejumlah warga kecewa saat premium di SPBU 34-42113, yang berlokasi di Jalan Sudirman, habis. Akibatnya, sejumlah pemilik kendaraan terpaksa harus membeli BBM jenis pertamax dengan harga hampir dua kali lipat dibandingkan harga premium.

Warga yang biasanya membeli premium dengan harga Rp 4.500/liter harus membeli pertamax dengan harga Rp 8.950/liter. “Terpaksa saya membeli pertamax, karena bensin di motor saya sudah tipis,” terang seorang pengemudi sepeda motor.

Askari, pengawas di SPBU setempat mengakui berkurangnya persediaan premium. Dikatakan, minimnya persediaan premium ini terjadi sejak mulai dikuranginya pengiriman bahan bakar dari Gerem, Cilegon. Dikatakan, bahan bakar premium yang biasanya dikirim sebanyak 32 kilo liter (kl) dikurangi menjadi separuhnya atau 16 kilo liter (kl) per hari. “Ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Saya tidak tahu penyebabnya. Mungkin terkait rencana kenaikan,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dialami warga di SPBU 34.42103 di Jalan  Yusuf Martadilaga, Serang. Selain sulit mendapatkan premium, warga juga kecewa karena harus dibatasi dalam pembelian. Pembatasan pembelian ini berlaku untuk semua jenis BBM berdasarkan jenis kendaraan. Untuk pembelian premium, pengemudi sepeda motor dibatas Rp 15 ribu, kendaraan pribadi Rp 75 ribu, dan angkutan umum Rp 100 ribu. Sedangkan untuk jenis solar, kendaraan pribadi Rp 75 ribu, angkutan umum Rp 100 ribu, sedangkan bus dan truk Rp 250 ribu.

 Hingga siang, belum ada antrean berarti

Jumat (23/5) Jam 16.00

Balik ke kantor buat nulis hasil liputan… badan pegel juga. Untung tadi siang, temen kantor ngajak makan nasi timbel dengan menu sayur asem, lalap, ikan asin, dan sambal yang mantap….

Jumat (23/5) Jam 18.00

Telepon di kantor berdering. Ada telepon dari warga yang mengabarkan SPBU di Kota Serang telah diserbu warga yang hendak antre BBM. Ini sudah tradisi setiap harga BBM akan naik. Fotografer meluncur duluan untuk mengambil gambar. Aku menyelesaikan tugas berita.

Jumat (23/5) Jam 20.30

Pulang ke rumah. Sebetulnya aku sudah sejak sore tadi pengen balik. Pembantu di rumah kecelakaan. Matanya kelilipan serbuk kayu hingga perih. Tapi aku sudah minta tolong office boy buat membelikan obat yang dipesan isteriku.

Saat pulang aku melewati sebuah SPBU. Antrean semakin panjang. Aparat keamanan tampak berjaga-jaga.

Jumat (23/5) Jam 21.45

Bareng isteri liat nonton SCTV Award sambil diselengi Indonesia Idol. Sesekali chanel pindah TVOne buat liat dialog rencana kenaikan harga BBM. Kebetulan di TVOne muncul wajah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang konferensi pers terkait rencana kenaikan harga BBM. Wajah wapres kita itu begitu sumringah bahkan sambil tertawa-tawa jelang kenaikan harga BBM. Aku malas melihatnya! chanel kupindah lagi ke RCTI nonton AJI, peserta Indonesian Idol nyanyi ‘Ketahuan’ dengan gaya swing yang gokil banget. :)

Tiba-tiba muncul Breaking News di RCTI. Menkeu Sri Mulyani mengumumkan kenaikan harga BBM. Wajah Sri Mulyani tak seperti Wapres, walau pede tetep aja ketegangganya keliatan. Hmmm… BBM akhirnya naik juga!

Jumat (23/5) Jam 23.15

Pengurus DPD PAN Kota Serang Thoyib Fanani tiba-tiba menelpon. Aku pikir ini terkait masalh pilkada Kota Serang, ternyata masih ada kaitannya juga dengan kenaikan harga BBM. “MAhasiswa Untirta demo di depan kampus. Mereka blokir jalan sambil bakar ban. Macet,” kata Thoyib.

Sabtu (24/5) Jam 00.02

Anita Yosihara, wartawan Kompas yang bertugas di Banten kirim pesan singkat.

 ”Kawan!!! Genting sekali malam ini. Sirine meraung-raung di jalanan, polisi berlalu lalang, rakyat berbondong2 menyerbu SPBU, serasa mau perang… Rakyat semakin payah, sementara di Jakarta sana, pemimpin kita berteriakmenantang,”hai rakyat, siap2 saja menunggu pengumuman kenaikan harga BBM”. Sungguh menegangkan, saat2 menanti 00.00. Percayalah, esok hari saat kau bangun, dunia benar2 sudah berubah!!! pita hitam untuk bangsa”

Aku tak perdulikan SMS Anita. Terus nonton Idol sampe Dela disingkirkan dari panggung spektakuler. Setelah itu baru aku pulezzzzzzzzzzzzz!

Sabtu (24/5) Jam 08.30

Pesan singkat dari redaktur meluncur ke HP-ku. “Coba pantau, kabarnya sopir angkot ada demo.”

Sabtu (24/5) Jam 09.00

Siap-siap jalankan tugas kantor. Muter-muter keliling Kota Serang, ternyata tak ada demo angkot. Mampir ke SPBU, isi bensin. Sejak semalam bensin motorku sebenarnya sudah tipis, tapi aku malas ikutan antre. Pagi ini akhu harus bayar Rp 12 ribu untuk dua liter bensin. Padahal biasanya aku ngisi Rp 10 ribu untuk dua liter lebih. Tak terasa, sepanjang malam ini, nilai uangku semakin tak berharga.!! :( (

 

Indonesia yang Renta dan Menderita

20 Mei

Tak terasa, Indonesia hampir memasuki usia kemerdekaanya yang ke-63 tahun, sejak Soekarno-Hatta secara resmi membacakan teks proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945 lalu. Tentu saja, usia 60 tahun bukanlah usia muda yang penuh gelora. Indonesia sudah cukup renta, dan perlu mendapat perawatan serius karena dalam kondisi kronis, dan kritis.

Kalau boleh saya menganalogikan, saat ini sang ibu pertiwi sedang terseok-seok di tengah pertarungan dunia global yang binal sekaligus brutal. Kondisi ini terjadi, akibat banyaknya penderitaan yang menghantam wajah Negeri bersangsaka Merah-Putih ini. Derita Indonesia tidak hanya terjadi pada masa penjajahan Belanda, atau Jepang. Hingga era bernama reformasi sekarang pun Indonesia masih saja diliputi duka lara.

Pada Desember tahun lalu, dua wilayah Indonesia, yakni Nanggroe Aceh Darussalam, dan Nias diguncang gelombang tsunami. Ratusan ribu jiwa anak-cucu ibu pertiwi meninggal dunia, dan hilang digulung badai akbar itu. Dan entah berapa jumlah harta benda yang hancur lebur dihantam bencana alam itu. Ibu pertiwi pun berduka menyambut pergantian tahun 2005!

Belum juga sembuh dari duka tsunami, ibu pertiwi kembali diderita kekurangan gizi. Penderitaan ini sangat sulit diterima oleh segenap anak cucu ibu pertiwi. Beribu pertanyaan berkeliaran menyikapi kondisi sebagian rakyat Indonesia yang kekurangan gizi. Mana mungkin di negeri yang subur makmur ini masih ada rakyatnya yang kekurangan gizi. Jika tongkat kayu saja bisa menjadi tanaman, mengapa masih ada orang yang kelaparan. Bukankah pemerintah juga memiliki program beras miskin (raskin) untuk membantu rakyat kurang mampu. Kenapa program itu tidak bisa dirasakan olah yang berhak. Kemanakah larinya bantuan kaum fakir miskin itu.

Belum surut penanganan masalah kekurangan gizi, ibu pertiwi kembali merana didera beragam wabah penyakit. Kasus lumpuh layuh yang menyerang sejumlah wilayah Jawa Barat, juga dirasakan sebagian warga Banten. Serangan wabah diare pun turut mengancam pelosok negeri. Bahkan tak tanggung-tanggung, penyakit impor semacam flu burung juga tak mau ketinggalan memperparah derita Indonesia.

Hebatnya lagi, beragam penderitaan yang dialami negeri ini ternyata terjadi di tengah sebagian pejabat yang hidup megah, dengan beragam fasilitas negara super mewah. Anggota legislatif yang sudah berlebihan digaji, masih saja merongrong minta tambahan gaji. Para wakil rakyat ini seakan tutup mata dengan kondisi bos (baca : rakyat) mereka yang menderita.

Sementara itu, desakan masyarakat agar keadilan sosial segera terwujudkan, hanya seperti teriakan di ruang tak bertepi yang tak pernah diperhatikan. Begitupun dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terus berkibar di tengah upaya penegakan hukum yang masih setengah hati. Terlalu panjang jika derita Indonesia ini saya jabarkan. Yang perlu digarisi, saat ini ibu pertiwi sedang menangisi nasibnya yang selalu dirundung derita.

INDONESIA BARU
Seorang kawan penyair dari Yogyakarta, Saut Situmorang pernah berceloteh, tak mudah untuk memecahkan beragam persoalan yang melilit Indonesia. Persoalan itu bagai benang kusut yang sulit diuraikan kembali. Kata Saut, kondisi carut-marut Indonesia hanya bisa diselesaikan dengan meminta Tuhan agar mematikan seluruh penduduk, dan menciptakan generasi baru negeri ini.

Saya yakin, Saut tidak bercanda dengan pernyatannya. Indonesia yang sudah renta ini memang memerlukan pembaharuan. Meminjam istilah yang digunakan salah satu perusahan rokok, saat ini memang perlu dilahirkan kembali Republik Indonesia (reborn republic), agar Indonesia kembali belia, lucu, menggemaskan, dan disayangi semua orang. Tapi saya tidak setuju kalau Tuhan harus membumihanguskan terlebih dahulu negeri ini hanya untuk menciptakan generasi Indonesia Baru. Karena saya sangat mempercayai bahwa Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubahnya.

Aa Gym, kyai ternama asal Bandung punya gaya tersendiri untuk menciptakan generasi baru. Ia menciptakan ‘miniatur negara’ bernama Daarut Tauhid di Geger Kalong, yang dikelola anak-anak muda yang menjadi santrinya. Para santri inilah yang kelak, akan menjadi pengisi Indonesia Baru. Gola Gong, novelis asal Banten juga punya cara tersendiri dalam menciptakan, dan membentuk generasi baru. Ia merekrut anak-anak muda untuk dibina di Komunitas Rumah Dunia yang didirikannya. Baginya, penciptaan generasi lebih penting dibandingkan mengurusi ‘dosa-dosa warisan’ yang dilakukan para pendahulu. Apa yang dilakukan Gola Gong di komunitasnya ini merupakan salah satu upaya memotong (membunuh) masa lalu, sekaligus membentuk (menciptakan) generasi baru. Gola Gong yakin, di masa mendatang anak-anak muda binaanya akan menjadi pewaris negeri dengan penuh harga diri.

Aa Gym, dan Gola Gong merupakan sebagian kecil contoh orang-orang penuh percaya diri melakukan perubahan untuk melahirkan kembali generasi bangsa yang beradab. Perlu langkah kolektif dari semua elemen masyarakat agar penciptaan ini bisa segera terwujudkan. Tidak perlu konsep besar untuk mengubah kondisi bangsa. Aa Gym selalu berpesan, mulai dari yang kecil, dilakukan secara terus menerus, dan mulailah hari ini.

Dan akhirnya, Indonesia akan tersenyum bangga di ulang tahunnya kali ini, apabila semua orang mulai berlomba-lomba melakukan kebajikan. Saya yakin, sekecil apa pun perbuatan baik, akan lebih berharga dibanding omong besar.

Dirgahayu Indonesia!(qizink)

 

5 Hari, 3 Kasus Bunuh Diri

15 Mei

KASUS I

Pada Minggu (4/5) lalu, warga Serang digegerkan dengan kematian seorang buruh pabrik sepatu PT Nikomas bernama Munawaroh alias Ipah (25) dengan cara menggantung diri di plafon kamar pengantin. Kematiannya menjadi tragis karena dilakukan tepat beberapa jam sebelum ia melepas masa lajangnya. Disinyalir, bunuh diri ini dikarenakan korban tidak sreg untuk dinikahkan.

KASUS II

Kasus kedua ini dilakukan H Ma’mun (59), warga Kampung Ciembe, Desa Cibeureum, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, yang gantung diri di sebuah pohon di area pekuburan pada Selasa (7/5) lalu. Belum diketahui penyebab gantung diri ini.

KASUS III

Di Kampung Kadaharan, Desa Rancasana, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang  dengan korban seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Leni Mardiana (29).

Leni gantung diri  di kamar tidurnya menggunakan kain sarung pada Jumat (9/5) sekira pukul 06.00 WIB. Selain 3 korban itu.

: Dari berbagai sumber 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.