<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Qizink La Aziva</title>
	<atom:link href="http://qizinklaziva.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qizinklaziva.wordpress.com</link>
	<description>Gawe Umah Kalawan Kata Lan Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 01:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='qizinklaziva.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumah Qizink La Aziva</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://qizinklaziva.wordpress.com/osd.xml" title="Rumah Qizink La Aziva" />
	<atom:link rel='hub' href='http://qizinklaziva.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Duta Pembangunan Daerah</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/12/09/duta-pembangunan-daerah/</link>
		<comments>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/12/09/duta-pembangunan-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 03:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/12/09/duta-pembangunan-daerah/</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI saya bertekad bisa menjadi Duta Pembangunan Daerah. Saya akan memanfaatkan kedudukan saya untuk mempromosikan potensi daerah pemilihan (dapil) saya ke pemerintah pusat atau swasta agar bisa dikelola demi kesejahteraan rakyat. Saya juga akan memperjuangkan agar permasalahan di dapil saya bisa terselesaikan, terutama masalah kebutuhan dasar rakyat, misalnya tentang pendidikan, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=639&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://qizinklaziva.files.wordpress.com/2011/12/seandainyadpdri.jpg"><img src="http://qizinklaziva.files.wordpress.com/2011/12/seandainyadpdri.jpg?w=310" alt="Gambar" /></a></p>
<p><a href="http://lomba.dpd.go.id/" target="_blank">Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI</a> saya bertekad bisa menjadi Duta Pembangunan Daerah. Saya akan memanfaatkan kedudukan saya untuk mempromosikan potensi daerah pemilihan (dapil) saya ke pemerintah pusat atau swasta agar bisa dikelola demi kesejahteraan rakyat.<br />
Saya juga akan memperjuangkan agar permasalahan di dapil saya bisa terselesaikan, terutama masalah kebutuhan dasar rakyat, misalnya tentang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Untuk memperjuangkan hal ini, saya akan duduk bersama dengan anggota DPR yang memiliki hak budgeting, terutama anggota DPR dari dapil yang sama dengan saya agar bisa bergandeng tangan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah.<br />
Keberadaan rumah aspirasi akan saya optimalkan untuk benar-benar menjadi sumber inspirasi dan informasi bagi saya untuk memperjuangkan harapan masyarakat. Rumah aspirasi bagi Anggota DPD RI bisa menjadi ‘halte’ bagi rakyat untuk menghantarkan suaranya agar didengar pemerintah pusat. Dengan demikian, rakyat di daerah tak perlu semakin bersusah payah datang ke pusat berunjukrasa ke pusat karena suara mereka sudah didengar dan akan diperjuangkan oleh orang-orang yang telah diberinya kepercayaan.</p>
<p>Tekad ini saya lakukan karena Anggota DPD RI adalah pemegang amanat rakyat untuk mewakili daerahnya agar bisa lebih baik. Saya duduk atas nama pribadi yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dan saya berkeyakinan, kebahagian saya terletak pada kebahagian orang lain dan bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sebagai anggota DPD RI tentu saya akan berbahagia bila rakyat yang telah memberi saya kepercayaan juga bisa berbahagia. Dan saya akan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan saya itu dengan cara menjadi Duta Pembangunan Daerah – yang disingkat juga menjadi DPD-.</p>
<br />Filed under: <a href='http://qizinklaziva.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qizinklaziva.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qizinklaziva.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=639&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/12/09/duta-pembangunan-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1b3476f20982d0bf9817ac563ac36a0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">qizinklaziva</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qizinklaziva.files.wordpress.com/2011/12/seandainyadpdri.jpg?w=310" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dongeng Jawara</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/01/13/dongeng-jawara/</link>
		<comments>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/01/13/dongeng-jawara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 07:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[I. CARA MENGHIDUPKAN AC Di tengah hiruk-pikuk pemilihan presiden, Abah Sobled malah memilih berangkat umroh ke tanah suci. Uang ganti rugi dari tanah gusuran untuk waduk di Banten Selatan dipakainya untuk mengajak kerabatnya untuk umroh. Setelah sampai di Bandara King Abdul Aziz, Abah Sobled menyewa sebuah bus dari jasa travel untuk mengangkut dirinya dan keluarganya [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=575&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>I. CARA MENGHIDUPKAN AC</p>
<p>Di tengah hiruk-pikuk pemilihan presiden, Abah Sobled malah memilih  berangkat umroh ke tanah suci. Uang ganti rugi dari tanah gusuran untuk  waduk di Banten Selatan dipakainya untuk mengajak kerabatnya untuk  umroh.<br />
Setelah sampai di Bandara King Abdul Aziz, Abah Sobled menyewa sebuah  bus dari jasa travel untuk mengangkut dirinya dan keluarganya menuju  penginapan.<br />
Saat itu, cuaca di tanah suci sangat terik sekali. Panas begitu  menyengat. Sialnya lagi, AC dalam bus itu mati alias tak berfungsi.  Alhasil, dalam bus itu keluarga Abah Sobled menjadi resah karena  kegerahan. Untuk meminta tolong sopir atau petugas travel yang asli  Arab, keluarga Abah Sobled tak berani karena tak bisa berbahasa Arab.  Sehingga keluarga Abah hanya bisa sewot di dalam bus.<br />
Di tengah kondisi seperti ini, Abah Sobled yang duduk di bagian belakang  langsung berdiri untuk menghampiri si petugas travle. Lalu dengan  percaya diri, Abah berkata kepada petugas travel itu. &#8220;Hey, Acena  Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun,&#8221; ucap Abah polos sambil tangannya  menunjuk AC yang padam.<br />
Petugas travel mengangguk-angguk sambil nyengir. (qizink)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>II. MINTA DISEBUT NAMANYA</p>
<p>Abah Sobled sudah jenuh di Jakarta. Walau belum mendapatkan &#8216;OVEN&#8217; yang  dipesan isterinya Pak Camat, Abah memilih untuk pulang kampung.<br />
Karena tidak mau ketinggalan kereta lagi, Abah Sobled memilih menaiki bus. Ini juga pengalaman pertama bagi Abah dalam menaiki bus kota.<br />
&#8220;Thamrin&#8230; Thamrin&#8230;&#8221; teriak kondektur bus.<br />
Beberapa penumpang turun. Bus melaju kembali. Kondektur kembali berteriak, &#8220;Sudirman&#8230; Sudirman&#8230;&#8221;<br />
Beberapa penumpang kembali turun. Bus kembali melaju. Beberapa saat  kemudian, kondektur kembali teriak. &#8220;Dewi Sartika&#8230; Dewi Sartika&#8230;.&#8221;<br />
Penumpang kembali turun.<br />
Setelah beberapa saat bus melaju, penumpang bus kini tinggal Abah  Sobled. Bus terus berputar-putar di dalam kota. Namun Abah belum juga  turun dari bus. Abah merasa kesal karena sudah cukup lama duduk di dalam  bus. Abah mendatangi kondektur. &#8220;Ti tadi nu disebut teh ngaran  Sudirman, Thamrin, Dewi Sartika wae . Abah geh hayang turun blegug.  Iraha ngaran Abah disebut&#8230;(Dari tadi yang disebut nama Sudirman,  Thamrin, Dewi Sarta. Abah ingin turun. Kapan nama abah disebut) !!!&#8221;<br />
Mata Abah melotot. Kondektur bus melongo. (qizink)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>III. MEMBELI OPEN</p>
<p>Sesampainya di Jakarta, Abah Sobled teringat pesan isteri Pak Camat yang  meminta dibelikan oven. Abah Sobled tentu saja kebingungan, karena dia  belum tahu bentuk oven. Yang ia tahu, berdasarkan penjelasan isteri Pak  Camat, oven merupakan perkakas untuk memanggang kue.<br />
Abah Sobled berjalan menyusuri Jakarta untuk mencari barang pesanan  isteri Pak Camat. Di tengah perjalanan, Abah Sobled melihat tempat  penukaran uang atau money changer yang di kaca pintunya tergantung  sebuah tulisan &#8216;OPEN&#8217;. Karena logat orang sekitar Banten Selatan yang  sulit membedakan aksen &#8216;V&#8217;, &#8216;F&#8217;, dan &#8216;P&#8217;, maka Abah Sobled berpikiran  bahwa &#8216;OPEN&#8217; sama dengan &#8216;OVEN&#8217;. Namun Abah Sobled bingung bagaimana  cara membelinya. Abah Sobled pun hanya mematung di depan pintu masuk  tempat penukaran uang tersebut.<br />
Di tengah kebingungannya, tiba-tiba ada orang China yang hendak masuk ke  tempat penukaran. Melihat ada orang yang hendak masuk, Abah langsung  mencegahnya.<br />
&#8220;Tong asup (jangan masuk-red), bahaya!&#8221; teriak Abah Sobled.<br />
Namun larangan itu tak diindahkan. Si China itu tetap masuk ke dalam  tempat penukaran uang. Abah Sobled pun kembali berdiri mematung di depan  pintu masuk.<br />
Tak lama berselang, dari dalam tempat penukaran uang itu keluar turis  asal Afrika. Melihat orang kulit hitam, Abah Sobled menghampirinya. Abah  mengira turis Afrika yang berkulit legam itu adalah sama dengan Si  China tadi.<br />
&#8220;Ceuk aing geh ceuk aing, tong asup. Tah jadi tutung sia asup ka open.  (kata saya juga apa, jangan masuk. jadi gosong kamu masuk ke open!&#8221;<br />
Si negro hanya melongo! (qizink)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>IV. DENDAM PADA KERETA</p>
<p>Supaya tidak asing dengan dunia luar, Pak Camat menyuruh Abah Sobled untuk datang ke kota.<br />
Pagi-pagi sekali, Abah Sobled berjalan kaki menuju stasiun  Rangkasbitung. Sesampainya di stasiun, Abah langsung membeli tiket untuk  jurusan ke Jakarta. Berdasarkan jadwal, sekitar 30 menit lagi kereta  baru akan tiba.<br />
Namun setelah ditunggu satu jam&#8230; dua jam&#8230; kereta juga tak datang.  Sampai karena saking lelah dan kesalnya, Abah Sobled akhirnya tertidur  lelap. Saat bangun, Abah mendapatkan informasi dari petugas stasiun  bahwa kereta yang ditunggunya sudah lewat. Abah Sobled kesal. Tiket yang  dipegangnya langsung dirobek.<br />
Esok harinya, Abah datang kembali ke stasiun setelah melalui perjalanan  panjang dari kampungnya. Membeli tiket seperti kemarin. Berdasarkan  jadwal di tiket, kereta akan tiba 30 menit lagi.<br />
Abah sabar menunggu&#8230; 30 menit&#8230; 1 jam&#8230; 2 jam. Rasa kantuk  ditahannya. Saat hampir tiga jam menanti, kereta yang ditunggu Abah pun  datang dan berhenti tepat di depan Abah.<br />
Setelah berhenti, Abah segera bangkit dari tempat duduknya. Dan dalam  sekejap, Abah lari sekencang-kencangnya di jalur rel kereta api arah  Jakarta. Petugas stasiun yang melihat langsung mengejar Abah. Aksi  kejar-kejaran antara Abah dan petugas stasiun pun terjadi di sepanjang  rel Rangkasbitung &#8211; Jakarta. Setelah lebih dari 10 KM berlari, petugas  stasiun akhirnya berhasil menyusul Abah.<br />
&#8220;Abah kenapa lari?&#8221; tanya petugas dengan nafas ngos-ngosong.<br />
&#8220;Abah dendam. Kemarin Abah ditinggalin kereta. Sekarang Abah yang ninggalin kereta,&#8221; sahut Abah polos. (qizink)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>V.TINGGI ATAU PANJANG</p>
<p>Rombongan pejabat tinggi dari pemerintah pusat akan datang ke sebuah  perkampungan di wilayah Banten Selatan. Untuk menyambut para pejabat  tinggi ini, Pak Camat menginstruksikan kepada warganya, terutama yang  rumahnya di tepi jalan agar memasang bendera sebagai tanda penghormatan.<br />
Dan untuk memastikan bahwa warganya telah mematuhinya, Pak Camat pun  keliling daerah. Pak Camat yang lulusan perguruan tinggi ternama itu  tersenyum sumringah saat melihat hampir semua warganya memasang bendera.  Namun tiba-tiba bola mata Pak Camat mendelik, saat melihat tiang  bendera di depan rumah Abah Sobled masih terlihat kosong. Tak ada  bendera yang berkibar di tiang bendera milik Abah yang terkenal sebagai  jawara kampung ini.<br />
Pak Camat bergegas turun dari mobil Kijangnya dengan dikawal dua  ajudannya untuk mencari Abah Sobled. Kebetulan sekali pada saat itu,  Abah Sobled sedang ada di rumah.<br />
&#8220;Kenapa Abah tidak memasang bendera,&#8221; cerocos Pak Camat tanpa basa-basi.<br />
&#8220;Susah masangnya, Pak Camat. Tali kerekan tiang benderanya sudah putus,&#8221; sahut Abah santai.<br />
&#8220;Pasang lagi saja talinya,&#8221; saran Pak Camat.<br />
&#8220;Susah masang talinya. Tiangnya kan tinggi. Besinya kecil. Saya tidak bisa naik sampai atas.&#8221;<br />
&#8220;Abah nih banyak alasan. Tiang benderanya Abah copot dulu. Terus Abah  ukur tingginya. Kan gampang. Makanya dulu Abah tuh sekolah, biar  pinter!!!&#8221; suara Pak Camat ketus.<br />
&#8220;Kalau tiangnya dicopot dulu, itu sih bukan ngukur tinggi, tapi ngukur panjang. Iya kan&#8230;?&#8221; balas Abah Sobled.<br />
&#8220;grrrhh&#8230;&#8221;<br />
Pak Camat hanya menghela nafas. Dalam hati Pak Camat membenarkan pernyataan Abah Sobled.<br />
Pak Camat lalu meninggalkan Abah Sobled yang memandanginya dengan tatapan kosong. (qizink)</p>
<br />Filed under: <a href='http://qizinklaziva.wordpress.com/category/banten/'>Banten</a>, <a href='http://qizinklaziva.wordpress.com/category/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://qizinklaziva.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qizinklaziva.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qizinklaziva.wordpress.com/575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=575&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qizinklaziva.wordpress.com/2011/01/13/dongeng-jawara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1b3476f20982d0bf9817ac563ac36a0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">qizinklaziva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baliho</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/baliho/</link>
		<comments>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/baliho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 04:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Kawan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[KELAS MENULIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Off The Record]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/baliho/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Qizink La Aziva Ini cerita dari kawanku tentang baliho para calon anggota legislatif (caleg) yang bercakap-cakap di malam hari. *** Malam telah larut. Langit makin pekat dengan bulan sealis. Angin berhembus perlahan menerobos gerbang komplek perumahan yang dipenuhi baliho. Wajah Yosi di baliho 2&#215;3 meter makin kusut. Mata Komar menatap tajam wajah Yosi, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=570&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Qizink La Aziva</p>
<p>Ini cerita dari kawanku tentang baliho para calon anggota legislatif (caleg) yang bercakap-cakap di malam hari.</p>
<p>***<br />
Malam telah larut. Langit makin pekat dengan bulan sealis. Angin berhembus perlahan menerobos gerbang komplek perumahan yang dipenuhi baliho.<br />
Wajah Yosi di baliho 2&#215;3 meter makin kusut. Mata Komar menatap tajam wajah Yosi, menantu tersayangnya.<br />
“Kuperhatikan dari siang wajahmu kusut terus. Kalau wajahmu kecut begitu, mana ada warga yang akan simpati untuk memilihmu,” ungkap Komar.<br />
Yosi tak segera menyahut. Perempuan dengan rambut sebahu tersebut malah makin kecut wajahnya.<br />
“Ada apa sayang. Bilang sama Om, kenapa cemberut begitu. Saat kampanye, perbanyaklah senyum,” suara Komar lembut. Namun karena malam itu hening, suara pria yang rambutnya telah beruban itu terdengar nyaring di telinga Yosi.<br />
&#8220;Yosi lagi jengkel Om,&#8221; ujar Yosi. Tubuhnya bergoyang ditiup angin. &#8220;Coba Om perhatikan baliho yang ada di bawah kita!&#8221;<br />
Di bawah baliho Yosi yang tertancap pada batang bambu itu terdapat sebuah poster caleg muda. Caleg dari Partai Kuning Langsat (PKL) itu memakai kaca mata hitam. Tak diketahui, apakah dia tertidur atau mendengarkan percakapan Yosi dan mertuanya.<br />
&#8220;Ah, dia itu kan baru politisi ingusan. Anak kemaren sore. Apa yang kamu takutkan. Dia bukan tandinganmu dalam meraih suara. Tenanglah,&#8221; ungkap Komar.<br />
&#8220;Bukan masalah perolehan suara Om. Kalau masalah suara, saya sudah yakin bakal mendapatkannya. Om sudah mengajarkan bagaimana cara membeli suara.&#8221;<br />
&#8220;Terus apa yang kamu risaukan,&#8221; potong Komar.<br />
&#8220;Yosi kesal karena baliho itu berada di bawah baliho kita Om. Aku kan malu. Apa Om nggak perhatikan kalau foto Yosi ini sedang pakai rok dan Yosi lupa pakai daleman saat dulu difoto.&#8221;<br />
Wajah Yosi memerah.<br />
Om Komar terdiam. Ia tak tahu harus berbuat apa. Angin mulai berhembus kencang. Hujan mulai merintik.<br />
Tanpa disadari, percakapan Yosi dan Om Komar itu tengah didengar Maksuni, caleg dari Partai Kuda Lumping Juragan Gabah (PKL Juga). Baliho Maksuni yang jaraknya setombak dari Baliho Yosi itu bergoyang-goyang. Wajah maksuni berubah tersenyum.<br />
&#8220;Hei, ngapain kamu senyum-senyum!&#8221; teriak Komar pada Maksuni.<br />
&#8220;Emang saya nggak boleh tersenyum. Hak saya dong mau senyum atau cemberut.&#8221;<br />
&#8220;Ngeledek ya!&#8221; balas Yosi.<br />
&#8220;Nggak&#8230; aku cuma ngebayangin&#8230;.&#8221;<br />
&#8220;Kurang ajar&#8230; pasti kamu juga ngebayangin yang nggak-nggak tentang aku ya&#8230;!&#8221; potong Yosi cepat.<br />
Maksuni tertawa terbahak-bahak.<br />
Dulunya Maksuni separtai dengan Yosi. Ia juga pernah menjalin asmara dengan Yosi. Tapi sejak Yosi menikah dengan anak Om Komar yang merupakan petinggi partai, Maksuni langsung pilih pindah partai.<br />
&#8220;Alah&#8230;. aku sudah tahu koq.&#8221;<br />
&#8220;Dasar politisi bejat!&#8221; teriak Yosi.<br />
&#8220;Bejatnya kan bareng kamu! hahahaha&#8230;&#8221; tawa Maksuni makin nyaring.<br />
Wajah Komar makin merah padam. Amarahnya memuncak. Angin malam makin tak karuan.<br />
Komar ingin juga ikut mendamprat Maksuni. Tapi itu diurungkannya. Sebagai mantan anak buahnya, Maksuni mengantongi rahasia pribadinya. Saat masih di partai, Maksuni pernah memergoki Om Komar bercumbu dengan ibunda Yosi yang merupakan artis dangdut. Komar akhirnya memilih diam. Sementara pertengkaran mulut antara Yosi dan Maksuni makin seru.<br />
Keduanya saling hina.<br />
Keduanya saling ledek.<br />
Keduanya saling damprat.<br />
Keduanya saling hujat.<br />
Keduanya membuka aibnya masing-masing.<br />
Pertengkaran kedua caleg ini mendapat perhatian dari para caleg yang sedang nampang di gerbang perumahan ini.<br />
Ada yang balihonya bergoyang-goyang ditiup angin seakan mengompori Yosi dan Maksuni agar terus ribut.<br />
Ada yang balihonya nyungsep diterjang angin seakan meledek kedua calon senator yang sedang adu mulut.<br />
&#8220;Kalau cintamu aku tolak, tak usahlah kau cari perhatian begitu!&#8221; teriak Yosi.<br />
&#8220;Cinta&#8230;. hahaha&#8230; aku tak pernah menaruh cinta padamu Yosi. Mana ada cinta di tangan seorang politisi seperti aku. Di mata politisi hanya ada hasrat dan perselingkuhan&#8230; hahaha&#8230;&#8221; tubuh Maksuni yang tambun berguncang.<br />
Wajah Yosi merah padam.<br />
Wajah Komar pasi.<br />
Wajah Maksuni ceria di atas angin.<br />
Wajah caleg muda yang ada di bawah baliho Yosi tetap dingin.<br />
Angin makin kencang memompa pertarungan antara Yosi dan Maksuni. Pertarungan tak lagi hanya adu mulut. Baliho keduanya semakin bergoyang ke kiri dan kanan.<br />
Baliho Yosi mendamprat Baliho Maksuni.<br />
Baliho Maksuni mendamprat baliho Yosi.<br />
Baliho caleg lainnya ikut bergoyang kencang.<br />
Hingga menjelang subuh, pertarungan baliho berlangsung. Pertarungan itu baru bisa terhenti, saat angin puting menghantam seluruh baliho. Dalam beberapa jenak, seluruh baliho ambruk di atas tanah.<br />
Pagi harinya, warga komplek bersikap tak peduli saat menyaksikan baliho para caleg itu ambruk dan saling tumpuk.</p>
<p>****</p>
<p>Begitulah cerita dari kawanku tentang baliho para caleg yang bercakap-cakap di malam hari. Percayakah Anda? (*)</p>
<p>Banten, Februari 2009.</p>
<br />Posted in Budaya, Catatan Kawan, Cerpen, KELAS MENULIS, Kisah, Off The Record, Wacana  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qizinklaziva.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qizinklaziva.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=570&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/baliho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1b3476f20982d0bf9817ac563ac36a0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">qizinklaziva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Kau Dapat dari Spanduk Caleg</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/apa-yang-kau-dapat-dari-spanduk-caleg/</link>
		<comments>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/apa-yang-kau-dapat-dari-spanduk-caleg/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 03:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Link]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Off The Record]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa calon anggota legislatif (caleg) terpilih berdasarkan suara terbanyak, seluruh caleg berlomba-lomba menarik simpati masyarakat, baik yang bernomor urut kecil maupun besar. Beragam media dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dirinya, yang terbanyak adalah spanduk, baliho, banner, dan stiker. Qizink La Aziva-Bnten Dalam sebulan terakhir, sudut-sudut Kota Serang dipenuhi ragam media sosialisasi caleg yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=568&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://qizinklaziva.files.wordpress.com/2008/05/1-cawalkot-poto-lepas1.jpg?w=227&#038;h=149" alt="" width="227" height="149" />Setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa calon anggota legislatif (caleg) terpilih berdasarkan suara terbanyak, seluruh caleg berlomba-lomba menarik simpati masyarakat, baik yang bernomor urut kecil maupun besar. Beragam media dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dirinya, yang terbanyak adalah spanduk, baliho, banner, dan stiker.</p>
<p>Qizink La Aziva-Bnten</p>
<p>Dalam sebulan terakhir, sudut-sudut Kota Serang dipenuhi ragam media sosialisasi caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2009. Daerah pinggiran Kota menjadi sentra para caleg untuk memasang media sosialisasinya, karena jalur protokol sudah menjadi medan terlarang untuk sosialisasi diri.<br />
Yang paling mencolok adalah di komplek-komplek perumahan. hampir di setiap gerbang komplek perumah dipastikan dipenuhi puluhan spanduk dan baliho beragam ukuran milik caleg. Dengan pemasangan yang tidak tertata, keberadaan media sosialisasi ini membuat pemandangan komplek perumahan menjadi semrawut.<br />
Selain komplek perumahan, area yang kerap menjadi incaran para caleg untuk memasang media sosialisasinya adalah perempatan jalan dan pohon besar. Sehingga tak aneh, jika dalam satu pohon terdapat 3 hingga lima poster caleg. <br />
Selain tampak semrawut, materi yang dituangkan dalam media sosialisasi para caleg juga terkesan standar. Secara umum, materi kalimat yang tertuang dalam spanduk para caleg adalah nama, nomor urut, dan tanda contrengan. Sedangkan kalimat yang digunakan hanya &#8216;Mohon Do&#8217;a dan Dukungan&#8217; dengan ditambahi kalimat standar untuk menarik hati rakyat, misalnya berbunyi &#8216;Maju Bersama Rakyat&#8217;, &#8216;Peduli pada Rakyat&#8217;, dan sebagainya. Untuk mempercantik tampilan, dalam spanduk dihiasi wajah caleg dengan berbagai pose ditambah logo partai serta tokoh nasional yang sedang digadang-gadang bakal maju menjadi calon presiden. Potret Soesilo Bambang Yudhoyono banyak dipakai para caleg dari Partai Demokrat, foto Megawati ikut menghiasi caleg PDI Perjuangan, Sultan Hamengkubowono juga ada di beberapa spanduk caleg partai RepublikaN.<br />
Yang tak kalah menarik adalah materi sosialisasi yang disuguhkan para calon anggota DPD. Karena dalam kertas suara, calon anggota DPD bakal dilengkapi foto diri calon yang tampil secara eksentrik bahkan hingga terkesan berlebihan. Ada calon DPD yang misalnya memasang fotonya dengan sorban, padahal sorban itu tidak menjadi identitas pribadinnya yang melekat dalam keseharian hidupnya. Sementara untuk calon DPD dari kalangan perempuan, fotonya ditampil secantik mungkin dengan tata rias wajah yang wah.<br />
Hanya ada satu dua caleg yang berani menampilkan isi kalimat berbeda dalam spanduknya. Thoyib Fanani, caleg DPRD Banten dari daerah pemilihan Kabupaten/Kota Serang misalnya, berani tampil kreatif dengan memanfaatkan kalimat &#8216;Belok Kiri Langsung&#8217; dalam poster kampanyenya. Sehingga poster yang banyak dipasang di tiap perempatan jalan ini kerap menjadi perhatian pengguna jalan.<br />
Rudi Kurniadi, caleg DPRD Kota Serang dari daerah pemilihan Kecamatan Serang juga berani tampil beda. Dalam media sosialisasi yang dibuatnya, Rudi hanya menampilkan puisi yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk tepat dalam memilih calon pemimpin. Tak ada kalimat langsung yang secara khusus untuk mengajak masyarakat agar mencoblos dirinya. Selain itu, potret dirinya juga dibuat hanya dalam bentuk sketsa. &#8220;Saya memang ingin tampil beda. Saya tidak menampilkan diri saya sendiri dalam kampanye. Saya juga tak mau menonjolkan diri saya pribadi, karena saya menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya hanya mengajak mayarakat agar betul-betul memerhatikan calon pemimpin yang akan dipilihnya,&#8221; ujar Rudi memberi penjelasan tentang materi media sosialisasinya.<br />
Di mata Ahmad Supena, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Untirta, sebagian besar materi yang digunakan para caleg hanya menonjolkan ego masing-masing caleg. Hal ini terlihat dari materinya yang lebih mengedepankan sisi individu caleg. &#8220;Saya nilai materinya masih bersifat narsis,&#8221; ungkapnya.<br />
Menurutnya, materi sosialisasi caleg lebih baik berisi tentang visi misi para caleg bila mereka terpilih. &#8220;Selama ini yang muncul hanya data pribadi. Sementara masyarakat tidak diberitahu lewat media kampanye tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan untuk masyarakat bila mereka terpilih. Masyarakat hanya disuguhi nama dan potret caleg tanpa diberitahu apa yang akan mereka lakukan setelah jadi anggota legislatif,&#8221; ujarnya. (*)</p>
<br />Posted in Banten, Berita, Budaya, Kisah, Link, News, Off The Record, Wacana  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qizinklaziva.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qizinklaziva.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=568&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/02/06/apa-yang-kau-dapat-dari-spanduk-caleg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1b3476f20982d0bf9817ac563ac36a0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">qizinklaziva</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://qizinklaziva.files.wordpress.com/2008/05/1-cawalkot-poto-lepas1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Kampanye Caleg Banten melalui Internet</title>
		<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/01/21/gaya-kampanye-caleg-banten-melalui-internet/</link>
		<comments>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/01/21/gaya-kampanye-caleg-banten-melalui-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Kawan]]></category>
		<category><![CDATA[HOT-NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[  Banyak cara dilakukan calon legislatif di Banten untuk mensosialisasikan diri kepada pemilih. Salah satunya melalui internet.  Keberhasilan calon presiden Amerika terpilih Barack Obama memanfaatkan teknologi untuk meraih simpati dan penggalangan dana dengan menggunakan situs internet facebook, tampaknya menginspirasi sejumlah calon anggota legislatif (caleg) di Banten untuk mensosialisasikan dirinya lewat internet. Sebuah pesan singkat diterima [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=566&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Banyak cara dilakukan calon legislatif di Banten untuk mensosialisasikan diri kepada pemilih. Salah satunya melalui internet.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Keberhasilan calon presiden Amerika terpilih Barack Obama memanfaatkan teknologi untuk meraih simpati dan penggalangan dana dengan menggunakan situs internet <em>facebook,</em> tampaknya menginspirasi sejumlah calon anggota legislatif (caleg) di Banten untuk mensosialisasikan dirinya lewat internet.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sebuah pesan singkat diterima <em>Radar Banten</em> dari Hafazhah, caleg PPP untuk DPRD Banten hari Minggu (18/1) lalu. Pesan singkat itu mengabarkan bahwa dirinya telah memiliki sebuah situs internet pribadi dengan alamat </span><a href="http://ppp-hafazhah.co.nr/"><span style="font-size:small;">http://ppp-hafazhah.co.nr</span></a><span style="font-size:small;">. “Silakan kunjungi untuk menghubungkan titik-titik komunikasi sesama,” tulis Hafazhah dalam pesan singkatnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;">Radar Banten</span></em><span style="font-family:Arial;"> mencoba menengok blog pribadi tersebut. Ternyata blog itu baru beberapa hari dibuat dan <em>content</em> atau isinya masih berupa nukilan yang disalin ulang (<em>copy paste</em>) dari berbagai media online. Sejumlah link seperti data pribadi serta visi dan misi, belum terisi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dalam situs ini juga terdapat link jejaring <em>(blogroll</em>) yang salah satunya adalah milik Ali Faozin, caleg PPP<span>  </span>dari Banten untuk DPR RI. Saat dikunjungi, situs milik Ali Faozin ternyata mirip sekali tampilannya (template) dengan milik Hafazhah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Andika Hazrumy, caleg DPD Banten juga ikut mempromosikan dirinya lewat blog gratisan dengan alamat </span><a href="http://andika-hazrumy.blogspot.com/"><span style="font-size:small;">http://andika-hazrumy.blogspot.com</span></a><span style="font-size:small;">. Content dan template blog ini lebih atraktif dibandingkan dengan dua blog milik Hafazhah atau Ali Faozin. Blog putra Gubernur ini banyak dihiasi foto kegiatan si caleg. Sementara isi tulisan, lebih banyak merupakan salinan berita dari berbagai media massa, baik lokal maupun <em>online</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Blog caleg yang cukup menarik adalah milik Mohamad Arif Widarto, caleg Partai Gerindra dari daerah pemilihan Banten untuk DPR RI. Blog dengan alamat </span><a href="http://www.moharifwidarto.com/"><span style="font-size:small;">www.moharifwidarto.com</span></a><span style="font-size:small;"> ini berisi ragam tulisan pribadi, visi misi, kegiatan caleg, maupun tulisan lainnya. Blog alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga sangat serius dalam mengelola situsnya karena si pemiliknya adalah seorang blogger, sehingga dalam situs ini juga ditampilkan jargon ‘Blogger Juga Bisa Nyaleg’ yang terpampang dalam sebuah gambar kaos.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Arif tak hanya membangun komunikasi politik melalui situs pribadinya tapi juga melalui berbagai situs jejaring seperti <em>plurk, facebook, friendster, </em><span> </span>dan sebagainya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bila caleg secara konvensional berkampanye dengan bagi-bagi kaos secara gratis, Arif melakukan hal berbeda melalui situsnya. Dalam salah satu link-nya, secara terang-terangan Arif melakukan penggalangan dana untuk kampanye dirinya dengan mencantumkan rekening pribadinya dan hadiah kaos untuk penyumbang dana dalam nominal tertentu. “Bagi penyumbang minimal Rp 150 ribu akan mendapatkan kaos.” Begitu kalimat yang ditulis dalam situsnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Efektifkah cara kampanye lewat internet ini seperti yang dialami Barack Obama yang terpilih menjadi Presiden Amerika? Hasilnya tentu saja, baru bisa diketahui nanti setelah pencoblosan pada 9 April. Namun yang perlu jadi catatan, masyarakat kita belum sepenuhnya melek internet, sehingga tak semua pemilih bisa mengakses gaya kampanye caleg lewat dunia maya ini. (qizink)</span></span></p>
<br />Posted in Banten, Berita, Catatan Kawan, HOT-NEWS, Kisah, News, Wacana Tagged: caleg, kampanye, pemilu 2009 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qizinklaziva.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qizinklaziva.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qizinklaziva.wordpress.com&#038;blog=1414031&#038;post=566&#038;subd=qizinklaziva&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qizinklaziva.wordpress.com/2009/01/21/gaya-kampanye-caleg-banten-melalui-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1b3476f20982d0bf9817ac563ac36a0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">qizinklaziva</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
