Ke Bali Harus Berjinah

15 Des

 

Postingan ini sebenarnya sudah lama mengendap di otakku, tapi baru sempat aku ketikkan.

Postingan ini secuil tentang perjalananku ke Bali, akhir bulan lalu. Tak banyak lokasi yang kukunjungi dalam perjalanan selama dua hari ini, kecuali menyusuri sepanjang jalan Legian, Kuta, serta melancong sebentar ke Gianyar. Hujan yang selalu turun di Bali membuatku demam tubuhku. (Maaf kepada kawanku yang memesan arak Bali, karena aku hanya bisa membawakanmu Kacang Disco dari Kresna).

Dari Bali aku mendapatkan beberapa catatan kosa kata bahasa yang terdengar lucu. Wayan Menik, perempuan Bali banyak mengenalkan kosa kata yang cukup asing dan membuatku tersenyum, geleng-geleng kepala, bahkan tertawa ngakak.

Di mata orang Bali, kata (bahkan daerah) Banten merupakan sesuatu yang suci. Padahal salah satu pelaku BOm Bali yakni Imam Samudera adalah orang Banten. “Orang Bali terutama yang di daerah perkampungan penasaran ingin tahu Banten, karena Banten itu sesutu yang dijadikan alat persembahan atau sesajen yang dianggap suci,” terang Menik.

O…. githu!

Ah, jangan-jangan Banten dan Bali memang ada kaitannya. Bukankah dulu Banten juga merupakan daerah keraja Hindu. Bahkan kerajaan Salakanagara di Pandeglang yang hingga kini masih diperdebatkan termasuk kerjaan Hindu tertua. (Moga saja ahli sejarah segera menemukannya).

Lha terus apa hubungannya dengan judul tulisanku ini. Nah Menik juga ngasih tahu kalo orang Bali menyebut uang dengan kata  pipis. Kata yang lebih halus adalah jinah (ingat bukan zinah). “Ke Bali memang harus berjinah (memiliki uang) supaya bisa beli banyak oleh-ole,” kelakar Menik yang membuatku tertawa.

Ah, lain ladang memang lain belalang. Lain daerah tentu lain pula budaya dan bahasanya. Kata pipis dan jinah di daerah lain mungkin terdengar sangat saru. Tapi di Bali itu kata biasa yang sering diucapkan.

Apakah di daerah kalian ada kalimat yang di daerah lain artinya berbeda?

46 Tanggapan to “Ke Bali Harus Berjinah”

  1. p u a k Desember 15, 2008 at 7:42 am #

    ada mas.. bahasa padang pantek :oops: yang artinya kelamin wanita tapi kalau jawa ngomongnya untuk..mmm.. seperti membenamkan paku dengan palu..
    Hihihi..susahnya ya mengartikan bahasa daerah yang berbeda2.. tapi harus tetap selalu Indonesia *nasionalis* :)

    • Anonymous Maret 5, 2010 at 3:53 pm #

      okk

  2. gbaiquni Desember 15, 2008 at 8:05 am #

    hehehe… postingan seru…

    wah… blum ada ide…

    -gbaiq-
    [senyum] :)

  3. suwung Desember 15, 2008 at 8:39 am #

    cokot bagi orang sunda ambil
    bagi orang jawa gigit
    bisa berantem

    cokot sepatu = ambil sepatu bagi orang sunda
    cokot sepatu =gigit sepatu bagi orang jawa

  4. wi3nd Desember 15, 2008 at 8:45 am #

    piti klu oran padan9=uan9
    piti klu bahasa indonesia=peti..

    nyambun9 ndak ya heheh

  5. bluethunderheart Desember 15, 2008 at 9:15 am #

    bang……senangnya aku menikmati pertambahan daya pengetahuan dari abang (mesti abang juga dari orang bali langsung) but aku malah senangnya ampun ampunan.
    Bang….senang pula aku di beri kehadiran sang penulis ke rumahku yang sedang kembali belajar.
    salam hangat selalu

  6. Sawali Tuhusetya Desember 15, 2008 at 9:43 am #

    wah, sungguh khas dan unik, mas qizink, itulah pesona budaya di negeri kita. satu kata yang sama memiliki istilah yang berbeda2 pada setiap daerah. kalau ndak tahu artinya, bisa bener2 fatal. anaknya mau minta duwit, malah celana anaknya yang dipelorotin, hiks.

  7. nanzzzcy Desember 15, 2008 at 10:02 am #

    wah..aku lagi butuh ‘pipis’ nih hehehehehe…

  8. kweklina Desember 15, 2008 at 11:19 am #

    Yau Se
    bahasa mandarin = kunci
    bahasa thayi (sama-sama digunakan di taiwan) = mati kelaparan

    Ada orang dari Vietnam ,baru datang kesini,diajak mama mertuanya kepasar.Pas didepan pintu,karena membawa banyak barang dia mau suruh mertuanya membuka pintu,dan mau menyerahkan kunci kemertuanya.

    “ma,yau se!” (ma,kunci!)

    karena dia tidak melihat menantunya mau menyerahkan kunci,karena sibuk berbicara dgn org yang lewat didepan rumah mereka..dan terdengar ditelinga org Vietnam ini perkataan orang yg berbicara dgn mertuanya..

    “Ah,menantumu brani bilang kamu Yau,se! ” (mati kelaparan sejenis kata kasar}

    padahal sama tulisanya,sedikit beda suaranya,sekilas mirip!

    Nyambung ngak ya!

  9. Menik Desember 15, 2008 at 12:35 pm #

    Kirain teh Menik saya.. *geer* :mrgreen:

    Btw, basa sundana Banten, kadang lebih parah nya Kang ?
    kumaha teh lamun bade nikahkan pun putra ? :lol:

  10. hidayat Desember 15, 2008 at 2:36 pm #

    wah ku pikir zinah..he3x

  11. omiyan Desember 16, 2008 at 1:56 am #

    saya sendiri tinggal dibanten mereka tuh disini..bahasa sundanya sebagian bahasanya sebagian..jadinya jawareh…

    lucu juga ya kalo saya bilang…saya mau jinah donk…kalo ngomong gitu dibanten dah dikemplang tuh hahaha

  12. zoel Desember 16, 2008 at 2:21 am #

    heheheheh hampir salah presepsi

  13. Indah Sitepu Desember 16, 2008 at 2:38 am #

    dalam bahasa sunda

    bujur = bokong

    dalam bahasa karo

    bujur = terima kasih

    berhubung banyak orang karo dari kampung sana yang menyekolahkan anaknya ke Bandung, karena sopannya setelah membeli sesuatu si ibu2 itu mengucapakn “Bujur..”

    si penjual pasti bengong :P

  14. dindacute Desember 16, 2008 at 3:19 am #

    haaaaaaaaa…….. Bali i miss you, when i can coming toyour place again?????

  15. nh18 Desember 16, 2008 at 3:36 am #

    Ada …
    Gedang … itu artinya Pisan vs Pepaya …

  16. yessymuchtar Desember 16, 2008 at 3:48 am #

    hahaha…

    mungkin cokot?

    gigit VS ambil ???

  17. Yari NK Desember 16, 2008 at 4:15 am #

    Kita ke Supermarket. Sampai di kasir, kita bilang begini: “Mbak, bayarnya pakai pipis aja ya?? Abis saya nggak bawa kartu kredit seh!” :mrgreen:

  18. latree Desember 16, 2008 at 5:39 am #

    ‘butuh’ dalam bahasa indonesia: perlu
    di kalimantan (lupa tepatnya kalimantan mana) ‘butuh’: alat kelamin pria (maaf…)

  19. Humor lucu Desember 16, 2008 at 9:23 am #

    Aku pernah denger orang Tangerang memarahi aku dengan kata “goreng siak!!!”. artinya apa ya? masak aku mau digoreng :)

  20. Billy Koesoemadinata Desember 16, 2008 at 10:30 am #

    oalaaaah… kirain apaan! :D

    Billy K.
    iamthebilly.wordpress.com
    bersambung.wordpress.com

  21. insansains Desember 16, 2008 at 2:57 pm #

    ^_^ Ternyata saya salah persepsi.. hihihi.. jadi maluuu…

  22. Ersis Warmansyah Abbas Desember 16, 2008 at 4:41 pm #

    Ke bali, berjinah sambil pipis, asyik euy.

    Dalam bahasa banjar, bujur=betul, bahasa sunda bujur=bokong.

  23. deden Desember 17, 2008 at 1:04 am #

    Hahaha kalau gitu aku mau jinah juga aah.

    Ada juga cerita tentang orang sunda yang waktu datang ke Tenggarong Kutai Kartanegara kemudian ditawarin makan JUKUT, waduh dia pikir apa – apaan ini? Padahal dalam bahasa Kutai, jukut berarti IKAN.

    Salam,

  24. gendut1mu3t Desember 17, 2008 at 1:46 am #

    Vee pernah menjawab pertanyaan gini : “tali yang di gunakan koboy” kalu gag salah inget,, vee jawab “lasso”, eeee anak- anak daerah bontang, kalimantan ber”ha,,hu,,” ria,, ternyata e ternyata,,, ” lasso” tuh artinya (maav) , “barangnya mas-mas”

  25. redesya Desember 17, 2008 at 5:22 am #

    Kalau di jawa pipis itu buang air kecil gitu Pak

    memang setiap daerah memiliki bahasa yg berbeda, itulah keunikan kita, meskipun beda harus tetap jadi Indonesia

  26. okta sihotang Desember 17, 2008 at 6:24 am #

    iya neh, klo yg baru dengar kata JINAH atau PIPIS, pasti jadi saru gitu..

  27. sarahtidaksendiri Desember 17, 2008 at 9:09 am #

    hehehe….budaya tiap daerah mmg aneh2 dan beda2 y, aneh? Nggak, mskdQ unik2…hehe…

  28. bluethunderheart Desember 17, 2008 at 1:03 pm #

    selamat malam,bang
    apa cabar?
    salam hangat selalu

  29. anna Desember 18, 2008 at 5:06 am #

    **menyambung komen dari Indah Sitepu**
    dalam bahasa sunda
    bujur = bokong

    dalam bahasa karo
    bujur = terima kasih

    dalam bahasa banjar (kalsel)
    bujur = benar
    :-D

  30. iwul Desember 18, 2008 at 1:36 pm #

    pesan for bang Q ==>> harus sering2 beramal kalo berjinah. .
    tiap hari qe kasih ndah pipis. , :D

  31. Lala Desember 18, 2008 at 2:02 pm #

    wah beraneka ragam budaya beraneka ragam pula bahasanya ya, betapa kaya budaya bangsa kita, sebelum datang ke suatu daerah berarti harus sedikit mengerti bahasanya ya biar ga salah persepsi nantinya :)

  32. OktaEndy Desember 19, 2008 at 4:04 am #

    hahaha.. ada ada saja..
    ini sama kata Atos (bhs Jawa) = keras dan Sudah (Bhs Sunda)
    alkisah:
    Ada 2 orang berbeda suku di sebuah WC umum, si orang sunda yang mengantri menanyakan kepada orang jawa yang telah selesai BAB..
    S: Atos mang..
    J: Atos.. Atos.. Wong mencret koq Atos (dengan donkolnya..)

    :))

  33. edratna Desember 19, 2008 at 4:37 am #

    Di tempatku sejinah artinya…sepuluh…

  34. fahi Desember 20, 2008 at 12:20 pm #

    Bahasa alat komunikasi dan salah satu budaya manusia yang ruaaar biasa, kemajuan diukur dari bahasa. Dengan bahasa pula kadang kita kecele, yaiut sesuai koment-koment yang ada bukan begitu taiye.

    Bahasa SMS yang sekarang sudang membumi, ada saja menjadi muasal cekcok dua sahabat atau suami istri.

    itulah bahasa.

  35. Daniel Mahendra Desember 21, 2008 at 12:12 pm #

    Sttt… haram, Zink. Dosa… Dosa… :p

  36. dunia sunyi Desember 22, 2008 at 7:32 pm #

    salam dari bandung

    masih layakkah hari ibu di peringati di saat para ibu takmampu membeli susu untuk anaknya karena suaminya di PHK kemudian bunuh diri karana di negeri para bandit mati adalah mimpi indah kaum jelata

    artikel terbaruku …… perempuan yang berhati kudus (artikel ini buat saudaraku kaum perempuan yang memperingati hari ibu di negeri para bandit di mana kemiskinan menantang langit, membuat kami tak mampu lagi menggurat kasih ibu di batu yang berlumut tapi kasih ibu hanya bisa di permainkan lewat iklan-iklan politik)

    http://esaifoto.wordpress.com

  37. achmad sholeh Desember 23, 2008 at 6:53 am #

    wah saya baru tahu kalau artinya seperti itu mas pikir saya, memang hal yang begituan kan Bali memang mudah yang begtuan

  38. easy Desember 23, 2008 at 8:52 am #

    kalau banten saya tau, tapi kalau pipis.. saya baru tau :D

    numpang ijin dulu mas..
    mo kebelakang bentar, mo pipis :D

  39. genthokelir Desember 24, 2008 at 5:28 am #

    wasem ki tuwas tak pikir harus minum arak dan berzinah hahahaha oalah maksudnya punya uang atau jinah hahahaha
    sekalian beruang hahaha salam kang

  40. ladangkata Desember 24, 2008 at 8:06 am #

    jaman gini memang yang berjinah yang bisa bicara hehehehehe

  41. afwan auliyar Desember 25, 2008 at 2:44 am #

    wew…
    mau dunk jinah nya :)

  42. emfajar Desember 25, 2008 at 2:53 am #

    wah memang indonesia punya banyak keragaman budaya dan bahasanya yah :)

  43. Brillie Desember 26, 2008 at 12:06 pm #

    Out Of Topic: I just want to say… HAPPY NEW YEAR 2009!!!

  44. italina89 Januari 3, 2009 at 4:34 pm #

    Hmmmm apa lagi yah??? *mikir-mikir…

  45. RENO.PONTIANAK September 14, 2010 at 6:26 am #

    saya jg snang jinahnya..mau donk??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: