selepas senja
hujan tak juga mereda
angin semakin membadai
menampari jiwamu yang sunyi
“apakah air mata bisa menjadi permata”
di matamu
kulihat hujan menganak sungai
mengantar matahari menutup pintu jendela
“jejak di tanah belum juga punah”
Banten, 2008
34 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









Apakah maksudnya disini hujan itu adalah air mata mas ??????
cup cup cup. kenapa menangis mas??? sini sini sama oom
aku merindukan hujan…
disini panaaaas kering kerontang….
sepertinya postingan yang menggambarkan hati yang sedih
di Surabaya masih sangat panas, hujan tak jua menampakkan rautnya
*kok malah curcol???
anw, kalo “air mata bisa menjadi permata” aku bisa cepet kaya kayaknya
huhuhuuuu… aku rindu ujaaaannn… cuacanya panas bangedddd…
*OOT
aku suka ujan
aku juga suka puisi
Jakarta… fanaaaaasss
gak ada Hujaaaaaann
wew…. kesedihan tampaknya identik dengan hujan ….
Mudah2an Hujan yg datang tidak terlalu lama, supaya jangan banjir
mari mulai hari ini dengan semangat
Diksinya aku suka. Sungguh!
suatu saat akan mereda suatu saat, matahari menutup indahnya dengan warna pelangi, ia akan memenuhi matamu dengan keindahan…jejak yang tak terhapus akan jadi catatan
piss…
kapan jakarta hujan,.,..huhuhuhuh
waaa..daku ju9a da tulis bout ‘hujan”
“its a rain” judulnya kok sama seeh,daku syuuka sekali sama hujan,,
“biarkan hujan
menghapus semua luka ituh
bersama rintiknya yang turun ke bumi…
ikut menangis…
biarkan air mata itu berlalu..seiring hujan yang yang menyapu lembut pipimu…
Hujan ..ahh..sejuk mu akan ku rasa beda
Bila hati ini tak hampa akan Luka
Hujan..sanggupkah kau basuh Lukaku tanpa perih?
Hujan..jika kau datang bersambut pelangi..maka akan ku peluk erat kasihku..mesra..dan tak sudah.
basah. . . . .
Waduh qizink bikin nangis siapa nih?
aku suka hujan. apalagi ditemani semangkuk bakso.
ini ceritana hujan air mata karena di ‘tampar’ badai , tul ga yah
biarkan tanah bumi terjejaki oleh mata air hujan.
karena matahari akan menutupinya dari balik jendela kamarnya. tersinari oleh senyumnya.hehe…
smt mlm,sobat.
nangis ya pak
Jogja belum hujan nih, Pak!
Mungkin Anda bisa terinspirasi membuat puisi tentang satu daerah yang belum hujan.
Ayo!
woooww.. nice!
apakah nulisnya di kala hujan..?
jgn lp bw payung ya,bang..
kalau lagi sedih, nangis kehujanan, jadinya air mata campur sama air hujan, jadi air matanya menganak sungai. luar biasa air matanya.
Dalem banget … dari dulu pingin aku bisa bikin yang seperti ini … Fiuh …
Hujan, kenapa sering dikaitkan dengan perih dan tangis ya?
lagi sedih ya mas …
makanya jangan galak-galak, kang… sp bikin doi nangis tuhh.. :-p
semoga ada pelangi selepas hujan pergi…
http://ilalangbasah.wordpress.com
Hujan… hujan… hujan… terus…. terus…. hujan… banjir….