selepas senja
hujan tak juga mereda
angin semakin membadai
menampari jiwamu yang sunyi
“apakah air mata bisa menjadi permata”
di matamu
kulihat hujan menganak sungai
mengantar matahari menutup pintu jendela
“jejak di tanah belum juga punah”
Banten, 2008








