sungguh aku sudah bosan. hampir setiap saat aku dihadapkan dengan bermacam pil.
hampir lima tahun silam, aku disuguhi 24 jenis macam pil yang sebetulnya aku sudah tahu pil-pil itu hanya racun. dengan aneka warna, pil-pil itu menyerbu saraf otakku. saat itu aku hanya mencicipinya. hanya sekali.
belum juga lelah rasa bosan, datang lagi pil baru. mereka menyebutnya pil masa depan dengan macam pula bentuknya. ada warna merah yang dibawa perempuan pendiam bersama tokoh agama. ada pil ungu yang dibawa jenderal dan pengusaha besar. ada juga yang putih biru yang dibawanya dari sebuah lokomotif yang rusak pada 1998. ah… lagi-lagi aku disuguhi pil. sungguh, aku tak mencicipinya sama sekali.
di kampung halaman, pemerintah daerah menyuguhiku dengan dua macam pil dalam waktu hampir bersamaan, satu buat provinsi dan satu lagi buatan kabupaten. aku makin pusing dengan aneka pil keluaran terbaru ini. mereka menyuguhiku pil, hanya untuk meninabobokanku.
saat ini, aku kembali disuguhi sebuah pil. ini pil baru keluar dari pabrik. ada delapan jenis pil yang ditawarkan, ada yang bergambar politisi sejati, artis dangdut, pengusaha, mantan birokrat, pejabat, ustadz, dan ibu rumah tangga. alamak…. kenapa banyak sekali pil ini.
belum juga aku menyentuh pil baru tersebut… aku harus berhadapan pada sembilan bulan mendatang dengan 34 macam pil. ada pil kadaluarsa ada juga pil baru yang lolos verifikasi.
sumpah mampus, aku sudah tak berminat lagi dengan macam-macam pil yang bertebaran dalam hari-hariku. aku tak mau OVER DOSIS
15 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









ambil pil koplo aja kali ya… karuan efeknya.
PILKADA ….
Makanya sebaik nya cukup 1 pil aja dari dulu sampai nanti..
Jangan mau pil buatan pabrik, ato buatan pembuat pabrik. Ato pil-pil buatan manusia.
Pokoknya cukup 1 pil aja (ti2k!)
beruntungnya daku nda suka semua jenis “pil”baik yg dari dokter maupun dari pemerintah heheh…
Pil-pil yang hanya menguntungkan penjual saja dan tidak membawa efek menyehatkan bagi yang minum, karena tidak membawa efek apa-apa.
Duluna sih mau ga mau
kalo sekarang baru belagak ga mau
perlu dilihat profil bioavailabiliy-nya. apakah mempunyai jendela terapi yang sempit atau tidak.
saya maunya pilangi *dijitak-jitak*
kekekeke
demikian alerginya mas qizink sama pil2 itu, haks. biasanya pil yang overdosis akan berubah jadi racun tuh, hehehehe
lagian yang memproduksi pil itu rata2 ndak paham sasaran yang hendak dituju. seringkali bukannya bikin sembuh penyakit, tapi malah bikin orang sehat jadi penyakiten, hiks. mending dijauhi, hehehehe
Biar ndak over dosis jangan ditelan masss, di emut rasakan terus di buang ya kann… salam
Yang pasti saat ini aku sedang sebal setengah mati dengan pil di kotaku.
Jadi…hanya karna alasan OVER DOSIS, jadi berhenti??
banyak pil ya mas….. pake tablet aja…hehehe
klo pilnya nggak suka kenapa di pilih !?! toh belum tentu pil itu bisa nyembuhin kita, masyarakat ini, bangsa ini…. !?!?
Ada nggak pil yang rasanya enak dan mengenyangkan?
@ latree
pil koplo??? ogahhhh….!!!
malah jadi gedeg nanti saya!!!
@ Rindu
tebakan yang tepat
@ aguss
dulu cuma dikasih satu pil… malah jadi otoriter sih… untung dia tak mengaku sebagai tuhan
@ wi3nd
yang sehat aja nggak suka… apalagi yang sakit…!
@ laporan
itu mungkin yang disebut pil laknat hahaha…
@ petak
kalau pilnya masih kayak gini, saya nggak mau!
@ tukangobatbersahaja
kamu pasti lebih paham tentang pil???
@ Sawali Tuhusetya
alergi sih nggak…!! tapi kalau kualitasnya jelek… jadi males deh!
@ Achmad Sholeh
lebih baik nggak usah coba-coba deh!! diemut juga kayaknya nggak ada bagusnya!
@ Daniel Mahendra
makanya banyak sekarang yang nggak mau datang ke tempat pil sehat (TPS), karena udah pada sebel sama pil-pil yang ada di daerah.
@ Manik
malah aku takut over dosis!
@ afwan auliyar
makanya saya sekarang sudah tak mau pil lagi!
@
pil yang enak dan menyenangkan… kayaknya saya belum ketemu deh!!
mas, sini tak kasi tambahan pil lagi, kan udah terlajur over dosis tho? di ponti juga bentar lagi mo bagi-bagi pil,hehe.. *daripada saya yg minum, mumpung belum terkontaminasi* ;p