Setelah sempat tertunda, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lambang Daerah Kota Serang akhirnya disahkan. Seluruh fraksi DPRD Kota Serang menyetujui agar raperda ditetapkan menjadi perda pada rapat paripurna di gedung DPRD Kota Serang, Rabu (16/7). Persetujuan ini bersamaan dengan pengesahaan tiga raperda lainnya yakni Raperda Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda Bantuan Partai Politik, dan Raperda Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.
Lambang daerah yang digunakan merupakan hasil karya Tb Timothy Isnaeni alias Sagara yang merupakan pemenang pertama sayembara lambang daerah. Lambang ini berbentuk persegi enam (pentagonal) dengan gambar utama gerbang Kaibon dan satu bintang. Sedangkan pada pitanya tertulis motto atau semboyan ‘Kota Serang Madani’. Semboyan ini berbeda dengan hasil karya Sagara yang bertuliskan ‘Makmur Sejahtera’.
Juheni M Rois, juru bicara Fraksi Ukhuwah menyatakan, secara filosofis Madani merupakan bentuk kemandirian suatu daerah. Madani memberikan arti luas untuk pengayoman masyarakat, civil society yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta berbudaya. “Kata Madani ini jangan diartikan dalam bentuk akronim kata,” ujarnya.
Rahmatullah MN, juru bicara Fraksi Partai Golkar, mengatakan, lambang daerah strategis sebagai identitas daerah. Selanjutnya lambang derah segera dikenakan untuk identitas pemerintahan termasuk dalam pelaksanaan Pilkada Kota Serang. “Lambang daerah harus memberikan semangat kepada masyarakat untuk mewujudkan tujuan pembentukan Kota Serang,” ujarnya.
Rahmatullah, juru bicara fraksi PPP dalam pemandangan akhirnya menegaskan, lambang daerah mencerminkan kehidupan masyarakat yang religius serta menggambarkan sejarah kejayaan kesultanan Banten.
Setelah diparipurnakan, DPRD Kota Serang langsung menyerahkan ke Pemkot Serang untuk dimasukkan dalam lembar daerah. Pada sore hari, pemkot mengundangkan dalam lembar daerah yang tercatat menjadi Perda Nomor 1 tahun 2008. “KPU Serang juga sudah mewanti-wanti, kalau sampai hari ini (kemarin-red) lambang daerah ini tak juga disahkan, maka surat suaranya tanpa lambang daerah tapi lambang negara yakni Burung Garuda,” ujarnya. (qizink)
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar










mas qizink, lambang daerah, dalam amatan saya tak hanya sekadar ikon semata, tapi ada ruh masyarakat lokal yang terpancar di sana. butuh ketajaman visi dari “penguasa” daerah untuk mengadopsi nilai2 kearifan lokal; tak hanya demi gengsi, apalagi sekadar latah dan ikut2an. mudah2an saja lambang kota serang benar2 mampu menggambarlan suasana batin masyarakatnya.
@ Sawali Tuhusetya
tapi anehnya saya belum melihat tujuan substansif dari lambang daerah itu buat masyarakat. Mas Sawali bisa melihatnya?
Sama halnya dengan Burung Garuda, lambang yang tidak boleh seenaknya dilecehkan.
bagus…
bagus…
bagus…
Sebagai warga Banten yang tinggal dan bekerja diJakarta saya sangat bersyukur atas terciptanya lambang kota Serang.Namun saya lebih bersyukur lagi apabila pemkot serang dapat memaknai dan menjadi makna bagi warga Banten khususnya Serang.
Lambang daerah memiliki makna ,dan tentunya denga lambang yang ada maka tersimpan makna dan arti yang suci dan mulia
Selamat.. Selamat.. Semoga terwujud makna lambang yg baru
Slamet ya sagara. Ntu aja lah yang mas djong ucapin
Lambangnya bagus, cuma warna-nya ko agak redup ya
Oya sang juara dapet hadiah gak ya (gak nyambung amat ya)
@ Rita
Setting kameranya memang jelek… hehehe…! Kalau lihat aslinya, sih lumayan bagus gambarnya. Juaranya dapet hadiah, tapi saya tak tahu berapa…
Buat Yang Mengesahkan Lambang Daerah Juaranya Sudah Di Bayar Belum……he…he…Kasian Udah Capae capae Di Buat klo Ga di diBayar…
Apa Uangnya Masih Ditahan Ama Pemkab Kab…..he….heeee
Jereh kang eang, Kota Serang Madani. Madani ape yah? Madani sape kuh?
Lah kang eang kih “madoni” bae. Mangkane aje bise bahase jawe duwang. Madani kuh dudu bahase jawe.
Jereh kang eang maning “wih kite meh wong jawe geh dudu ore bise bahase arab atawe indonesia raya merdeka, ngan kite meh risi bokan ane sing ngartikakene nggo bahase jawe, kan bahasane wong kota serang asli meh jawe”.
Jaah kang eang
Kedupe wong jaseng madoni bae bisane. Ndah be sih iku meh kepengene wong duhur.
Hmm….
Mm.. Kok aku lebih suka kalo laut gunung nya rata tengah yah (kayak lambang prop banten) jadi gak seperti lukisan gitu.. tapi garis lautnya datar, gunung tepat di tengah yang lebih berkesan determinded, Trus aku pikir tadinya yang kepilih bakal ada menara mesjidnya itu lo..
tapi ya sudah kepilih juga sih.. gehehehe..
pas gw liat lagi dan dibandingin ama lambang daerah kab kota se banten.. kok njomplang yah.. asa teu nyambung.. bahkan serasa lebih ajeg logo kota cilegon lebih gagah gitu…
Kang. Qr2 tu lambang msh biza di ganti gak yua? Coz bnyk wrga kota serang yg kbratan gt. Teruz ‘madani’ itu motto apa semboyan?