I
aku bersaksi
hanya ada cintamu
II
aku bersaksi
sebagai tanda
hamba mendamba
cintamu
III
aku bersaksi
tiada cinta selain
cintamu
IV
aku bersaksi
tiada hamba selain
mendamba cintamu
V
syahadat cinta
dahsyat menghamba
Banten, Juli 2008
9 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









Termasuknya apa pak, puisi, sajak, pantun, atau gurindam 12 ?
slmt pagi,sobatku Qizink la aziva
meski pendek, lirik ini mengandung “pemberontakan” terhadap persoalan religi yang selama ini telah didogmakan. “syahadat cinta”, mengingatkan saya akan kredo puisinya sang presiden penyair, sutardji calzoum bachri. liar dan tak terbelenggu oleh beban makna kata.
@Laporan
aku mempersilahkan kepada pembaca untuk mengapresiasinya sendiri…. tapi yang pasti ini bukan cerpen apalagi novel…!
@ langitjiwa
selamat sore sobat
@ sawali tuhusetya
meski pendek, apresiasi dari Pak Guru Sawali ini cukup berharga bagi saya. Puisi memang semestinya tak terjebak pada panjang dan pendeknya lirik. *halah*
aku bersaksi sangat mencintai-Mu
Emank mas Cinta dalam Islam itu Cinta yang Hakiki
Salam kenal
Blogger Makassar
aiyayayayaya…. lagi2 puisi… wakakakak… tapi aku malah tertantang nih bikin puisi lagi!
____________________
Aku bersaksi….
Tidak ada keagungan melebihi keagunganMu…
Aku bersaksi….
Tidak ada kebesaran melebihi kebesaranMu…..
Namun akupun bersaksi…..
Tidak ada kasih sayang melebihi kasih sayangMu…
Untuk itu akupun tiada sangsi….
Seluruh kekagumanku hanyalah untukMu……
______________________
Nggak ada judulnya…. cuma ikut2an berpuisi aja…
@ Febra
aku bersaksi tak jatuh cinta pada semua
@ Gelandangan
itulah Rahman Rahim
@ Yari NK
aiyayaya… mas Yari sekarang jadi rajin bikin puisi juga di blog ini… sekali-kali lah mas yari juga jadi romantis religius…!
MU dengan huruf besar sudah semertinya disandarkan kepada KHOLIK YANG MAHA KUASA YAKNI ALLAH, tapi yang disandarkan mestinya ada dong di awalu atau di akhiru sebuah karya, bukan begitu ? . begitu.
Salam dari tetanggamu