# Euis dan Si Mata Elang
Mari kita labuhkan saja
Perahu yang telah jauh kita layari bersama
Pada dermaga di ujung senja itu
Kita akan kembali mengenang
Betapa dahsyat ombak menghantam
Dan angin menerjang
Namun perjalalanan perjalanan harus dituntaskan
Lihatlah…
Di sana anak-anak
Akan Menyambut kita dengan kalung bunga
Serta canda
Pojok Warnet, 3 Juli 2008
Qizink La Aziva
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









yaps, setelah dilabuhkan, sang nahkoda bisa menikmati kedamaian dan kenyamanan menyambut hari-hari yang indah. puisi yang inspiratif, mas qizink.
@ Sawali Tuhusetya
hidup adalah
perbuatanperjalananapa sang nahkoda akan pergi berlayar kembali??
@ hanggadamai
duit adalah lautan sementara
ada perjalanan panjang yang masih menanti
thanks buat aa yg tlh bikinin puisi buat euis,aku ga tau kpn perjalanan ini akan tuntas kpn aku bs bersatu sm dia restunya aja ya………………
@ devi alias Euis
Ceritamu sangat inspiratif
ini hanya kado kecil buatmu…
salam buat si Mata Elang
http//:wap.Google.Com
sebuah kata
bahagia
dengan lingangan air mata
haru dan bangga
salam untukmu saudara
dari kelana
http://arch222.wordpress.com/