Entah Mengapa…

entah mengapa
tiba-tiba aku muak setiap kali melihatmu
dengan wajah dingin berdiri di atas podium
sambil mengulang janji yang belum juga kau tepati
 
entah mengapa
tiba-tiba saja aku benci
setiap kali kau bermain operet dengan lagu
yang kau cipta dari sepanjang perjalananmu
 
entah mengapa
aku ingin merobek fotomu
yang bergaya di mana-mana
layaknya peragawan dengan ragam busana
 
entah mengapa
aku ingin melupakanmu.
 
banten, 2008