Anak Krakatau Dinyatakan Aman

Walau masih berstatus siaga, warga tidak perlu risau untuk beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Surono, Kepala Pusat Vulkonologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Bandung, menyatakan, gunung yang berada di selat Sunda itu dinyatakan aman. “Setiap hari kita mengirimkan laporan ke pemerintah daerah tentang perkembangan Gunung Anak Krakatau. Dan dalam rekomendasinya tetap sama, bahwa gunung itu masih aman,” ungkap Surono, di sela-sela talkshow pariwisata di Hotel Le Dian, Senin (9/6).

Surono menyebutkan, letusan yang terjadi di gunung berketinggian 415 dpl tersebut tidak perlu dirisaukan. Menurutnya, peristiwa letusan yang diikuti dengan pijar api pada setiap 6-8 tahun malah baik bagi Gunung Anak Krakatau. “Dengan sering mengeluarkan pijar, maka gunung tidak menyimpan banyak energi di dalamnya. Kalau sampai lama tidak mengeluarkan energi, bisa berbahaya saat meletus,” ungkapnya.

Surono mengatakan, fenomena letusan Gunung Anak Kratakau semestinya bisa dimanfaatkan pemerintah daerah dan pelaku wisata sebagai potensi pariwisata. Menurutnya, pijaran api yang keluar dari gunung yang statusnya ditetapkan sebagai warisan dunia (world heritage) merupakan fenomena yang unik. “Bahkan ini tak ada di Asia dan Eropa. Fenomena ini harus dimanfaatkan untuk mempromosikan Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

R Teddy, Kabid Pemasaran Disbudpar Banten mengaku, tahun ini pemprov akan menggalakkan promosi wisata Krakatau. Dikatakan, pada Oktober mendatang, Disbudpar Banten akan menggelar wisata Krakatau dengan menggunakan kapal roro. Wisata ini akan diikuti pengelola pariwisata, media massa, ambassador, dan masyarakat umum. “Semula kita akan mengadakan pada Agustus sambil memperingati letusan Krakatau, tapi Pemprov Lampung pada saat itu juga mengadakan acara pariwisata di Krakatau,” ujarnya.

Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Banten, mengaku pelaku wisata optimis bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjual Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu objek wisata unggulan Banten. “Walaupun lokasinya masuk di Provinsi Lampung, tapi kita yakin dan sudah bertekad ingin menjadikan Gunung Anak Krakatau sebagai ikon baru wisata Banten, selain Baduy, Banten Lama, Ujung Kulon, dan Pantai Anyer,” ungkapnya. (qizink)

3 Tanggapan

  1. Semoga promosi parawisata gn. krakatau ini bekesinambungan….]

    @ Singal
    setuju bang!

  2. para penduduk setempat yang tinggal di sekitar gunung biasanya akan menganggap peristiwa2 letusan sebagai tanda2 alam yang memiliki tafsir tertentu. mereka biasanya memiliki mitos yang sangat kuat sehingga ada tokoh spiritual yang dijadikan sbg anutan. wah, bener nggak, yah?

    @ Sawali Tuhusetya
    Kebetulan tempat tinggal saya tak jauh dari Gunung Anak Krakatau… jadi udah bisa kalau denger dia batuk…
    Tapi kenapa yang jauh-jauh malah risau ya???

  3. hmm semoga gn na hanya batuk2 saja gak sampe ‘meledak’…


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan sebuah tanggapan