aku mengenangmu
pada malam ketiga bulan kawalu
ketika benih mulai disemai
kau ucapkan cinta lewat sepoi
nanti
ketika sealis rembulan menyapa
kita nikmati malam dengan hangat rindu
sayang, siapakah yang akan melukiskan hujan
pada setombak ladang yang kita punya
kemarilah, aku dekap engkau sepanjang hari
tak usah kau pergi
rumput ilalang harus kau cabuti, sayang
biarlah ini waktu
menjadi milik kita bersama
menanti wangi jerami
pada musim panen nanti
selamanya
Banten, 8-06-2008
Kawalu = Masa musim tanam di Baduy
3 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









Ih romantis banget puisinya..jadi ingat masih pacaran
@ Diah
sempat pacaran to?
kawalu? jadi inget masa2 musim tanam di kamoung waktu kecil. pada musim2 semacam itu seringkali saya harus belepotan lumpur membantu orang tua, hehehehehe
kini bau khas musim tanam jarang lagi tercium setelah lahan kota ditanami baja dan beton, haks.
@ Sawali Tuhusetya
Momen musim tanam ini sekarang mulai sulit kita rasakan…. aku juga kangen dengan musim tanam yang
i recommend you to visit this http://sifa.aprillins.com